Lampung Selatan
Staf Ahli Bupati Bidang Keuangan Pemkab Lamsel Meminta Peringatan Isra Mikraj 1445 Hijriah jangan hanya dijadikan kegiatan Seremonial Belaka
Alteripost Kalianda – Peristiwa Isra Mikraj memiliki makna yang besar bagi umat Islam. Bukan hanya keyakinan akan mukjizat Isra Mikraj dan perintah salat lima waktu saja, namun Isra Mikraj juga merupakan peristiwa yang semakin memperkuat akidah dan akhlak umat muslim.
Staf Ahli Bupati Bidang Keuangan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lampung Selatan, Achmad Herry, S.E., M.M., meminta peringatan Isra Mikraj 1445 Hijriah jangan hanya dijadikan kegiatan seremonial belaka.
Pria yang biasa disapa Herry ini mengatakan, pengajian Isra Mikraj yang diperingati setiap tanggal 27 Rajab Hijriah harus dijadikan sebagai momentum untuk introspeksi diri dalam meneladani Rasulullah SAW.
“Mari kita jadikan Isra Mikraj ini sebagai sarana Intropeksi diri, sejauh mana tugas dan tanggung jawab telah kita dilaksanakan,” ujar Herry saat menyampaikan sambutan bupati pada peringatan Isra Mikraj 1445 H di Masjid Agung, Kalianda, Jumat (16/2/2024).
Disamping itu, melalui momentum Isra Mikraj 1445 H, Herry mengajak seluruh jamaah yang hadir untuk memperkuat kecintaan kepada Allah SWT dan Nabi Muhammad SAW.
Diantaranya dengan turut berperan dalam menanamkan nilai, semangat dan akhlak Nabi Muhammad SAW kepada seluruh generasi muda agar senantiasa berpegang teguh kepada ajaran Islam.
“Sehingga akan tercipta generasi-generasi unggul Lampung Selatan yang memiliki kecerdasan, berdaya saing, berkepribadian Pancasila serta berakhlak mulia,” kata dia.
Terakhir, Achmad Herry juga mengajak seluruh jamaah yang hadir untuk kembali mengkaji makna dari peristiwa Isra Mikraj dengan terus memperkuat integritas moral.
“Yang terpenting teruslah berusaha memperbaiki serta meningkatkan kualitas kinerja demi kemajuan Kabupaten Lampung Selatan yang kita cintai ini,” tutur Herry.
Sementara, peringatan Isra Mikraj diisi tausiah agama yang disampaikan, Ketua Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Lampung Selatan KH. Mukhlisin dihadiri para pejabat pimpinan tinggi, pejabat eselon 3 dan 4, serta aparatur sipil negara Pemkab Lampung Selatan.
Seperti pengajian lainnya, peringatan Isra Mikraj 1445 H didominasi ibu-ibu pengurus majelis taklim Masjid Agung Kalianda dan ibu-ibu pengurus majelis taklim Kecamatan Kalianda dan sekitarnya. (*)
Lampung Selatan
Pemkab Lampung Selatan Gandeng DAMRI, Rute Kalianda-Jakarta Kembali Dibuka
Alteripost Kalianda – Kabar baik bagi masyarakat Lampung Selatan yang membutuhkan akses transportasi langsung menuju Jakarta.
Rute DAMRI Kalianda-Jakarta via Lintas Sumatra kembali beroperasi mulai 21 Agustus 2026, dengan tarif perjalanan mulai Rp215.000.
Layanan transportasi darat tersebut menjadi alternatif bagi masyarakat yang hendak bepergian dari Lampung menuju sejumlah wilayah di Banten, Tangerang hingga Jakarta.
Selain melayani keberangkatan dari Kalianda, rute ini juga terhubung dengan Stasiun KA Tanjung Karang serta sejumlah titik strategis di sepanjang perjalanan.
Adapun rute perjalanan Lampung-Jakarta meliputi Stasiun KA Tanjung Karang, Kalianda, Rumah Makan Siang Malam, Desa Hatta, Loket DAMRI Serang, Terminal Poris, Terminal BSD, hingga Stasiun KA Gambir.
Untuk keberangkatan dari Stasiun KA Tanjung Karang menuju Serang, Poris, BSD maupun Gambir, bus dijadwalkan berangkat pukul 09.00 WIB. Sementara itu, keberangkatan dari Kalianda tersedia pada pukul 10.30 WIB.
Khusus masyarakat yang berangkat dari Kalianda, titik layanan penumpang berada di loket DAMRI kawasan Taman Edukasi, tepatnya di samping Kantor Polisi Militer Lampung Selatan.
Dengan tersedianya titik keberangkatan tersebut, masyarakat dapat memilih lokasi dan tujuan perjalanan sesuai kebutuhan.
Dari sisi tarif, perjalanan dari Stasiun KA Tanjung Karang, Hatta, maupun Kalianda menuju Gambir ditetapkan sebesar Rp255.000. Sementara perjalanan menuju Serang, Poris, atau BSD dikenakan tarif mulai Rp215.000.
Tak hanya menawarkan akses perjalanan antarkota, layanan tersebut juga dilengkapi fasilitas yang menunjang kenyamanan penumpang selama perjalanan jarak jauh. Bus menggunakan konfigurasi kursi Seat 2-2 Reclining, serta dilengkapi pendingin udara (AC), toilet, colokan pengisi daya, dan kamera pengawas (CCTV).
Penumpang juga memperoleh snack dan air mineral selama perjalanan. Fasilitas tersebut diharapkan dapat memberikan kenyamanan lebih bagi masyarakat yang menempuh perjalanan darat dari Lampung menuju wilayah Banten, Tangerang dan Jakarta.
Sekretaris Daerah Kabupaten Lampung Selatan, Supriyanto, mengatakan pengoperasian kembali rute tersebut merupakan bagian dari upaya Pemerintah Kabupaten Lampung Selatan bersama DAMRI dalam meningkatkan pelayanan transportasi bagi masyarakat.
Menurutnya, kehadiran kembali layanan DAMRI dari Jakarta hingga Lampung melalui Kalianda memberikan pilihan transportasi darat yang lebih luas, khususnya bagi masyarakat Kabupaten Lampung Selatan.
“Pemerintah Kabupaten Lampung Selatan bersama DAMRI terus melakukan upaya peningkatan pelayanan kepada masyarakat. Karena itu, rute dari Jakarta sampai ke Lampung melalui Kalianda ini kembali dibuka,” ujar Supriyanto, Rabu (19/8/2026).
Ia menambahkan, keberadaan rute tersebut tidak hanya memberikan alternatif mobilitas masyarakat, tetapi juga memperkuat konektivitas antara Lampung Selatan dengan sejumlah wilayah penting di Pulau Jawa.
Supriyanto berharap kolaborasi antara Pemerintah Kabupaten Lampung Selatan dan DAMRI tersebut dapat memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat.
Selain memudahkan mobilitas, peningkatan konektivitas diharapkan ikut membuka peluang bagi pengembangan pariwisata dan aktivitas ekonomi daerah.
“Harapannya, layanan ini dapat meningkatkan konektivitas wilayah, mendukung pengembangan sektor pariwisata, sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi di Kabupaten Lampung Selatan,” tutur Supriyanto.
Dengan kembali beroperasinya rute Kalianda-Jakarta, masyarakat Lampung Selatan kini memiliki pilihan perjalanan darat yang menghubungkan langsung kawasan Kalianda dan Tanjung Karang dengan sejumlah pusat aktivitas di Banten, Tangerang dan Jakarta, sekaligus menawarkan tarif yang relatif terjangkau dan fasilitas perjalanan yang memadai.(*)

