Politik
Mirza Gubernur Lampung Bergema di Mesuji
Alteripost.co, Mesuji-
PC Muslimat Nahdlatul Ulama (NU) Kabupaten Mesuji menggelar Pengajian Akbar, sertaPelantikan Pengurus baru di Lapangan Mekar Jaya, Kecamatan Tanjung Raya. Pada acara ini juga menghadirkan KH Anwar Zahid sebagai pembicara utama dan dihadiri oleh ribuan Muslimat NU dari berbagai wilayah di Kabupaten Mesuji.
Selain itu, kegiatan ini juga dihadiri tokoh masyarakat yang juga bakal calon Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal.
Ketua PC Muslimat NU Kabupaten Mesuji Elfianah menyampaikan orasi dihadapan para hadirin dan juga mengajak seluruh masyarakat Mesuji untuk bersatu dan mendukung pembangunan daerah.
Di tengah sambutannya, Mirza Gubernur Lampung bergema.
“Kalau Elfianah Bupatinya, Pak Mirza Gubernur Lampung, Pak Prabowo Presidennya. Milih apa nggak?” seru Elvianah, yang dijawab serentak oleh ribuan Muslimat NU dengan “Iyaaaaaa”.
Ia juga menekankan pentingnya integritas dalam pemilihan.
“Nanti kalau ada yang kasih uang, ganti pilihan nggak?” Dijawab peserta yang hadir dan mayoritas dari Muslimat NU, “Nggak.”
Elfianah yang berencana mencalonkan diri sebagai bupati dalam Pilkada Mesuji 2024, menyoroti pentingnya alokasi anggaran dari pusat untuk pembangunan Mesuji yang anggarannya masih terbatas. “Cari anggaran ke (Pemerintah) pusat enak, nge-link ya. Anggaran Mesuji kecil. Harus cari anggaran ke pusat,” ujarnya.
Elfianah pun mengenang perjalanan karirnya dalam organisasi Muslimat NU sejak tahun 2005-2010 di Tulang Bawang sebagai sekretaris. Setelah pemekaran kabupaten, Elvianah yang asli kelahiran Mesuji, memilih untuk kembali ke tanah kelahirannya dengan harapan dapat membangun Mesuji lebih baik.
“Sampai sekarang masih dipercaya memimpin Muslimat NU di Mesuji. Saya ajak kompak bersatu, bangun Mesuji lebih baik lagi,” kata Elvianah.
Pada kesempatan ini, Elfianah juga meminta wejangan dari KH Anwar Zahid dan dukungan dari masyarakat Mesuji dalam pencalonannya sebagai Bupati Mesuji untuk periode 2024-2029.
“Ada ibu-ibu Muslimat yang menjadi kekuatan saya. Mohon dukungan masyarakat Mesuji saya mencalonkan diri sebagai Bupati Mesuji 2024-2029,” ujar Elvianah penuh harap.
Di sisi lain, Ketua PW Muslimat NU Lampung Fita Nahdia Assegaf menyampaikan pentingnya kolaborasi antara Muslimat dan Pemerintah Daerah dalam melaksanakan berbagai program. “Muslimat bisa kolaborasi dengan Pemda dalam melaksanakan programnya. Saya akan kerahkan seluruh kekuatan Muslimat NU untuk membantu hajat besar kita. Gimana (Elvianah) satu-satunya calon bupati Muslimat di Lampung. Untuk sukseskan Muslimat dan Bupati Mesuji. Bu Khofifah Ketua PP Muslimat NU akan back up habis. Pak Mirzani adalah mitra kita dalam pilpres lalu dalam mendukung Prabowo-Gibran,” tegasnya. (Rls)
Politik
Belum Ada SK, Rycko Menoza Dorong Pelantikan Pengurus Golkar Bandar Lampung
Alteripost Bandar Lampung – Pelantikan kepengurusan DPD II Partai Golkar Kota Bandar Lampung masih menjadi tanda tanya setelah pelaksanaan Musyawarah Daerah (Musda) XI yang digelar pada Senin (21/9/2026).
Persoalan tersebut mencuat setelah adanya perbedaan informasi mengenai proses penyusunan kepengurusan pasca-Musda. Ketua terpilih Rycko Menoza kemudian menggelar konferensi pers pada Selasa (22/9/2026) untuk memberikan penjelasan terkait kondisi tersebut.
Rycko Menoza mengatakan, setelah dirinya ditetapkan sebagai ketua terpilih, proses penyusunan kepengurusan seharusnya dilakukan melalui tim formatur yang telah dibentuk dalam Musda.
Menurutnya, tim formatur memiliki peran penting dalam membahas dan menyepakati komposisi kepengurusan sebelum ditetapkan secara resmi.
Namun, Rycko mengaku mendapatkan informasi bahwa tim formatur belum melakukan rapat untuk membahas susunan kepengurusan secara bersama-sama. Di sisi lain, secara tiba-tiba muncul susunan kepengurusan yang beredar.
“Dari tim formatur sendiri menyampaikan bahwa mereka belum mengadakan rapat apa pun. Tetapi tiba-tiba sudah ada susunan kepengurusan. Ini yang kemudian menjadi pertanyaan bagi kami,” ujar Rycko Menoza dalam konferensi pers, Selasa (22/9/2026).
Menurut Rycko, kondisi tersebut perlu segera diperjelas agar tidak menimbulkan kebingungan di internal Partai Golkar Kota Bandar Lampung.
Ia menilai, setelah Musda selesai, tahapan berikutnya seharusnya dapat berjalan secara terarah sehingga kepengurusan baru segera terbentuk dan dapat menjalankan roda organisasi.
Ingin Segera Bekerja
Rycko menegaskan, pihaknya tidak ingin persoalan mengenai susunan kepengurusan berlarut-larut. Menurutnya, hal terpenting saat ini adalah adanya kejelasan mengenai struktur kepengurusan sehingga roda organisasi dapat segera berjalan.
Ia mengatakan, dirinya bersama jajaran yang nantinya menjadi bagian dari kepengurusan pada dasarnya telah siap bekerja menjalankan program-program Partai Golkar di Kota Bandar Lampung.
“Kami mau bekerja, tetapi apa daya SK kami belum ada. Jadi harapan kami pelantikan ini segera dilaksanakan dengan kepengurusan yang jelas. Kami ingin segera bekerja dan menjalankan apa yang menjadi tanggung jawab kami,” katanya.
Rycko menyebut, kejelasan kepengurusan menjadi penting karena setelah proses Musda, organisasi membutuhkan kepastian mengenai siapa saja yang akan menjalankan tugas dan fungsi di jajaran DPD II Partai Golkar Kota Bandar Lampung.
Dengan adanya kepengurusan yang telah ditetapkan secara resmi, berbagai agenda organisasi diharapkan dapat segera dijalankan tanpa terkendala persoalan administratif maupun ketidakjelasan struktur.
Tim Formatur Akan Gelar Rapat Lanjutan
Sementara itu, dari sisi tim formatur, munculnya susunan kepengurusan yang telah beredar menjadi bagian dari persoalan yang akan dibahas lebih lanjut.
Tim formatur menyatakan akan kembali menggelar rapat lanjutan untuk membahas penyusunan kepengurusan DPD II Partai Golkar Kota Bandar Lampung.
Rapat tersebut nantinya menjadi forum untuk membahas komposisi kepengurusan serta memastikan struktur organisasi yang akan diajukan secara resmi.
Tim formatur juga menegaskan bahwa proses penyusunan kepengurusan masih perlu dibahas bersama agar terdapat kesepahaman di antara pihak-pihak yang memiliki mandat dalam tim formatur.
Dengan adanya rencana rapat lanjutan tersebut, proses penyusunan kepengurusan diharapkan dapat segera menemukan titik terang sehingga tidak lagi menimbulkan simpang siur di internal partai.
Rycko berharap hasil rapat formatur nantinya dapat menjadi dasar untuk segera menyelesaikan tahapan administrasi kepengurusan hingga penerbitan Surat Keputusan (SK) dan pelantikan.
Dorong Penyelesaian Secara Internal
Rycko juga menekankan pentingnya penyelesaian persoalan tersebut melalui mekanisme organisasi.
Menurutnya, seluruh pihak yang terlibat dalam proses pembentukan kepengurusan memiliki kepentingan yang sama, yakni memastikan Partai Golkar Kota Bandar Lampung dapat segera menjalankan agenda organisasi.
Ia berharap proses pembahasan di tingkat formatur dapat berlangsung secara terbuka dan menghasilkan keputusan yang dapat diterima bersama.
“Intinya kami berharap semuanya segera jelas. Kalau kepengurusan sudah jelas, SK sudah ada, kemudian dilantik, kami bisa langsung bekerja. Jangan sampai karena persoalan administrasi dan kepengurusan ini, kerja-kerja organisasi justru tertunda,” pungkas Rycko Menoza.
Dengan demikian, tahapan pasca-Musda XI saat ini masih menunggu hasil pembahasan tim formatur. Kepengurusan yang sebelumnya beredar juga masih menjadi bagian dari persoalan yang perlu diklarifikasi dan disesuaikan dengan hasil rapat formatur.
Sementara itu, hingga Selasa (22/9/2026), waktu pelantikan kepengurusan DPD II Partai Golkar Kota Bandar Lampung periode 2026–2031 belum ditetapkan secara pasti.
Rapat lanjutan tim formatur diharapkan menjadi langkah untuk memperjelas komposisi kepengurusan sekaligus mempercepat proses penerbitan SK dan pelantikan pengurus baru. (Radian)

