Berita Utama
Selenggarakan Turnamen Billiard, Pasangan Mirza – Jihan Bertekad Mengembangkan Berbagai Cabang Olahraga di Lampung
Alteripost.co, Bandarlampung-
Dalam rangka menunjukkan kepedulian terhadap dunia olahraga, pasangan calon Gubernur (Cagub) Lampung Rahmat Mirzani Djausal, dan calon Wakil Gubernur (Cawagub) Lampung Jihan Nurlela, terus terlibat dalam pengembangan berbagai cabang olahraga di Lampung. Salah satu cabang olahraga yang saat ini tengah berkembang pesat di masyarakat, termasuk di kalangan dewasa, generasi muda, perempuan, hingga anak-anak, adalah olahraga billiard.
Komitmen kuat Iyay Mirza sapaan akrab Rahmat Mirzani Djausal terhadap perkembangan olahraga, termasuk billiard, dibuktikan dengan dukungannya dalam penyelenggaraan dua turnamen billiard di Colony Billiard & Cafe, Bandar Lampung. Turnamen ini dibagi menjadi dua sesi, yang pertama untuk kategori pemula pada tanggal 7-8 September 2024, dengan total hadiah sebesar Rp35 juta. Sesi kedua akan diadakan untuk kategori umum pada tanggal 21-22 September 2024, dengan total hadiah Rp75 juta.

Ketua Relawan Sedulur Mirzani, Ary Meizari, menjelaskan bahwa dukungan Iyay Mirza terhadap olahraga billiard mencerminkan komitmennya dalam membangun budaya olahraga yang lebih inklusif di Lampung.
“Cagub kita yakni Rahmat Mirzani Djausal tidak hanya mendukung cabang olahraga yang populer, tetapi juga cabang-cabang yang mulai berkembang di masyarakat. Mengingat Billiard menjadi salah satu tren yang banyak diminati oleh berbagai kalangan di Lampung,” ujar Ary Jumat (6/9/2024).
Turnamen billiard ini lanjut dia, diharapkan dapat mendorong partisipasi lebih luas, terutama dari kalangan generasi muda dan perempuan, sehingga dapat memperkuat basis olahraga Lampung yang inklusif dan prestasi.
Sebagai salah satu bentuk dukungan langsung, Iyay Mirza akan membuka sesi pertama turnamen tersebut, Sabtu (7/9), pada pukul 12.45 di Colony Billiard & Cafe.
“Kami ingin menggerakkan semangat masyarakat Lampung dalam berbagai jenis olahraga. Ini juga menjadi salah satu langkah untuk mendukung pembinaan talenta muda di dunia olahraga, termasuk billiard,” tambah Ary Meizari.
Dengan turnamen ini, ia kembali menegaskan bahwa Cagub Lampung Rahmat Mirzani Djausal menunjukkan bahwa olahraga adalah bagian penting dari pembangunan masyarakat, dan ia berkomitmen untuk terus mendukung segala bentuk pengembangan olahraga di Lampung. (*)
Berita Utama
Gaya Koboi Kadis PSDA Lampung Berpotensi Mengancam Kebebasan Pers
Alteripost.co, Bandarlampung-Menugungang kuda, bergerak tak takut apa pun dan menenteng sebuah pistol seperti seorang koboi di film-film Hollywood membuat diri setiap pemainnya merasa jumawa. Namun jika seorang pejabat publik bersikap dan berlagak seperti seorang koboi, apakah pantas?
Baru-baru ini, Kepala Dinas Pengelolaan Sumber Daya Air (PSDA) Lampung Febrizal Levi Sukmawan mengeluarkan pernyataan bak seorang koboi di film Hollywood.
Dari rekaman suara yang beredar, bukannya membuat suasana semakin membaik, justru Kadis PSDA Lampung tersebut mengeluarkan nada ancaman disertai makian dan bakal mengebuk seorang jurnalis.
Dalam potongan percakapan suara yang beredar tersebut, tersebut Levi menyampaikan keberatannya terkait posisi wartawan yang disebutnya menghalangi pandangan saat forum berlangsung.
“Gua itu duduk di situ, gua ini kan tamu. Tapi kan dihalangi pandangan gua, di depan kan wartawan semua. Gua mau lihat itu,” ujarnya, Selasa (28/4/2026).

Levi menjelaskan bahwa dirinya ingin melihat jalannya forum, termasuk timer yang digunakan untuk mengatur durasi pembicara.
“Pembicara itu Bunda Eva, Roy, itu kan mau lihat timer. Tapi nggak kelihatan karena dihalangi,” katanya.
Namun, pernyataan Levi tidak berhenti pada penjelasan tersebut. Dalam percakapan yang sama, ia juga menyebut nama salah satu jurnalis, Wildan Hanafi, dengan nada seperti koboi.
“Bukan Wildan saja, tapi ka*pang Wildan itu… gua gebuk bener Wildan, gua suruh cari Wildan, wartawan mana dia ha Kandidat” ucapnya.
Tak hanya itu, Levi juga mengaku akan mengerahkan orang-orangnya untuk mencari yang bersangkutan.
“Gua cari, nanti gua suruh Se*ta, gua gerakin orang-orang gua… malam ini gua cari dia, biar dia tahu,” lanjutnya.
Levi juga membantah bahwa dirinya yang secara langsung mengusir wartawan dari posisi tersebut.
“Yang ngusir juga bukan gua. Gua duduk di situ aja. Tapi pandangan gua tertutup,” katanya.
Meski demikian, pernyataan lanjutan Levi kembali menuai sorotan karena dinilai bernada ancaman.
“Suruh minta maaf sama gua, suruh buat klarifikasi. Kalau enggak, awas dia,” tegasnya.
Tentunya, dengan gaya koboi dari Kadis PSDA Lampung tersebut menimbulkan kekhawatiran di kalangan jurnalis, terutama terkait keamanan dan berpotensi mengancam kebebasan pers dalam menjalankan tugas peliputan.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada klarifikasi lanjutan dari pihak terkait mengenai maksud dan konteks pernyataan tersebut.
Peristiwa ini pun menjadi perhatian, mengingat pentingnya menjaga hubungan profesional antara pejabat publik dan insan pers dalam menjamin keterbukaan informasi kepada masyarakat. (Gus/rls)

