Connect with us

Ruwajurai

Upaya Pemprov Lampung Buat Masyarakat Disiplin Taat Pajak Menuai Apresiasi Dewan

Published

on

Foto: Sekertaris Komisi III DPRD Lampung Hanifal (istimewa)

 

Alteripost.co, Bandarlampung-
Untuk mendorong masyarakat agar membayar pajak tepat pada waktunya, Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Provinsi Lampung di tahun 2022 berencana meluncurkan program pemberitahuan melalui Short Massage Service (SMS). Hal tersebut terungkap dalam rapat dengar pendapat (Hearing) beberapa waktu lalu antara Komisi III DPRD bersama pihak Bapenda Lampung.

Sekertaris Komisi III DPRD Lampung Hanifal mengatakan bahwa pihaknya mendorong program tersebut agar dapat terlaksana sesuai peruntukannya.

Menurut Ketua Fraksi Demokrat DPRD Lampung tersebut, Bapenda memang mesti aktif dalam mensosialisasikan atau mengingatkan kepada masyarakat yang wajib pajak Pajak Kendaraan Bermotor (PKB).

Sambung Hanifal, langkah mensosialisasikan dan mengingatkan para wajib pajak tersebut, dampak positifnya untuk terus memaksimalkan potensi Pendapatan Asli Daerah (PAD) bagi Provinsi Lampung.

“Kita dukung inovasi yang akan dilakukan pihak Bapenda Lampung, selagi itu dampaknya baik untuk memaksimalkan potensi PAD yang ada, maka kita support,” ujarnya baru-baru ini.

Di sisi lain, Kepala Bapenda Lampung melalui Sekertaris Badan Jon Novri mengatakan bahwa program tersebut secara umum, bentuknya hanya pengingat melalui SMS.

“Jadi ya teknisnya kita menginfokan kepada wajib pajak satu bulan sebelum jatuh tempo. Ini bentuknya sebagai pengingat saja kepada masyarakat agar disiplin dan taat membayar pajak,” ucapnya. (Gus)

Facebook Comments Box
Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Ruwajurai

OJK Provinsi Lampung: Perlindungan Data Pribadi Sangatlah Penting

Published

on

Alteripost Bandar Lampung – Kantor Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Lampung OJK Lampung menekankan bahwa perlindungan data pribadi sangatlah penting dan menjadi kewajiban bagi seluruh lapisan masyarakat agar terhindar dari kejahatan penyalahgunaan data pribadi.

Tips untuk melindungi data pribadi agar terhindar dari kejahatan di sektor keuangan yaitu: Jaga Kerahasiaan Data Pribadi: Jangan membagikan informasi pribadi seperti nomor KTP, nomor rekening, PIN, dan password kepada siapapun, termasuk melalui media sosial atau telepon.
Hindari Mengakses Situs Tidak Resmi: Pastikan hanya mengakses situs web resmi lembaga keuangan atau aplikasi mobile yang terdaftar dan diawasi oleh OJK.

Gunakan Password yang Kuat: Buat password yang kompleks dan berbeda untuk setiap akun keuangan Anda. Hindari penggunaan password yang mudah ditebak seperti tanggal lahir atau nama.

Perbarui Informasi Secara Berkala: Selalu perbarui informasi kontak Anda di lembaga keuangan agar dapat menerima notifikasi atau informasi penting terkait keamanan akun Anda.

Waspadai Phishing: Jangan klik tautan atau membuka lampiran dari email atau pesan yang mencurigakan yang mengaku dari lembaga keuangan. Selalu verifikasi keaslian komunikasi tersebut dengan menghubungi lembaga keuangan melalui saluran resmi.

Aktifkan Verifikasi Dua Faktor (2FA): Jika tersedia, gunakan fitur verifikasi dua faktor untuk lapisan keamanan tambahan pada akun keuangan Anda.

Monitor Transaksi Keuangan: Rutin cek mutasi rekening dan laporan transaksi keuangan Anda. Segera laporkan kepada lembaga keuangan jika menemukan transaksi yang mencurigakan atau tidak dikenal.

Gunakan Antivirus dan Firewall: Pastikan perangkat yang digunakan untuk mengakses layanan keuangan dilengkapi dengan antivirus dan firewall yang selalu diperbarui untuk mencegah malware atau serangan siber.

Edukasi Diri: Selalu update informasi mengenai metode dan modus baru kejahatan siber di sektor keuangan. Banyak informasi yang bisa didapatkan dari sumber-sumber resmi seperti OJK, Bank Indonesia, atau lembaga keuangan terpercaya.

Terkait dengan permasalahan yang menimpa warga Kelurahan Gunung Sari di Bandar Lampung. OJK Lampung telah melakukan komunikasi untuk mengetahui permasalahan sebenarnya. “Kepada warga hendaknya senantiasa menjaga data pribadi dan harus mengetahui setiap penggunaan data pribadi masing-masing individu agar terhindar dari risiko penyalahgunaan data pribadi oleh oknum yang tidak bertanggung jawab”. Ujar Aprianus John Risnad (Deputi Direktur Pengawasan LJK 1 OJK Lampung).

Dalam pertemuan bersama warga Kelurahan Gunung Sari dan Kelurahan Kampung Tempel. OJK Lampung juga telah memanggil LJK terkait untuk meminta klarifikasi dan penjelasan lebih lanjut atas permasalahan yang terjadi, termasuk meminta mempercepat proses investigasi.

Otto Fitriandy selaku Kepala OJK Provinsi Lampung menekankan bahwa perlindungan data pribadi sangatlah penting dan menjadi kewajiban bagi seluruh lapisan masyarakat. Dengan adanya permasalahan ini, diharapkan masyarakat dapat lebih berhati-hati agar terhindar dari penyalahgunaan data pribadi oleh oknum-oknum yang tidak bertanggung jawab. (*)

Facebook Comments Box
Continue Reading