Connect with us

Ekonomi dan Bisnis

58 Tahun Bank Lampung Melayani dan Berprestasi

Published

on

Alteripost Bandar Lampung – Direktur Utama Bank Lampung Presley Hutabarat mengajak seluruh pekerja Bank Lampung untuk saling bahu membahu membangun Bank Lampung melalui Profesionalisme Kerja yang Unggul. Ajakan tersebut digaungkan sang nahkoda Bank Lampung dalam upacara peringatan hari jadi Bank Lampung ke-58, Rabu (31/1/2024).

“Dengan kebersamaan dan komitmen kita bersama dalam melayani dan berprestasi di Bank Lampung, kami yakin seluruh target bisnis dan strategi bisnis yang dijalankan akan mencapai hasil yang membanggakan dan Tumbuh menjadi lebih baik lagi” ucap Presley Hutabarat.

Upacara peringatan HUT Ke- 58 Bank Lampung yang digelar di kantor pusat Bank Lampung tersebut dihadiri oleh Komisaris Utama Bank Lampung Fahrizal Darminto, Komisaris Independen Junaidi Hisom dan Mira Rozanna, Dirut Bank Lampung Presley Hutabarat, Direktur Bisnis Ahmad Jahri. Direktur Kepatuhan Mahdi Yusuf dan Direktur Operasional Indra Merviana.

Dalam kesempatan tersebut Bank Lampung juga memberikan penghargaan kepada 22 orang pekerjanya. Yaitu 19 pekerja dengan masa kerja 25 tahun , 3 orang untuk masa kerja 30 tahun dan 4 orang pegawai yang pensiun.

Kemudian juga dilakukan pengundian keagamaan bagi 10 orang pekerja Bank Lampung yang beruntung, Dilanjutkan dengan pengundian ibadah keagamaan dari koperasi pekerja Bank Lampung.

Dirut Bank Lampung Presley Hutabarat mengungkapkan setelah terjadi perubahan Visi dan Mis, Bank Lampung mulai terjadi pergeseran pangsa kredit konsumtif dan produktif. Tahun 2021 kredit konsumtif sebesar 83% dan kredit produktip 17%.
Kemudian tahun 2022 kredit konsumtif 77,83% dan kredit produktif 22,17%. Di tahun 2023 kemarin pangsa kredit konsumtip sebesar 69,79% dan kredit produktif 30.21%..

Presley Hutabarat juga mengakui tentu membutuhkan strategi pemasaran menciptakan pangsa pasar baru untuk kredit konsumtif disamping tetap mengembangkan kredit segmen Usaha Mikro dan Kecil dan Menengah. Tahun 2024 ini mengusung tema HUT Bank Lampung ke 58 Tahun yaitu Bank lampung telah hadir di UMKM.

Bank Lampung juga berkomitmen akan terus memberikan kemudahan pelayanan untuk menyalurkan kredit mikro, kecil dan menengah untuk mendorong perekonomian Propinsi Lampung khususnya dengan tetap mempertahankan kredit konsumtif.

Dalam peringatan HUT Ke-58 ini, Bank Lampung telah melaksanakan beberapa rangkaian acara mulai dari anjang sana ke para mantan pengurus Bank Lampung. Kemudian dilanjutkan kegiatan olahraga untuk intern Bank Lampung diantaranya bulu tangkis, tenis meja, tenis lapangan dan gaple.

“Untuk puncak peringatan HUT ke- 58 Bank Lampung sendiri rencananya akan dilaksanakan pada tgl 2 Maret 2024 mendatang yaitu famiy gathering,’ ujar Presley Hutabarat. (*)

Facebook Comments Box
Continue Reading

Ekonomi dan Bisnis

Perkuat Literasi Keuangan, OJK Lampung Serahkan 150 Polis Asuransi Jiwa Untuk Guru di Pesisir Barat

Published

on

Alteripost Pesisir Barat – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Lampung berkolaborasi dengan Pemerintah Kabupaten Pesisir Barat dan Asuransi Astra mengambil langkah konkret dalam memperluas inklusi keuangan di daerah. Kegiatan yang bertempat di Lobby Teluk Stabas, Gedung Marga Sai Batin, Kabupaten Pesisir Barat ini merupakan sinergi yang menghadirkan edukasi literasiserta bentuk nyata aksi inklusi melalui penyerahan polis asuransi jiwa kepada 150 Aparatur Sipil Negara (ASN) guru dan tenaga pendidik.

Langkah strategis ini diambil sebagai respons atas tantangan kerentanan finansial di masyarakat. Kepala OJK Lampung, Otto Fitriandy melalui sambutan yang disampaikan Deputi Direktur OJK Lampung, Ety Elyati, menegaskan bahwa kepemilikan asuransi jiwa bagi seorang ASN dan pendidik merupakan wujud jaring pengaman tambahan (safety net) serta bukti perlindungan nyata bagi keluarga. Jika terjadi risiko tak terduga seperti sakit kritis atau hilangnya pencari nafkah, asuransi memastikan keluarga yang ditinggalkan tetap aman secara finansial dan anak-anak tetap bisa bersekolah tanpa harus berhutang atau menjual aset berharga. Literasi harus segera diikuti dengan inklusi kepemilikan produk, agar perlindungannya benar-benar dirasakan dan membawa dampak kesejahteraan.

Mengikis Kesenjangan Melalui Peran Strategis Guru

Merujuk pada Survei Nasional Literasi dan Inklusi Keuangan (SNLIK) 2025, indeks literasi keuangan nasional telah mencapai 66,46% dan indeks inklusi sebesar 80,51%. Meski angka ini menunjukkan peningkatan, namun masih terdapat kesenjangan (gap) yang mengindikasikan bahwa kemudahan masyarakat dalam mengakses layanan keuangan, belum disertai dengan pemahaman mendalam untuk mengelolanya secara bijak. Celah inilah yang sering kali dimanfaatkan oleh pelaku kejahatan siber, pinjaman online ilegal, maupun investasi bodong yang merugikan masyarakat saat memiliki kebutuhan pendanaan mendesak.

Asisten Perekonomian dan Pembangunan Kabupaten Pesisir Barat, Drs. Zukri Amin, M.P., menyambut baik program yang menyasar tenaga pendidik ini. Menurutnya, guru memegang peranan krusial sebagai agen perubahan di tengah masyarakat.“Kami menaruh harapan besar agar ilmu yang diperoleh hari ini tidak berhenti di sini, tetapi diteruskan kepada para siswa, rekan kerja, dan masyarakat sekitar.

Melalui Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPAKD), Pemkab Pesisir Barat berkomitmen memastikan literasi dan inklusi keuangan berjalan beriringan sehingga masyarakat lebih siap merencanakan masa depan, mengelola risiko, dan meningkatkan perekonomian daerah,” jelas Zukri.

Pengawasan Ketat OJK demi Keamanan Konsumen

Guna memberikan ketenangan bagi masyarakat yang mulai mengakses asuransi jiwa, OJK menjamin adanya pengawasan yang ketat terhadap seluruh lembaga jasa keuangan. Sesuai dengan amanat Undang-Undang Nomor 4 Tahun 2023 tentang P2SK, OJK hadir untuk memastikan setiap perusahaan asuransi memberikan manfaat dan memenuhi hak-hak pemegang polis sesuai dengan perjanjian.

Kolaborasi yang turut didukung oleh Asuransi Astra ini diharapkan mampu mengubah paradigma masyarakat yang selama ini menganggap asuransi sebagai kebutuhan yang bisa ditunda.Pemberian 150 polis asuransi ini diharapkan menjadi tonggak awal dalam mencetak tenaga pendidik yang ‘Cerdas Finansial’. Dengan hati yang tenang karena terlindungi secara finansial, para guru dipastikan dapat memberikan dedikasi yang jauh lebih maksimal dalam membangun kualitas generasi muda di Pesisir Barat.(*)

Facebook Comments Box
Continue Reading