Connect with us

Berita Utama

Soal Kecelakaan Kerja di Proyek Pembangunan LBC, KPKAD Desak Pemangku Kebijakan Tak Tutup Mata

Published

on

Foto: Ketua KPKAD Lampung Gindha Ansori Wayka (istimewa)

 

Alteripost.co, Bandarlampung-
Terkait ambruknya lift bangunan kondominium apartemen Lampung Bay City, (LBC) di Jalan Yos Sudarso, Bumi Waras, Bandarlampung dengan beberapa orang diduga terluka pada dasarnya kecelakaan kerja ini bukan baru pertama kali.

Sebelumnya, pernah terjadi runtuhnya bangunan tersebut pada maret 2021 lalu, yang diduga menewaskan seorang pekerjanya. Insiden ambruknya lift tersebut merupakan pengulangan peristiwa yang kalau dilihat dari kacamata hukum ketenagakerjaan dan pidana ini ada masalahnya. Hal tersebut diungkapkan Ketua Komite Pemantauan Kebijakan dan Anggaran Daerah (KPKAD) Lampung Gindha Ansori Wayka, Jumat (19/11/2021).

Gindha sapaan akrabnya mengatakan, pada dasarnya untuk penerapan keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) di lokasi proyek pembangunan LBC harus benar-benar maksimal.

Lanjut Gindha, sebagaimana amanat UU No.13 Tahun 2003 tentang Ketenagakerjan mengamanatkan setiap pekerja berhak mendapat perlindungan, salah satunya program keselamatan dan kesehatan kerja (K3).

Karena insiden ini bukan pertama kalinya terjadi, Gindha mendorong hendaknya Pemangku Kebijakan dapat menghentikan pembangunan ini sebelum benar-benar pengembang bisa menjamin bahwa pembangunannya safety termasuk dalam hal K3. Karena dengan kejadian ini tentunya diduga ada hal kelalaian yang telah menyebabkan kerugian di pihak lain, termasuk pekerja di dalamnya.

“Saya mendorong para Pemangku Kebijakan, seperti Pemerintah Kota dan DPRD setempat untuk bereaksi atas kecelakaan kerja tersebut. Ini bukan kejadian yang pertama, jadi jangan tutup mata atas insiden itu, karena ini menyangkut keselamatan para pekerja juga,” pungkasnya.

Selain itu, Gindha juga mendorong Aparat Penegak Hukum (APH) terus memproses baik ambruknya bangunan pada Maret 2021 lalu, dan insiden kecelakaan lift yang terjadi belum lama ini, karena meskipun tidak disengaja, kelalaian dalam memenuhi K3 dapat juga dikenakan pidana.

Sebelumnya diberitakan, kembali terjadinya kecelakaan kerja pada proyek pembangunan LBC Apartemen menjadi perbincangan hangat, khususnya di kalangan masyarakat Lampung. Kali ini, kabar nahas tersebut juga mengundang atensi dari APH setempat, Rabu (17/11/2021).

Dalam siaran persnya, Kabid Humas Polda Lampung Kombes Pol Zahwani Pandra Arsyad menjelaskan, terjatuhnya mesin alimak (lift) dari lantai 21 bangunan gedung yang berada di jalan Yos Sudarso, Kelurahan Bumi Waras, Bandarlampung tersebut mengakibatkan 9 orang pekerja jadi korban. Diketahui, insiden tersebut terjadi pada hari Selasa (16/11/2021) sekira pukul 08.15 WIB.

Pandra sapaan akrabnya menambahkan, sejumlah pekerja mengalami luka akibat kecelakaan kerja setelah mesin alimak mengalami kerusakan hingga akhirnya jatuh ke lantai dasar.

“Ini adalah kecelakaan kerja dan tidak ada korban jiwa, saat ini ada 9 orang pekerja proyek yang mengalami luka-luka sedang mendapatkan perawatan intensif dari pihak perusahaan di rumah sakit Budi Medika Bandar Lampung”, sebut Pandra, Rabu (17/11/2021).

Lanjut Pandra, pihak kontraktor pelaksana adalah PT. Nusa Raya Cipta) (NRC) bakal menjamin perawatan kesehatan pada 9 orang korban kecelakaan kerja tersebut hingga pulih.

“Pihak perusahaan berjanji bakal menjamin perawatan kesehatan 9 orang korban kecelakaan kerja tersebut hingga pulih”, ujarnya.

Masih kata Pandra, atas insiden kecelakaan kerja ini masih ditangani Penyidik dari Satuan Reserse Krimimal (Sat Reskrim) Polresta Bandarlampung.

“Tim Inafis dari Satreskrim Polresta Bandarlampung masih olah TKP, nanti setelah selesai baru dapat disimpulkan apakah ada unsur kelalaian hingga menyebabkan terjadinya kecelakaan kerja tersebut,” tutup Pandra. (Gus)

Facebook Comments Box
Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Utama

KPU RI Tetapkan Pasangan Prabowo – Gibran Sebagai Presiden dan Wakil Presiden Terpilih

Published

on

Foto: Presiden dan Wakil Presiden RI terpilih periode 2024-2029

 

Alteripost.co, Nasional-
Komisi Pemilihan Umum (KPU) RI menetapkan pasangan nomor urut 2 Prabowo Subianto – Gibran Rakabuming Raka menjadi pemenang Pilpres 2024. Penetapan dilakukan setelah KPU menyelesaikan Rekapitulasi nasional perolehan suara Pilpres 2024.

Hasil Pilpres 2024 tersebut ditetapkan berdasarkan berita acara KPU nomor 218/PL.01.08-BA/05/2024. Hasil Pilpres 2024 langsung diumumkan setelah KPU merampungkan rekapitulasi nasional dan rapat pleno pada Rabu (20/3/2024).

Ketua KPU RI Hasyim Asy’ari mengatakan bahwa hasil rekapitulasi KPU secara nasional ini terdiri atas perolehan suara di 38 provinsi dan 128 panitia pemilihan luar negeri (PPLN). Total keseluruhan suara sah nasional sebanyak 164.227.475.

“Hasil Pemilihan Umum secara nasional sebagaimana dimaksud dalam Diktum Kesatu sampai dengan Diktum Kelima ditetapkan pada hari Rabu tanggal 20 bulan Maret tahun 2024 pukul 22.18.19 menit WIB,” kata Hasyim Asy’ari di Gedung KPU RI, Jakarta, Rabu malam.

Hasyim mengungkapkan pasangan Prabowo-Gibran meraih 96.214.691 suara. Sementara itu, lanjut dia, pasangan Anies Baswedan-Muhaimin Iskandar memperoleh 40.971.906 suara, sedangkan pasangan Ganjar Pranowo-Mahfud MD 27.040.878 mendapatkan suara.

Adapun total surat suara sah, menurut dia, berjumlah 164.227.475 suara.

Berikut perolehan suara nasional Pilpres 2024:

– Anies-Cak Imin 40.971.906 suara
– Prabowo-Gibran 96.214.691 suara
– Ganjar-Mahfud 27.040.878 suara

Pasangan Prabowo-Gibran unggul di 36 provinsi. Sedangkan pasangan Anies-Cak Imin hanya unggul di 2 provinsi lainnya.

Dengan demikian, KPU menyatakan pasangan calon Prabowo-Gibran memenangkan Pilpres 2024. (*)

Facebook Comments Box
Continue Reading