Connect with us

Ruwajurai

FORHATI Lampung Periode 2021-2026 Resmi Dilantik, Webinar Nasional Upaya Penanggulangan Covid-19 Jadi Materi Khusus

Published

on

Foto: Pelantikan FORHATI Lampung periode 2021-2026

 

Alteripost.co, Bandarlampung-
Setelah selesai melaksanakan Musyawarah Wilayah (Muswil) ke-3 pada beberapa waktu lalu dengan terpilihnya 3 orang Presidium Majelis Wilayah Forum Alumni HMI-Wati (FORHATI) Lampung yaitu presium 1 Dr. Hj. Efa Rodiah Nur, S.H.,MH., presidim II dr. Zam Zanariah, Sp.S.M.Kes,, dan Presidium III Dra. Erlina Fauzy, M.Pd.

Pelantikan Pengurus Majelis Wilayah FORHATI Lampung Periode 2021-2026 dilaksanakan secara virtual melalui zoom meeting dan YouTube, Minggu (01/08/2021).

“Pelantikan ini sekaligus juga diselenggarakannya Webinar Nasional yang mengangkat tema Upaya Penanggualangan Covid-19 dari Perspektif Agama, Ekonomi, dan Kesehatan. Pembicara webinar terdiri dari Ibu Riana Sari Arinal, S.H (Ketua Tim Penggerak PKK Provinsi Lampung) yang menyampaikan keynote speak dengan tema “Meningkatkan Ketahanan Keluarga Pada Masa Pandemi Covid-19”.

Webinar dilanjutkan penyampaian materi dari Narasumber lainnya yaitu Ustad Abdullah Gymnastiar (Aa Gym) selaku tokoh ulama, Prof. Dr. Mahrina Sari, MS,SE, M.Sc. selaku Guru Besar FEB Unila, dan dr. Achmad Gozali, Sp.P (Dokter Spesialis Paru), dengan moderator dr. Isura Febrihartati. Harapannya dengan webinar ini bisa bermanfaat bagi masyarakat”, jelas Maike Indriyani selaku Ketua Pelaksana.

Dr. Hj.Efa Rodiah Nur, MH Presidium I memberikan pernyataan bahwa di dalam masa priode memimpin akan terfocus pada persoalan ekonomi, focal point bagaimana mengalakkan program UMKM akan menjadi sentral. Sasaran utama anggota dan pengurus Forhati Lampung untuk terjun pada tataran masyarakat.

Sementara itu, dr. Zam Zanariah, Sp.S.M.Kes yang mewakili Presidium Majelis Wilayah FORHATI Lampung dalam sambutannya menyatakan bahwa FORHATI Lampung di dalam priode ini akan ada tiga presidium, masing-masing presidium akan memimpin selama 20 bulan. Harapan pengurus pada priode ini pada masa memimpin akan memfokuskan pada soal kebijakan dan preventif upaya melakukan gerakan permasalahan kesehatan di Provinsi Lampung.

Dan siap menjadi mitra yang baik dengan kebijakan Pemprov Lampung.Dalam kegiatan pelantikan ini selain dihadiri secara virtual oleh Pengurus KAHMI dan FORHATI Majelis Daerah se-Provinsi Lampung juga dihadiri oleh Presidium KAHMI Nasional dan FORHATI Nasional serta organisasi Perempuan yang ada di Bandar Lampung. Selain itu turut hadir dan memberikan sambutan. Ungkap dr. Zam dalam sambutanya.

Di sisi lain, Dra. Erlina Fauzy, M.Pd. Selaku Presidium III beliau mengharapkan focus utama dalam kepengurusan akan bermuara pada jantungya organisasi yaitu penguatan basis pendidikan dari sektor formal dan informal.

Pendidikan adalah basis utama Forhat yang dilakukan secara berkelanjutani. Tentu dalam mengemban amanah organisasi didukung sumberdaya manusia penuh tanggung jawab, menjaga integritas dan menjalin sillaturrahim sesama anggota Forhati alumni HMI, kader HMI dan masyarakat.

“Forum Alumni HMI-Wati (FORHATI) merupakan salah satu organisasi perempuan yang memiliki keanggotaan dari para alumni Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) yang perempuan atau sering disebut HMI-Wati. Organisasi ini tentunya memiliki peran yang strategis dalam memberikan kontribusi untuk kemajuan perempuan Indonesia, khususnya di Provinsi Lampung”, ungkap Ir. Ria Andari, M.Pd, (Kepala Biro Kesejahteraan Rakyat Provinsi Lampung) yang mewakili Gubernur Lampung.

“Maka para anggota FORHATI yang telah menjalani berbagai profesi dan memiliki kompetensi yang beragam dapat dijadikan investasi jangka panjang dalam berkontrbusi bagi terwujudnya masyarakat adil dan makmur yang diridhoi Allah SWT, sebagaimana tujuan HMI”, tutup Ria Andari.

Sementara itu, Ketua Kahmi Lampung Abi Hasan Mu’an, SH, MH memberikan sambutannya, ia menyebut anggota Forhati bisa meneladani tokoh pendidikan Perempuan pertama Rahma Elyunusiah, Perempuan dari sumatera Barat mendirikan lembaga pendidikan Pondok Pesantren khusus puteri yaitu Diniyyah Puteri Padang Panjang. Kemandirian perempuan seperti ini yang dapat dijadikan teladan.

Selanjutnya, Koordinator Majelis Nasional FORHATI Ir.Hj. Hanifah Husein dalam sambutannya menyebut, Forhati meski focus pada persoalaan ketahanan keluarga, dikarenakan keluarga adalah simbol ketahanan negara.

Persolan rumah tangga marak terjadi perceraian kerena landasan lemahnya ekonomi dan lemhnya keimanan. Tentu dalam menyikapi permaslahan ketahanan keluarga dapat bersinergi dengan Tim Penggerak PKK di wilayah masing-masing, khususnya Provinsi Lampung

Di dalam materi webinar Nasional, AA Gym sebagai tokoh agama memberikan pesan dalam virtual zoom: “Alloh cinta terhadap orang yang beriman dan kuat. Makin kuat iman, kuat ilmu, kuat fisik, kuat finansial, makin banyak kekuatan dengan dasar kuat iman hidup makin baik,akal makin baik, badanya makin baik, hatinya makin baik, kehidupanya makin baik, dan makin dicintai Alloh. Ciri-ciri yang kuat iman itu orang yang bersungguh-sungguh (all out ) dalam melakukan apa-apa yang bermanfaat dalam hidup. (Rls)

Facebook Comments Box
Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Ruwajurai

Degensetisasi PLN Dorong Industri Pertanian di Lampung Makin Hijau dan Efisien

Published

on

Alteripost Bandar Lampung – Degensetisasi merupakan salah satu program PLN yang mengganti dari penggunaan genset berbahan bakar fosil ke penggunaan energi listrik yang ramah lingkungan. Program ini diklaim selain mendukung energi bersih juga lebih efisien sehingga membantu menekan biaya operasional. Jumat (1/3/2024).

General Manager PT PLN (Persero) Unit Induk Distribusi Lampung, Sugeng Widodo turun langsung melakukan penyambungan dan penyalaan di salah satu industri penghasil pupuk organik yaitu CV Duta Agro Lestari yang berlokasi di Kecamatan Kalirejo Kabupaten Lampung Tengah. Hal itu dilakukan, sebagai komitmen PLN mendukung pertumbuhan ekonomi melalui sektor industri pertanian di Provinsi Lampung. Selain itu, penyalaan di Industri pupuk organik tersebut merupakan pengimplementasian program degensetisasi PLN.

“Alhamdulillah, hari ini PLN menyalakan listrik dengan daya 41500 Volt Ampere (VA) di CV Duta Agro Lestari. Ini merupakan komitmen kami di PLN untuk mendukung industri pertanian atau usaha pertanian yang ada di Provinsi Lampung”, ujar Sugeng Widodo.

Selain itu, Sugeng menuturkan, penyalaan listrik tersebut merupakan salah satu program PLN untuk melakukan degensetisasi secara masif di masyarakat. Menurutnya, dengan mengurangi penggunaan energi fosil, kita membantu lingkungan bebas emisi, tetap bersih dan hijau.

“Melalui program gensetisasi, PLN terus mendukung lingkungan kita bebas emisi, bersih dan hijau. Sebelumnya menggunakan Genset beremisi dan tidak ramah lingkungan, membutuhkan 35 liter solar per hari untuk pembakarannya, kini digantikan dengan penggunaan energi listrik yang tentunya ramah lingkungan,” ujarnya.

Sementara Leman selaku pemilik CV Duta Agro Lestari mengapresiasi penyalaan listrik yang dilakukan PLN. Leman mengaku sangat beryukur bahwa listrik PLN sudah menyala sehingga Leman dapat segera mengoperasikan tempat usahanya tersebut.

“Saya bersyukur PLN telah memasang listrik di tempat usaha kami, biar langgeng, biar berkah. Alhamdulillah langsung nyala, terima kasih buat PLN,” kata Leman.

Hadirnya pabrik pupuk milik Leman tersebut sangat membantu masyarakat disekitarnya. Dia telah mempekerjakan 30 pekerja yang berasal dari desa tempat usahanya itu beroperasi. Leman menjelaskan, bahan bakunya dari kotoran ternak diantaranya kotoran sapi, kotoran ayam dan kapur.

“Semula kami menggunakan listrik dari genset berbahan bakar solar untuk memproduksi pupuk organik. Dalam satu tahun kami positif memproduksi 3000 ton pupuk organik dan laku terjual di pasar lokalan Lampung. Alhamdulillah hari ini listrik langsung dipasang, langsung nyala, langsung besok bisa operasi, sangat senang sekali dengan pelayanan PLN,” ujar Leman.

Ditambahkannya, saat pabriknya tersebut beroperasi menggunakan genset, Leman harus menyiapkan solar 35 liter perhari, itu pun jika solarnya mudah didapat.

“Selain solar, jika genset sedang dilakukan pemeliharaan, saya harus menyiapkan oli dan sparepart untuk mesin, harus membayar operator genset dan sebagainya hingga biayanya membengkak. Sekarang saya sudah pakai listrik PLN yang tentunya sudah praktis, bersih, ramah lingkungan dan sangat efisien terhadap biaya operasionalnya,” tutup Leman.(*)

Facebook Comments Box
Continue Reading