Connect with us

Nasional

Dalam Sidang Paripurna, Ini Pesan LaNyalla Untuk Komite I dan IV

Published

on

Foto: Ketua DPD RI LaNyalla

 

Alteripost.co, Jakarta-
Dalam sidang paripurna Ke-11 DPD RI Masa Sidang V Tahun Sidang 2020-2021, Ketua DPD RI AA LaNyalla Mahmud Mattalitti, memberi pesan untuk alat kelengkapan dewan, khususnya Komite I hingga Komite IV.

Senator asal Jawa Timur itu mengawali sidang paripurna DPD dengan menyampaikan dukacita, atas insiden tenggelamnya kapal selam milik TNI AL, KRI Nanggala-402. DPD RI berterima kasih kepada seluruh personel KRI Nanggala yang gugur dalam menjaga kedaulatan negara.

“Kami menyampaikan duka yang mendalam atas dinyatakan tenggelamnya Kapal Selam KRI Nanggala. 53 personel Kapal Selam KRI Nanggala pergi dalam kondisi syahid di Bulan Ramadhan yang penuh berkah ini,” ucap LaNyalla di Gedung Nusantara V, Kompleks Parlemen, Jakarta, Kamis (6/5/2021).

Pria yang pernah menjabat sebagai Ketum PSSI itu berharap, agar keluarga personel KRI Nanggala bisa diberikan kesabaran dan keikhlasan. DPD RI juga menyampaikan harapannya kepada Presiden Joko Widodo (Jokowi).

“Kami mengharapkan Bapak Presiden RI selaku Panglima tertinggi dapat memberikan penghargaan setinggi-tingginya kepada mereka yang telah gugur sebagai wujud penghormatan,” tuturnya.

LaNyalla pun menyampaikan dukacita DPD RI atas wafatnya Kepala Badan Intelijen Nasional Daerah (Kabinda) Papua, Mayjen Anumerta TNI Putu IGP Dani NK yang tewas dalam baku tembak antara TNI dengan Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) di Papua, akhir April lalu. LaNyalla menyebut DPD memberikan penghormatan setinggi-tingginya atas dedikasi almarhum.

“Aksi kriminalitas yang dilakukan KKB di Papua sudah meresahkan dan tidak dapat ditoleransi lagi. Kami mengharapkan TNI dan Polri dapat segera menumpas KKB sampai ke akar-akarnya,” tambahnya.

Ketua DPD RI pun punya pesan bagi Komite I DPD yang memiliki tugas terkait urusan pertahanan dan keamanan terkait persoalan KKB di Papua.

“Diharapkan Komite I dapat mengundang berbagai pihak terkait situasi dan peristiwa ini,” harap LaNyalla.

Alumnus Universitas Brawijaya Malang itu menyinggung soal keluhan warga Suku Baduy yang hutan adatnya dirusak penambang emas liar. Untuk diketahui, tanah larangan Suku Baduy di Gunung Liman yang berada di pedalaman Kabupaten Lebak, Banten, dirusak penambang emas tanpa izin (PETI) atau gurandil.

Untuk itu, LaNyalla meminta Komite II yang membidangi urusan kehutanan dan lingkungan untuk berkoordinasi dengan kementerian terkait.

“Penambang illegal ini menyebabkan kerusakan lingkungan yang berakibat terjadinya bencana longsor dan banjir. Kasus penambangan liar ini sudah terjadi sejak lama dan sudah meresahkan masyarakat. Oleh karena itu, kami meminta Komite II untuk berkoordinasi dengan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan untuk mengatasi kasus penambang emas liar tersebut,” paparnya.

Ketua Dewan Kehormatan Kadin Jawa Timur itu pun menyoroti mengenai masuknya banyak Warga Negara (WN) India ke Indonesia. Padahal di India sedang mengalami lonjakan kasus Corona yang sangat tinggi.

Dikatakan LaNyalla, pemerintah sudah serius dan tegas dalam upaya pengendalian pandemi Covid-29 di dalam negeri. Salah satunya dengan membatasi tradisi mudik saat Lebaran.

“Masuknya banyak Warga Negara India ke Indonesia harus menjadi perhatian bersama. Pemerintah juga harus tegas dalam mengatasi kehadiran Warga Negara Asing (WNA) dari negara tertentu yang dianggap dapat membahayakan masyarakat kita,” tuturnya.

Ketua DPD RI meminta pemerintah menggerakkan seluruh petugas di bandara dan pelanuhan guna mengawal masuknya para WNA ke Indonesia melalui koordinasi yang ketat dari Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP), Kementerian Kesehatan, TNI, dan Polri. Komite III yang mengurusi persoalan kesehatan juga mendapat tugas dari pimpinan DPD.

“Kami harapkan pula Komite I dapat memanggil Direktur Jenderal Imigrasi, Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia untuk membahas fungsi keimigrasian dalam masa adaptasi kebiasaan baru ini,” sebutnya.

Untuk Komite IV yang bertugas mengurusi masalah koperasi dan UMKM, LaNyalla meminta agar dilakukannya elaborasi dan eksplorasi lebih lanjut. Terutama, menyangkut berbagai masalah yang dihadapi UMKM selama masa pandemi Covid.

Meski begitu, mantan Ketum Kadin Jatim itu menyinggung soal bantuan atau stimulus dari pemerintah untuk para pelaku UMKM.

“Pelaku UMKM mendapatkan berkah karena kemudahan informasi mengenai akses pembiayaan dari Kementerian dan Lembaga. Pemanfaatan akses digitalisasi termasuk bagi pelaku UMKM menjadi lebih mudah dalam mencari informasi terkait sumber pembiayaan untuk modal usaha,” urai LaNyalla.

“Kami harapkan Komite IV dapat mengelaborasi dan eksplorasi lebih lanjut mengenai persoalan menyangkut finansial, sumber daya manusia (SDM) dan manajemen, inovasi dan teknologi, pasar dan bahan baku, serta institusi,” sambungnya.

Sementara itu terkait urusan KKB di Papua, senator dari bumi cenderawasih tersebut sempat menyinggung ketika menyampaikan laporan hasil reses mereka. Hal ini terkait penetapan status KKB Papua sebagai teroris.

Anggota DPD RI dapil Papua, Otopianus P. Tebai berharap pemerintah meninjau kembali peningkatan status KKB itu. Para senator Papua khawatir penetapan KKB sebagai kelompok teroris akan berdampak terhadap keselamatan masyarakat setempat.

“Selain itu juga untuk mengurangi lembaga internasional untuk mengintervensi permasalahan di Papua,” imbuh Otopianus yang hadir secara virtual.

Harapan yang sama juga disampaikan Anggota DPD RI Dapil Papua Barat, Filep Wamafma. Ia meminta agar pimpinan DPD RI bisa menyampaikan aspirasi warga Papua dan Papua Barat kepada pemerintah.

“Hasil keputusan DPD RI, Komite I beberapa waktu lalu mendorong persoalan Papua secara komprehensif. Dinaikkannya status KKB merupakan ancaman pada kelompok rakyat sipil, yang terbatas dalam segi hal situasi dan lain sebagainya,” ujarnya. (Rls)

Facebook Comments Box
Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Nasional

AMY Diagendakan Hadiri Pesta Rakyat Petani di Lampung

Published

on

Foto: Istimewa for Alteripost.co

Alteripost.co, Pringsewu-
Presiden Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Almuzzammil Yusuf (AMY) dijadwalkan menghadiri Kick Off Pesta Rakyat Petani dalam rangka Hari Tani Nasional 2026 di Kabupaten Pringsewu, Lampung, pada 24–25 Oktober 2026. Kehadiran AMY menjadi momentum untuk menegaskan komitmen PKS dalam memperjuangkan kedaulatan pangan dan meningkatkan kesejahteraan petani Indonesia.

Mengusung tema “Petani Berdaulat dan Sejahtera”, kegiatan ini dirancang sebagai ruang perjumpaan antara petani, peternak, nelayan, pelaku usaha, dan pemangku kebijakan. Berbagai agenda pemberdayaan ekonomi, inovasi pertanian, promosi produk lokal, serta hiburan rakyat akan memeriahkan kegiatan tersebut.

Ketua DPP PKS Bidang Petani, Peternak, dan Nelayan, Riyono Caping, mengatakan kehadiran Presiden PKS dalam kegiatan tersebut menjadi bukti nyata keberpihakan partai kepada masyarakat yang berperan penting dalam menjaga ketahanan pangan nasional.

“Kehadiran Presiden PKS Almuzzammil Yusuf dalam Pesta Rakyat Petani ini menjadi bukti nyata bahwa PKS tidak hanya berbicara tentang keberpihakan kepada petani, tetapi juga hadir untuk membersamai mereka. Kami ingin memastikan aspirasi petani didengar dan perjuangan untuk meningkatkan kesejahteraan mereka terus menjadi bagian dari agenda PKS,” ujar Riyono.

Menurut Riyono, petani bukan sekadar penghasil bahan pangan, melainkan pelaku utama pembangunan ekonomi yang harus mendapatkan dukungan nyata. Peningkatan kesejahteraan petani membutuhkan ekosistem usaha yang mendukung, mulai dari akses permodalan, teknologi pertanian, pendampingan, hingga kepastian pasar bagi hasil panen.

“Kehadiran AMY harus menjadi momentum untuk memperkuat langkah nyata dalam membela petani. Keberpihakan tidak cukup disampaikan melalui kata-kata, tetapi harus diwujudkan dengan membuka akses pasar, memperkuat permodalan, mendorong inovasi, dan memastikan hasil kerja keras petani memberikan kesejahteraan bagi keluarganya,” tegasnya.

Riyono menambahkan, PKS ingin menjadi rumah perjuangan bagi petani, peternak, dan nelayan. Melalui kegiatan ini, partai berupaya memperkuat kedekatan dengan masyarakat sekaligus membuka peluang kolaborasi yang dapat mendorong pengembangan usaha di sektor pangan.

“Bagi PKS, petani bukan sekadar penghasil pangan, melainkan bagian penting dari kehidupan bangsa yang harus diperhatikan kesejahteraannya. Kami ingin berjalan bersama petani, mendengar kebutuhan mereka, dan memperjuangkan masa depan yang lebih baik bagi keluarga mereka,” lanjut Riyono.

Sejumlah tokoh dijadwalkan hadir dalam kegiatan ini, di antaranya Menteri Pertanian RI Andi Amran Sulaiman, Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal, Bupati Pringsewu Riyanto Pamungkas, serta jajaran pengurus PKS dari tingkat pusat hingga daerah.

*Hadirkan Pasar Tani dan Peluang Pengembangan Usaha*

Pesta Rakyat Petani 2026 akan menghadirkan berbagai kegiatan yang memadukan pemberdayaan ekonomi, inovasi, dan hiburan masyarakat. Salah satu agenda utamanya adalah Pasar Tani yang menyediakan 100 stan gratis bagi pelaku usaha pertanian, peternakan, perikanan, serta usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

Pasar Tani tersebut diharapkan menjadi sarana promosi produk, memperluas jaringan pemasaran, dan membuka peluang transaksi bagi pelaku usaha lokal.

Selain itu, Lomba Proposal Inovasi Bisnis Pertanian dan Business Matching akan mempertemukan pelaku usaha dengan peluang kerja sama dan investasi. Kedua agenda ini diharapkan mendorong lahirnya inovasi, meningkatkan nilai tambah produk pertanian, serta membuka akses pengembangan usaha bagi masyarakat.

Untuk sektor peternakan, penyelenggara juga menyiapkan kontes kambing, domba, dan entog jumbo sebagai bentuk apresiasi terhadap kreativitas, keterampilan, serta potensi para peternak.

Rangkaian kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya mendorong sektor pertanian, peternakan, dan perikanan agar tidak hanya berorientasi pada produksi, tetapi juga mampu menciptakan nilai tambah dan meningkatkan pendapatan masyarakat.

*Agri Fun Walk Meriahkan Pesta Rakyat Petani*

Selain agenda pemberdayaan ekonomi, masyarakat juga dapat mengikuti Agri Fun Walk, jalan sehat sepanjang tiga kilometer yang dijadwalkan berlangsung pada Minggu (25/10/2026) di kawasan Kompleks Pemerintah Kabupaten Pringsewu.

Kegiatan ini terbuka bagi masyarakat dan akan dimeriahkan dengan berbagai hadiah serta doorprize, termasuk paket umrah, sepeda motor, dan hadiah menarik lainnya. Lomba kostum petani turut diselenggarakan untuk mengangkat identitas sekaligus menumbuhkan kebanggaan terhadap profesi petani.

Melalui perpaduan kegiatan ekonomi, edukasi, dan hiburan rakyat, Pesta Rakyat Petani diharapkan menjadi ruang interaksi yang mempererat hubungan antara masyarakat, pelaku usaha, dan pemangku kebijakan.

PKS memandang kesejahteraan petani sebagai bagian penting dari pembangunan nasional. Petani yang berdaya dan sejahtera akan memperkuat ekonomi keluarga dan pedesaan sekaligus menjadi fondasi bagi ketahanan pangan yang berkelanjutan.

Melalui Pesta Rakyat Petani 2026 di Pringsewu, PKS menegaskan komitmennya untuk terus memperjuangkan kepentingan petani, peternak, dan nelayan agar memperoleh akses yang lebih luas terhadap teknologi, permodalan, pasar, serta kebijakan yang mendukung kesejahteraan mereka.

Kegiatan ini sekaligus menjadi momentum untuk memperkuat kolaborasi antara petani, dunia usaha, pemerintah, dan berbagai elemen masyarakat demi mewujudkan sektor pangan yang lebih produktif, berdaya saing, dan berkelanjutan. (Rls)

Facebook Comments Box
Continue Reading