Connect with us

Ekonomi dan Bisnis

Menabung Sejak Dini Dengan Tabungan Simpel Bank Lampung

Published

on

Alteripost Bandar Lampung – Tanggal 2 Mei 2024 kemarin kita baru saja memperingati Hari Pendidikan Nasional. Bank Lampung secara kontinyu menggiatkan kesadaran menabung sejak dini dikalangan pelajar melalui tabungan SimPel (Simpanan Pelajar) Bank Lampung.

“Tabungan Simpel Bank Lampung merupakan tabungan untuk siswa/pelajar yang ditertibkan oleh Bank Lampung dengan persyaratan mudah dan sederhana serta fitur yang menarik, dalam rangka edukasi dan inklusi keuangan untuk mendorong budaya menabung sejak dini” ujar Humas Bank Lampung Edo Lazuardi, Jum’at (3/5/2024).

Lebih lanjut Edo menjelaskan sangat penting untuk memperkenalkan kepada anak pentingnya menabung sejak dini. “Karena mereka nantinya akan mengetahui manfaat menabung dan belajar mengatur keuangan sejak dini” katanya.

Bank Lampung sendiri memiliki sekolah – sekolah binaan. Dimana secara rutin tim Bank Lampung akan datang ke sekolah – sekolah tersebut untuk melayani para pelajar yang ingin menabung.

Apa saja syarat membuka tabungan simpel Bank Lampung? “Syarat buka tabungan Simpel Bank Lampung cukup membawa foto copy kartu keluarga dan foto copy tanda pengenal anak” jelas Edo

Untuk setoran awal tabungan Simpel yaitu Rp5.000,- kemudian Setoran selanjutnya minimum Rp1.000,- dan saldo minimum Rp5.000,-. Tidak ada biaya administrasi dan tidak ada bunga. (*)

Facebook Comments Box
Continue Reading

Ekonomi dan Bisnis

OJK Tindak Lanjuti Masukan MSCI, Reformasi Pasar Modal Terus Berjalan

Published

on

Alteripost Jakarta – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menghormati penilaian lembaga penyedia indeks global MSCI Inc. yang memulai periode konsultasi atas proposal reklasifikasi status Indonesia. OJK menegaskan komitmennya untuk terus memperkuat reformasi dan integritas pasar modal nasional.

Dalam pengumuman pada 15 Oktober 2026, MSCI menyampaikan apresiasi atas berbagai inisiatif reformasi pasar modal Indonesia yang telah berjalan. Inisiatif tersebut meliputi publikasi kepemilikan saham di atas 1 persen, peningkatan granularitas klasifikasi investor, pengumuman High Shareholding Concentration (HSC), serta kebijakan baru mengenai peningkatan batas minimum saham beredar di publik (free float).

Ketua Dewan Komisioner OJK, Friderica Widyasari Dewi, mengatakan OJK menghormati pandangan MSCI dan terus melakukan pembenahan serta menindaklanjuti berbagai masukan yang disampaikan.

OJK juga memberikan perhatian serius terhadap penilaian MSCI mengenai sejumlah aspek yang masih memerlukan penyempurnaan ke depan. OJK menghormati independensi lembaga penyedia indeks global, termasuk MSCI, serta menghargai setiap masukan dari seluruh pemangku kepentingan.

“Kami meyakini pasar modal domestik tetap prospektif dan menarik. Hal ini didukung oleh fundamental perekonomian Indonesia yang terjaga, basis investor yang terus bertumbuh, valuasi saham yang kompetitif, dan kinerja fundamental emiten yang secara umum masih positif,” kata Friderica.

Sementara itu, Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal, Keuangan Derivatif, dan Bursa Karbon OJK, Hasan Fawzi, menyampaikan bahwa masukan MSCI sejalan dengan Rencana Aksi Percepatan Reformasi Integritas Pasar Modal Indonesia.

Menurut Hasan, salah satu aspek penting dalam agenda reformasi tersebut adalah penguatan penegakan hukum yang dilakukan secara konsisten dan berkelanjutan.

“OJK berkomitmen untuk terus memperkuat penegakan hukum di sektor pasar modal dalam upaya menegakkan integritas pasar, dengan koordinasi dan sinergi yang efektif bersama seluruh pihak terkait,” ujar Hasan.

Ke depan, OJK bersama Self-Regulatory Organization (SRO) akan terus membangun komunikasi konstruktif dengan lembaga penyedia indeks global dan investor institusi internasional.

Komunikasi berkelanjutan tersebut bertujuan memastikan otoritas Indonesia dapat menyampaikan perkembangan terbaru reformasi pasar modal nasional, sekaligus memperoleh masukan dan rekomendasi kebijakan guna mendukung penyempurnaan pasar modal secara berkelanjutan.(*)

Facebook Comments Box
Continue Reading