Ekonomi dan Bisnis
Menuju Buku III, Bank Lampung Kolaborasi Dengan Bank Jatim
Alteripost Bandar Lampung – Bank Lampung bakal berkolaborasi dengan Bank Jatim. Dengan kolaborasi ini dipastikan Bank Lampung lolos dari degradasi menjadi BPR. Hal itu diungkapkan Direktur Utama Bank Lampung Presley Hutabarat, Kamis (29/2/2024).
Dengan memenuhi ketentuan tentang modal inti minimal Rp 3 triliun pada akhir tahun 2024. Otomatis Bank Lampung terhindari dari degradasi menjadi BPR. Syarat mengenai modal inti BPD ini merujuk pada Peraturan Otoritas Jasa Keuangan (POJK) Nomor 12/POJK.03/2020 Tahun 2020.
“Dalam RUPS – LB Bank Lampung yang digelar, Rabu (28/2/2024) di hotel Mercure Bandar Lampung. Para pemegang saham telah menyetujui kolaborasi antara Bank Lampung dan Bank Jatim. Dengan berkelopok usaha bank (KUB) dengan Bank Jatim, diakui Presley Hutabarat akan banyak keuntungan yang di dapatkan Bank Lampung” ujar Presley Hutabarat.
Dengan kolaborasi Bank Lampung dalam KUB Bank Jatim, keuntungan yang didapatkan antara lain modal Bank Lampung akan dihitung secara konsolidasi. Kedua nasabah Bank Lampung saat akan melakukan transaksi bisa menggunakan outlet Bank Jatim begitu juga sebaliknya.
“Kemudian selama ini Lampung terkenal potensi ekspor tinggi, nantinya Bank Lampung bisa melayani kredit untuk sektor ini. Untuk TKI yang ada di luar negeri nantinya Bank Lampung juga bisa melayani pengiriman uang dari luar negeri bahkan ada program kredit khusus bagi mereka,” ungkap Presley Hutabarat.
KUB sendiri diperkirakan akan selesai pada awal Juni 2024 mendatang. Yaitu dengan dilakukannya penandatanganan secara resmi dan disaksikan oleh pemegang saham Bank Lampung dan Bank Jatim.
Untuk itu Presley Hutabarat meminta para nasabah jangan khawatir lagi Bank Lampung menjadi BPR. Karena Bank Lampung tetap menjadi bank konvensional dan justru Lampung berkomitmen untuk meningkatkan prestasi di tahun 2024 dan tahun – tahun berikutnya.
Bank Lampung sendiri telah siap menyongsong kolaborasi ini. Terbukti dengan telah dikirimkan nya tim Bank Lampung ke Surabaya sejak Desember 2023 kemarin guna mempelajari apa yang perlu ditambah di Bank Lampung. Begitu juga sebaliknya Bank Jatim telah datang ke Bank Lampung melihat kesiapan yang dimiliki termasuk IT.
Hasil RUPS – LB Bank Lampung lainnya adalah para pemegang saham menerima kinerja yang dilakukan Dewan Direksi dan Dewan Komisaris Bank Lampung untuk tahun buku 2023, termasuk laporan keuangan.
Presley Hutabarat menjelaskan pencapaian kinerja Bank Lampung per 31 Desember 2023, untuk total aset Rp 10.327 T. Total kredit Rp 6.96 T, dimana untuk kredit produktif Rp 2,10 T dan kredit konsumtif Rp 4.86 T. Pengembangan bisnis KUR mencapai 15.370 debitur dan outstanding Rp 972 Miliar.
Bagaimana dengan dana pihak ketiga & laba Bank Lampung ? “Untuk dana pihak ketiga (DPK) secara keseluruhan sebesar Rp 7.74 T. Dimana dari tabungan sebesar Rp 1.73 T, giro Rp 1.14 T dan deposito Rp 4.87 T. Sedangkan untuk laba tahun berjalan sesudah pajak Rp 175 Miliar” katanya.
Bank Lampung saat ini memiliki jaringan kantor 7 kantor cabang, 32 kantor cabang pembantu, 27 kantor kas, 20 payment, 16 mobil kas dan 157 mesin ATM. Sementara agen L-Smart tercatat 2.933 agen yang tersebar di 1.564 keluarahan/desa atau 58.92% dari keseluruhan jumlah kelurahan/desa yang ada di Provinsi Lampung.(*)
Ekonomi dan Bisnis
OJK Tindak Lanjuti Masukan MSCI, Reformasi Pasar Modal Terus Berjalan
Alteripost Jakarta – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menghormati penilaian lembaga penyedia indeks global MSCI Inc. yang memulai periode konsultasi atas proposal reklasifikasi status Indonesia. OJK menegaskan komitmennya untuk terus memperkuat reformasi dan integritas pasar modal nasional.
Dalam pengumuman pada 15 Oktober 2026, MSCI menyampaikan apresiasi atas berbagai inisiatif reformasi pasar modal Indonesia yang telah berjalan. Inisiatif tersebut meliputi publikasi kepemilikan saham di atas 1 persen, peningkatan granularitas klasifikasi investor, pengumuman High Shareholding Concentration (HSC), serta kebijakan baru mengenai peningkatan batas minimum saham beredar di publik (free float).
Ketua Dewan Komisioner OJK, Friderica Widyasari Dewi, mengatakan OJK menghormati pandangan MSCI dan terus melakukan pembenahan serta menindaklanjuti berbagai masukan yang disampaikan.
OJK juga memberikan perhatian serius terhadap penilaian MSCI mengenai sejumlah aspek yang masih memerlukan penyempurnaan ke depan. OJK menghormati independensi lembaga penyedia indeks global, termasuk MSCI, serta menghargai setiap masukan dari seluruh pemangku kepentingan.
“Kami meyakini pasar modal domestik tetap prospektif dan menarik. Hal ini didukung oleh fundamental perekonomian Indonesia yang terjaga, basis investor yang terus bertumbuh, valuasi saham yang kompetitif, dan kinerja fundamental emiten yang secara umum masih positif,” kata Friderica.
Sementara itu, Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal, Keuangan Derivatif, dan Bursa Karbon OJK, Hasan Fawzi, menyampaikan bahwa masukan MSCI sejalan dengan Rencana Aksi Percepatan Reformasi Integritas Pasar Modal Indonesia.
Menurut Hasan, salah satu aspek penting dalam agenda reformasi tersebut adalah penguatan penegakan hukum yang dilakukan secara konsisten dan berkelanjutan.
“OJK berkomitmen untuk terus memperkuat penegakan hukum di sektor pasar modal dalam upaya menegakkan integritas pasar, dengan koordinasi dan sinergi yang efektif bersama seluruh pihak terkait,” ujar Hasan.
Ke depan, OJK bersama Self-Regulatory Organization (SRO) akan terus membangun komunikasi konstruktif dengan lembaga penyedia indeks global dan investor institusi internasional.
Komunikasi berkelanjutan tersebut bertujuan memastikan otoritas Indonesia dapat menyampaikan perkembangan terbaru reformasi pasar modal nasional, sekaligus memperoleh masukan dan rekomendasi kebijakan guna mendukung penyempurnaan pasar modal secara berkelanjutan.(*)

