Connect with us

Lampung

Pj. Gubernur Samsudin Lepas Kafilah Provinsi Lampung Ikuti MTQ Nasional XXX Tahun 2024

Published

on

Alteripost Babdar Lampung – Pj. Gubernur Lampung Samsudin melepas kafilah Provinsi Lampung mengikuti Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) Tingkat Nasional XXX Tahun 2024, di Kalimantan Timur.

Pelepasan dilakukan di Aula Mahan Agung, Bandarlampung, Rabu (04/09/2024) malam.

Kafilah yang diberangkatkan sebanyak 47 orang, terdiri dari 27 peserta dan 20 pendamping.

Sekretaris Umum LPTQ Erwinto, mewakili Ketua LPTQ Provinsi Lampung, menjelaskan bahwa target utama kafilah adalah masuk 10 besar.

“Pelaksanaan seleksi telah dilakukan sejak jauh hari dan telah dilaksanakan pemusatan latihan beberapa waktu lalu, yang menghadirkan pengajar, pembimbing, serta pelatih yang profesional untuk memberikan ilmu yang bermanfaat serta memberikan hasil yang maksimal bagi qari-qariah, maupun hafidz dan hafidzah,” ujar Erwinto.

Pj. Gubernur Samsudin, dalam sambutannya, menyampaikan selamat kepada seluruh peserta, pelatih dan official.

“Saya berharap kafilah Provinsi Lampung dapat meraih hasil maksimal, sehingga mampu mengharumkan nama daerah dan menghasilkan generasi-generasi berprestasi yang diharapkan tidak hanya berjaya ditingkat Nasional, melainkan mampu menembus tingkat Internasional,” ujarnya.

Kepada official tim maupun pelatih, Pj. Gubernur Samsudin berharap agar selalu menerapkan metode terbaik dalam mentransfer ilmu dan pengalaman untuk meningkatkan kemampuan para peserta.

Samsudin menekankan kepada seluruh peserta MTQ Nasional asal Lampung untuk percaya diri, dan yakin akan memberikan hasil yang terbaik.

“Dengan mengucap Bismillah hirrahman nirrahim Kafilah Lampung pada MTQ Nasional ke-30 Tahun 2024 di Kalimantan Timur secara resmi saya nyatakan dilepas,” ujar Samsudin.

Dalam kesempatan ini, Pj. Gubernur Lampung yang pula didampingi oleh Ketua LPTQ Provinsi Lampung, serta Ketua DPRD Sementara Provinsi Lampung

Pada kesempatan itu, Pj. Gubernur Samsudin, didampingi Ketua LPTQ Provinsi Lampung, memberikan tali asih kepada kafilah Provinsi Lampung berupa baju batik, setelan jas dan baju yang dipakai saat tampil. (*)

Facebook Comments Box
Continue Reading

Lampung

PKD ke-5 Lampung Satukan Ragam Budaya Nusantara

Published

on

Alteripost Bandar Lampung – Pekan Kebudayaan Daerah (PKD) ke-5 Provinsi Lampung Tahun 2026 resmi dibuka di Taman Budaya Provinsi Lampung, Bandarlampung. Berlangsung pada 19 hingga 25 Oktober 2026, kegiatan ini tidak hanya menampilkan kesenian Lampung, tetapi juga memberikan ruang bagi beragam budaya Nusantara yang hidup di provinsi tersebut.

Arak-arakan budaya khas Lampung, Pincak Khakot, menandai pembukaan PKD ke-5. Diiringi payung putih dan kuning, prosesi tersebut menjadi bagian dari upaya memperkenalkan tradisi daerah kepada masyarakat.

Mengusung tema “Harmoni Budaya Bumi Lampung Menuju Indonesia Emas”, PKD berlangsung selama tujuh hari dengan menghadirkan beragam pertunjukan dan kegiatan kebudayaan.

Kepala UPTD Taman Budaya Provinsi Lampung, Melly Ayunda, menjelaskan bahwa PKD tidak sekadar menjadi panggung pertunjukan, tetapi juga ruang kolaborasi bagi komunitas, sanggar, seniman, serta perwakilan kerukunan daerah untuk memperkenalkan budaya masing-masing.

Berbagai agenda disiapkan untuk memeriahkan pekan budaya ini, mulai dari pameran seni rupa, lomba tari kreasi Nusantara, Pesona Talenta Anak, gelar seni budaya, hingga permainan tradisional.

Panitia juga menghadirkan Panggung Talenta Istimewa sebagai ruang ekspresi bagi penyandang disabilitas dan anak-anak yang berhadapan dengan hukum.

Melly berharap keterlibatan berbagai komunitas tersebut dapat mendorong masyarakat, khususnya generasi muda, untuk kembali mengenal, mencintai, dan menghargai warisan budaya.

Keberagaman PKD ke-5 juga terlihat dari keikutsertaan perwakilan daerah di luar Lampung. Salah satunya penampil dari Sumatera Barat yang akan membawakan tradisi Malam Bainai pada 22 Oktober 2026 pukul 13.00 WIB.

Perwakilan penampil, Hj. Hanifah, menjelaskan bahwa Malam Bainai merupakan bagian dari adat menjelang pernikahan masyarakat Minangkabau. Tradisi ini juga mengandung makna memohon restu kepada orang tua sebelum memasuki kehidupan rumah tangga.

Menurut Hanifah, keikutsertaan dalam PKD menjadi kesempatan untuk memperkenalkan tradisi Minangkabau kepada masyarakat Lampung, termasuk warga keturunan Minang yang menetap di provinsi ini.

Selain Sumatera Barat, PKD ke-5 juga menghadirkan penampilan budaya Bali dari Taman Mini Indonesia Indah.

Kehadiran perwakilan berbagai daerah tersebut memperkuat pesan bahwa Lampung bukan hanya menjadi tempat tumbuhnya budaya lokal, tetapi juga ruang hidup bersama bagi beragam tradisi Nusantara.

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Lampung, Thomas Americo, menyoroti pentingnya pelestarian budaya, termasuk penggunaan bahasa Lampung dalam kehidupan sehari-hari.

Menurut Thomas, penggunaan bahasa Lampung mulai berkurang, termasuk di lingkungan keluarga. Karena itu, upaya pelestarian perlu dilakukan secara bersama-sama, mulai dari keluarga, masyarakat, hingga pemerintah.

Staf Ahli Gubernur Lampung Bidang Pemerintahan, Hukum, dan Politik, Yayan Ruchyansyah, turut menekankan pentingnya menjaga keberagaman serta memberikan ruang bagi generasi muda untuk mengembangkan potensi seni dan budaya.

Melalui PKD ke-5, masyarakat diajak memperkuat toleransi, gotong royong, dan kerukunan antarkelompok di tengah keberagaman budaya.

Bagi Melly, keberhasilan PKD tidak hanya diukur dari ramainya pertunjukan, tetapi juga dari sejauh mana masyarakat bersedia datang, mengenal, dan ikut menjaga kebudayaan.

Ia pun mengajak masyarakat untuk hadir bersama keluarga dan teman menyaksikan rangkaian kegiatan PKD ke-5 di Taman Budaya Provinsi Lampung.

Pekan Kebudayaan Daerah ini diharapkan menjadi ruang pertemuan ant budaya sekaligus menjaga agar tradisi tetap hidup, berkembang, dan dikenal oleh generasi berikutnya. (Yan)

Facebook Comments Box
Continue Reading