Connect with us

Ruwajurai

Upaya Pemprov Lampung Buat Masyarakat Disiplin Taat Pajak Menuai Apresiasi Dewan

Published

on

Foto: Sekertaris Komisi III DPRD Lampung Hanifal (istimewa)

 

Alteripost.co, Bandarlampung-
Untuk mendorong masyarakat agar membayar pajak tepat pada waktunya, Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Provinsi Lampung di tahun 2022 berencana meluncurkan program pemberitahuan melalui Short Massage Service (SMS). Hal tersebut terungkap dalam rapat dengar pendapat (Hearing) beberapa waktu lalu antara Komisi III DPRD bersama pihak Bapenda Lampung.

Sekertaris Komisi III DPRD Lampung Hanifal mengatakan bahwa pihaknya mendorong program tersebut agar dapat terlaksana sesuai peruntukannya.

Menurut Ketua Fraksi Demokrat DPRD Lampung tersebut, Bapenda memang mesti aktif dalam mensosialisasikan atau mengingatkan kepada masyarakat yang wajib pajak Pajak Kendaraan Bermotor (PKB).

Sambung Hanifal, langkah mensosialisasikan dan mengingatkan para wajib pajak tersebut, dampak positifnya untuk terus memaksimalkan potensi Pendapatan Asli Daerah (PAD) bagi Provinsi Lampung.

“Kita dukung inovasi yang akan dilakukan pihak Bapenda Lampung, selagi itu dampaknya baik untuk memaksimalkan potensi PAD yang ada, maka kita support,” ujarnya baru-baru ini.

Di sisi lain, Kepala Bapenda Lampung melalui Sekertaris Badan Jon Novri mengatakan bahwa program tersebut secara umum, bentuknya hanya pengingat melalui SMS.

“Jadi ya teknisnya kita menginfokan kepada wajib pajak satu bulan sebelum jatuh tempo. Ini bentuknya sebagai pengingat saja kepada masyarakat agar disiplin dan taat membayar pajak,” ucapnya. (Gus)

Facebook Comments Box
Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Ruwajurai

Degensetisasi PLN Dorong Industri Pertanian di Lampung Makin Hijau dan Efisien

Published

on

Alteripost Bandar Lampung – Degensetisasi merupakan salah satu program PLN yang mengganti dari penggunaan genset berbahan bakar fosil ke penggunaan energi listrik yang ramah lingkungan. Program ini diklaim selain mendukung energi bersih juga lebih efisien sehingga membantu menekan biaya operasional. Jumat (1/3/2024).

General Manager PT PLN (Persero) Unit Induk Distribusi Lampung, Sugeng Widodo turun langsung melakukan penyambungan dan penyalaan di salah satu industri penghasil pupuk organik yaitu CV Duta Agro Lestari yang berlokasi di Kecamatan Kalirejo Kabupaten Lampung Tengah. Hal itu dilakukan, sebagai komitmen PLN mendukung pertumbuhan ekonomi melalui sektor industri pertanian di Provinsi Lampung. Selain itu, penyalaan di Industri pupuk organik tersebut merupakan pengimplementasian program degensetisasi PLN.

“Alhamdulillah, hari ini PLN menyalakan listrik dengan daya 41500 Volt Ampere (VA) di CV Duta Agro Lestari. Ini merupakan komitmen kami di PLN untuk mendukung industri pertanian atau usaha pertanian yang ada di Provinsi Lampung”, ujar Sugeng Widodo.

Selain itu, Sugeng menuturkan, penyalaan listrik tersebut merupakan salah satu program PLN untuk melakukan degensetisasi secara masif di masyarakat. Menurutnya, dengan mengurangi penggunaan energi fosil, kita membantu lingkungan bebas emisi, tetap bersih dan hijau.

“Melalui program gensetisasi, PLN terus mendukung lingkungan kita bebas emisi, bersih dan hijau. Sebelumnya menggunakan Genset beremisi dan tidak ramah lingkungan, membutuhkan 35 liter solar per hari untuk pembakarannya, kini digantikan dengan penggunaan energi listrik yang tentunya ramah lingkungan,” ujarnya.

Sementara Leman selaku pemilik CV Duta Agro Lestari mengapresiasi penyalaan listrik yang dilakukan PLN. Leman mengaku sangat beryukur bahwa listrik PLN sudah menyala sehingga Leman dapat segera mengoperasikan tempat usahanya tersebut.

“Saya bersyukur PLN telah memasang listrik di tempat usaha kami, biar langgeng, biar berkah. Alhamdulillah langsung nyala, terima kasih buat PLN,” kata Leman.

Hadirnya pabrik pupuk milik Leman tersebut sangat membantu masyarakat disekitarnya. Dia telah mempekerjakan 30 pekerja yang berasal dari desa tempat usahanya itu beroperasi. Leman menjelaskan, bahan bakunya dari kotoran ternak diantaranya kotoran sapi, kotoran ayam dan kapur.

“Semula kami menggunakan listrik dari genset berbahan bakar solar untuk memproduksi pupuk organik. Dalam satu tahun kami positif memproduksi 3000 ton pupuk organik dan laku terjual di pasar lokalan Lampung. Alhamdulillah hari ini listrik langsung dipasang, langsung nyala, langsung besok bisa operasi, sangat senang sekali dengan pelayanan PLN,” ujar Leman.

Ditambahkannya, saat pabriknya tersebut beroperasi menggunakan genset, Leman harus menyiapkan solar 35 liter perhari, itu pun jika solarnya mudah didapat.

“Selain solar, jika genset sedang dilakukan pemeliharaan, saya harus menyiapkan oli dan sparepart untuk mesin, harus membayar operator genset dan sebagainya hingga biayanya membengkak. Sekarang saya sudah pakai listrik PLN yang tentunya sudah praktis, bersih, ramah lingkungan dan sangat efisien terhadap biaya operasionalnya,” tutup Leman.(*)

Facebook Comments Box
Continue Reading