Connect with us

Tanggamus

Gerak Cepat, Mukhlis Basri Bantu Masyarakat Wonosobo Yang Terdampak Banjir

Published

on

Foto: Mukhlis Basri beserta rombongan saat membantu masyarakat Wonosobo yang terdampak banjir (istimewa)

 

Alteripost.co, Tanggamus-
DPC Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra) Tanggamus Memberikan bantuan dan kroscek lokasi yang terdampak banjir bandang yang terjadi pada senen 20/09/21 di kec wonosobo pekon way liwok kabupaten Tanggamus. Rabu (23/9/2021).

Bantuan disalurkan di posko dapur umum Penyerahan bantuan yang dihadiri langsung oleh Ketua DPC Gerindra Tanggamus Mukhlis Basri anggota DPRD Provinsi Lampung didampingi oleh pengurus DPC Gerindra Tanggamus Hajin M Umar Diki Fauzi,M.Basori dan Torifki Arisando

Bantuan yang diberikan oleh Partai Gerindra ini disambut langsung oleh Camat Wonosobo Edi Fachrurozi, Sekcam Wonosobo Isman Hadi, Kapolsek setempat Ipda, Arif Yanto dan Kepala pekon way Liwok Sunardi.

Selain memberikan bantuan, Ketua DPC Gerindra Tanggamus beserta rombongan mengecek lokasi penyebab terjadinya banjir yang mengakibatkan Ratusan rumah warga terendam banjir sedalam 1.5 meter.

Anggota Komisi IV DPRD Lampung tersebut bersama Dinas pekerjaan umum dan pengairan provinsi lampung Bidang Perencanaan, Tias, Andre, PPK21 Provinsi lampung Kementerian PUPR Ave Emda Prasetio Kawulusan meninjau lokasi tersebut.

Mukhlis Basri mengatakan, bantuan tersebut merupakan bentuk kepedulian Partai Gerindra kepada masyarakat kecamatan Wonosobo yang kini mengalami musibah.

Ketua DPC Gerindra Tanggamus menekankan kepada Dinas pekerjaan umum dan pengairan provinsi lampung Bidang perencanaan untuk melakukan normalisasi untuk pencegahan musibah yang akan terjadi kembali.

“Sekarang harus fokus untuk melakukan normalisasi, karena ini udah terjadi penyempitan dan kami menyerahkan bantuan dari Partai Gerindra, mudah-mudahan bantuan yang diberikan Partai Gerindra dapat meringankan beban para korban banjir

Lebih lanjut, Mukhlis Basri menjelaskan bahwa tujuan DPC Gerindra Tanggamus hadir bukan hanya memberikan bantuan saja tetapi merespon apa yang di butuhkan untuk menanggung bencana.

“Tujuan kami kesini, saya bawa orang dari Perairan, PU jalan, untuk melihat apa-apa yang dibutuhkan untuk di perjuangkan di provinsi seperti gorong-gorong kurang lebar dan dalam waktu dekat bisa dilaksanakan, yang jelas ini akan di normalisasikan Dari balai besar perairan provinsi,” ujarnya .

Sementara Camat Wonosobo Edi Fachruruzi menyambut baik kehadiran Legislator Gerindra tersebut, ia juga mengucapkan terima kasih atas bantuan yang diberikan DPC Gerindra Tanggamus.

“Semoga bantuan ini dan kehadiran dari rombongan Pak Mukhlis Basri ini dapat bermanfaat bagi warga yang terkena dampak banjir bandang ini,” ucapnya. (*)

Facebook Comments Box
Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Lampung

Gubernur Arinal Bersama Mentan Syahrul Yasin Limpo dan Mendag Zulkifli Hasan Lakukan Gerakan Tanam Kedelai

Published

on

Alteripost.co Tanggamus – Gubernur Lampung Arinal Djunaidi bersama Menteri Perdagangan RI Zulkifli Hasan dan Menteri Pertanian RI Syahrul Yasin Limpo melakukan Gerakan Tanam Kedelai di Pekon Banjarmasin, Kecamatan Bulok, Kabupaten Tanggamus, Jum’at (2/6/2023).

Gubernur Lampung menyambut baik diadakannya Gerakan Tanam Kedelai kegiatan pengembangan Kawasan kedelai di Gapoktan Umbul solo ini.

Ia berharap acara ini akan menjadi langkah untuk mencapai target peningkatan produksi kedelai di Provinsi Lampung serta semakin memotivasi dan menambah semangat petani Lampung untuk menanam kedelai di Provinsi Lampung.

Gubernur Arinal mengatakan pembangunan tanaman pangan diprioritaskan pada beberapa komoditas unggulan nasional yang di antaranya adalah tanaman kedelai.

Menurutnya, kedelai merupakan salah satu komoditas unggulan strategis nasional di Kementerian Pertanian yang harus terus dikembangkan agar dapat memenuhi kebutuhan dalam negeri.

Sebagai informasi, saat ini kebutuhan kedelai di dalam negeri terus meningkat seiring dengan meningkatnya jumlah penduduk dan dalam rentan 5 tahun terakhir kebutuhan kedelai dalam negeri mencapai 3,2 juta ton biji kering per tahun sedangkan produksi dalam negeri masih belum mencukupi.

Gubernur Arinal menyebut bahwa Provinsi Lampung merupakan salah satu daerah sentra produksi tanaman pangan khususnya padi, jagung dan ubikayu.

Pada komoditi kedelai, ia juga menyebut capaian produksi masih relatif rendah yaitu pada Tahun 2022 berdasarkan angka sementara sebesar 1.750 ton.

Gubernur Arinal menyampaikan, dalam rangka mendongkrak pencapaian produksi kedelai ditahun 2023, pemerintah melalui dana APBN Tahun Anggaran 2023 memberikan bantuan stimulan berupa benih kedelai bersertifikat dan Sarana Produksi (Saprodi) lainnya untuk areal seluas 5.000 hektar yang tersebar di 10 Kabupaten dan Kota.

Ia melanjutkan di Kabupaten Tanggamus sendiri mendapatkan alokasi kegiatan pengembangan kedelai seluas 190 hektar yang tersebar di 10 Kecamatan dan bantuan yang diterima oleh kelompok tani yaitu paket berupa benih kedelai, Pupuk NPK non subsidi, Pestisida, dan pupuk hayati cair.

Gubernur Arinal berpendapat peningkatan produksi kawasan kedelai Tahun Anggaran 2023 dapat terealisasi apabila seluruh faktor kunci dan pendukung peningkatan produksi dapat dipenuhi seperti fasilitasi pemerintah dalam penyediaan bantuan sarana produksi, penetapan kebijakan harga pembelian kedelai petani dan jaminan pasar dengan harga yang kompetitif serta ketersediaan benih kedelai bersertifikat memenuhi 6 tepat (tepat varietas, tepat jumlah, tepat mutu, tepat waktu, tepat lokasi, dan tepat harga).

Dengan adanya bantuan benih dan saprodi tersebut, Gubernur Arinal berharap dapat meningkatkan minat petani khususnya petani di Kabupaten Tanggamus guna mengembangkan budidaya kedelai.

“Karena Kabupaten Tanggamus merupakan salah satu Kabupaten yang memiliki potensi untuk pengembangan komoditi kedelai,” ujarnya.

Pada kesempatan yang sama, Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo mengatakan Lampung harus menjadi contoh bagi Provinsi lain sebagai daerah lokomotif pangan di Indonesia.

Ia melanjutkan bahwa Lampung harus bisa menyatukan seluruh unsur didalamnya baik dari tingkat terendah Kepala Desa, Camat, Bupati hingga Gubernur dalam menghadapi tantangan krisis pangan global.

“Dunia akan kehilangan produktivitasnya 30%, ini kata lembaga internasional termasuk kedelai,” pungkasnya.

Menteri Syahrul mengatakan pemerintah melalui Kementerian Pertanian akan menyiapkan 10 ribu hektare lahan untuk penanaman kedelai di Provinsi Lampung.

Ia menekankan bahwa gerakan tanam kedelai harus terus digairahkan kembali sehingga ketersediaan kedelai melimpah dan harganya menjadi murah serta berdampak dalam menekan impor kedelai dari luar negeri.

Mentri Syahrul juga berharap ke depan petani kedelai dan penduduk desa juga dapat mandiri dalam mengolah kedelai menjadi produk jadi seperti tempe, tahun maupun kecap.

Hadir pula dalam kesempatan tersebut Ketua Komisi IV DPR RI Sudin, Bupati Tanggamus Dewi Handayani dan Pj. Bupati Pringsewu Adi Erlansyah.(*).

Facebook Comments Box
Continue Reading