Connect with us

Lampung Selatan

Nanang Ermanto Secara Resmi Melepas Tim SSB Natar Reborn U-10

Published

on

Alteripost Natar – Bupati Lampung Selatan (Lamsel) Nanang Ermanto, secara resmi melepas Tim Sekolah Sepak Bola (SSB) Natar Reborn U-10 untuk berlaga di ajang GEAS Nasional Champions ke-VII yang akan berlangsung di Cibinong, Bogor.

Acara pelepasan yang berlangsung di Dusun 8 Tanjung Rejo, Desa Natar, Kecamatan Natar, Kabupaten Lampung Selatan, Jumat (6/9/2024).

Dalam kesempatan itu, Nanang menyampaikan rasa bangganya kepada Tim SSB Natar Reborn U-10 yang telah berhasil menjadi perwakilan Lampung Selatan dalam turnamen nasional tersebut.

Kendati demikian, Nanang menegaskan pentingnya menjaga sportivitas dan semangat juang selama mengikuti pertandingan, sembari membawa nama baik daerah.

“Jaga kesehatan, jaga sportivitas, jaga nama baik Lampung Selatan diluar daerah,” pesan Nanang.

Nanang juga memberikan dukungan moral kepada para pemain, pelatih, dan seluruh tim yang akan berangkat ke Cibinong. Dirinya berharap tim tersebut bisa meraih hasil terbaik, meski lawan-lawan yang dihadapi nanti pasti tidak akan mudah.

Menurutnya, usaha dan kerja keras selama latihan adalah modal utama yang harus terus dijaga. “Main yang baik. Jadikan turnamen ini sebagai pembelajaran, sehingga kedepan kita tidak mengalami kesalahan yang sama,” kata Nanang Ermanto.

Sementara itu, Kepala Dusun 8, Desa Natar, Kecamatan Natar, Koko Wahono, menyampaikan terima kasih atas dukungan dari Pemerintah Daerah Lampung Selatan.

Menurut Koko Wahono, dukungan tersebut menjadi motivasi besar bagi para pemain muda untuk memberikan yang terbaik dalam turnamen tersebut.

“Semoga kami bisa membawa Lampung Selatan ke kancah nasional. Mudah-mudahan kita diberikan kesehatan untuk terus berprestasi. Terima kasih pak Bupati Nanang Ermanto atas dukungannya,” kata Koko Wahono. (*)

Facebook Comments Box
Continue Reading

Lampung Selatan

Bupati Egi Dorong SPPG Bandar Agung Tak Hanya Penuhi Gizi, tetapi Juga Gerakkan Ekonomi Warga

Published

on

Alteripost Sragi – Senyum dan antusiasme anak-anak mewarnai kehadiran Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) 3T Bandar Agung di Desa Bandar Agung, Kecamatan Sragi, Kabupaten Lampung Selatan.

Bagi mereka, Program Makan Bergizi Gratis (MBG) bukan sekadar menyediakan makanan, tetapi juga membantu memenuhi kebutuhan gizi sekaligus menghemat uang jajan.

Respons positif tersebut terlihat saat Bupati Lampung Selatan, Radityo Egi Pratama, berinteraksi langsung dengan para siswa dalam peresmian SPPG 3T Bandar Agung, Rabu (14/10/2026). Kehadiran fasilitas ini menjadi bagian dari upaya memperluas jangkauan pelayanan gizi, terutama bagi anak-anak di wilayah yang membutuhkan perhatian lebih.

Peresmian di Kabupaten Lampung Selatan ditandai dengan pemotongan pita oleh Bupati Egi bersama Deputi Bidang Penyediaan dan Penyaluran Badan Gizi Nasional (BGN), Zainuri.

Kegiatan tersebut merupakan bagian dari Peresmian Serentak SPPG Tahap II di Wilayah Indonesia Tengah dan Barat, khususnya daerah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T) serta wilayah dengan prevalensi stunting tinggi.

Peresmian yang dipusatkan di Provinsi Aceh itu diikuti 16 provinsi, dengan total 980 SPPG di wilayah 3T Indonesia bagian tengah. Langkah ini menjadi bagian dari perluasan jangkauan Program MBG agar manfaat pemenuhan gizi dapat dirasakan lebih banyak masyarakat.

Saat berdialog dengan para siswa, Egi menanyakan tanggapan mereka terhadap makanan yang disediakan melalui program tersebut.

Anak-anak menyampaikan bahwa mereka senang dengan menu MBG. Selain memperoleh makanan, mereka juga merasakan manfaat karena dapat menghemat uang jajan.

Mendengar jawaban itu, Egi mengajak para siswa menyampaikan rasa terima kasih atas hadirnya program tersebut.

“Kalau senang, kita harus bilang terima kasih kepada Bapak Presiden,” tuturnya.

Bagi Egi, antusiasme anak-anak menjadi gambaran penting tentang bagaimana program pemenuhan gizi diterima oleh penerima manfaat. Namun, ia menegaskan bahwa keberhasilan program tidak cukup diukur dari pelaksanaannya, melainkan juga dari kualitas pelayanan dan manfaat yang benar-benar dirasakan masyarakat.

Karena itu, ia mengapresiasi Badan Gizi Nasional dan seluruh pihak yang telah bersinergi dalam menghadirkan SPPG di Kecamatan Sragi. Menurutnya, koordinasi dan pengawasan perlu terus diperkuat agar pelayanan berjalan optimal dan sesuai dengan tujuan program.

Egi juga mengingatkan pentingnya menjaga kebersihan dan kerapian lingkungan SPPG. Ia mengaitkan hal tersebut dengan program HELAU yang dikembangkan Pemkab Lampung Selatan untuk mewujudkan lingkungan yang hijau, elok, lestari, aman, dan unggul.

“Kita punya program Desa HELAU. Semoga SPPG-nya juga bisa menjadi SPPG HELAU, biar cantik SPPG-nya,” ujar Egi.

Selain mendukung pemenuhan gizi anak, keberadaan SPPG di wilayah Sragi diharapkan membuka peluang kerja sama dengan pelaku usaha setempat. Petani, peternak, dan pemasok bahan pangan lokal berpotensi terlibat dalam rantai pasok kebutuhan SPPG, sehingga manfaat program dapat menjangkau sektor ekonomi masyarakat.

Keterlibatan pelaku usaha lokal tersebut perlu dibangun melalui kemitraan yang saling menguntungkan, dengan tetap memperhatikan kualitas, keamanan, dan ketersediaan bahan pangan. Dengan demikian, perluasan layanan gizi juga berpeluang menciptakan aktivitas ekonomi yang lebih luas di sekitar wilayah pelayanan.

Melalui kehadiran SPPG 3T Bandar Agung, Pemkab Lampung Selatan berharap akses pelayanan pemenuhan gizi semakin luas, khususnya bagi anak-anak di wilayah pelosok.

Di saat yang sama, kolaborasi antara pemerintah, pengelola SPPG, dan pelaku usaha lokal diharapkan dapat memperkuat keberlanjutan program serta menghadirkan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat.(*)

Facebook Comments Box
Continue Reading