Lampung Selatan
Kepala BKD Lamsel Imbau Pendaftar CPNS Jangan Percaya Rayuan Oknum
Alteripost Kalianda – Menjelang seleksi penerimaan Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) di Kabupaten Lampung Selatan tahun 2024, masyarakat diminta untuk waspada karena ditengarai mulai muncul orang-orang yang mengaku bisa meluluskan peserta menjadi PNS dengan imbalan sejumlah uang.
Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Kabupaten Lampung Selatan, Tirta Saputra, S.E., M.M., mengimbau kepada masyarakat agar jangan mudah percaya rayuan oknum yang bisa meloloskan atau memasukan seseorang menjadi pegawai negeri sipil dengan imbalan tertentu.
Pria yang akrab disapa Tirta ini menegaskan, bahwa seluruh peserta seleksi CPNS harus mengandalkan kemampuan dan usaha mereka sendiri dalam mengikuti proses seleksi.
Ia juga mengingatkan agar masyarakat tidak tergoda oleh iming-iming kemudahan dari oknum, termasuk pejabat atau pihak-pihak yang menjanjikan kelulusan menjadi PNS.
“Jangan percaya apabila ada oknum yang menawarkan kemudahan untuk masuk CPNS. Termasuk apabila ada pegawai atau pejabat dari Pemerintah Kabupaten Lampung Selatan yang bisa menjanjikan kelulusan,” tegas Tirta, kepada media ini, Rabu (25/9/2024).
Tirta mengatakan, saat ini proses seleksi CPNS baru masuk tahapan Seleksi Administrasi. Dia menyatakan proses seleksi CPNS di Kabupaten Lampung Selatan semua dilakukan dengan sistem komputerisasi dan transparan, jujur, dan adil tanpa adanya praktik percaloan atau penipuan.
Oleh karenanya, Tirta mengimbau kepada masyarakat untuk mempersiapkan diri dengan baik, memastikan dokumen dan persyaratan lengkap sebelum mengikuti seleksi. Dia juga mengingatkan, jika seluruh informasi resmi terkait seleksi dapat diakses melalui website resmi pemerintah.
“Jangan pernah percaya pada siapapun yang mengaku bisa menjamin menjadi CPNS, termasuk jika ada pejabat sekalipun. Kalau ada itu penipuan,” kata Tirta Saputra. (Rls)
Lampung Selatan
Jembatan Perintis Garuda Diresmikan, Mobilitas dan Ekonomi Warga Lampung Selatan Kian Lancar
Alteripost Merbau Mataram – Pembangunan Jembatan Perintis Garuda Tahap III dan IV yang menghubungkan Desa Talang Jawa dan Desa Neglasari, Kecamatan Merbau Mataram, Kabupaten Lampung Selatan, resmi dioperasikan.
Kehadiran jembatan tersebut langsung memberikan manfaat bagi masyarakat yang selama bertahun-tahun mengandalkan akses penyeberangan sederhana dan berisiko.
Peresmian dilakukan secara serentak bersama syukuran pembangunan Jembatan Perintis Garuda Tahap III dan IV di wilayah Kodam XXI/Radin Inten yang dipusatkan di Kelurahan Taba Penanjung, Kecamatan Taba Penanjung, Kabupaten Bengkulu Tengah, Provinsi Bengkulu, Rabu (24/6/2026).
Di Kabupaten Lampung Selatan, kegiatan peresmian berlangsung di Desa Neglasari dan dihadiri Staf Ahli Bupati Bidang Pemerintahan, Hukum dan Politik Pemerintah Kabupaten Lampung Selatan, Anasrullah, Dandim 0421/Lampung Selatan Letkol Kav Mochammad Nuril Ambiyah, unsur Forkopimda, serta jajaran perangkat daerah terkait.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut perwakilan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR), Dinas Komunikasi dan Informatika, Camat Merbau Mataram, Camat Katibung, Kepala Desa Neglasari, serta Kepala Desa Talang Jawa.
Dalam sambutannya yang disampaikan secara virtual melalui Zoom Meeting, Pangdam XXI/Radin Inten Mayjen TNI Kristomei Sianturi mengatakan bahwa pembangunan Jembatan Perintis Garuda dibiayai sepenuhnya melalui anggaran Pemerintah Pusat sebagai bentuk perhatian pemerintah terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat.
“Ini adalah bukti nyata perhatian Presiden untuk mensejahterakan masyarakat. Kehadiran jembatan ini diharapkan memberikan manfaat besar bagi warga,” ujar Kristomei.
Ia menambahkan, jembatan tersebut memiliki peran strategis sebagai penghubung utama antara Desa Talang Jawa dan Desa Neglasari. Karena itu, seluruh elemen masyarakat diharapkan dapat bersama-sama menjaga dan merawat fasilitas umum tersebut agar manfaatnya dapat dirasakan dalam jangka panjang.
Manfaat pembangunan jembatan itu pun langsung dirasakan oleh masyarakat. Salah satunya Markamah (71), warga Desa Talang Jawa, yang mengaku terharu dengan hadirnya jembatan permanen tersebut.
Selama puluhan tahun, Markamah harus melintasi jembatan bambu untuk mengunjungi rumah anaknya yang berada di seberang sungai. Kondisi tersebut sering kali membuat dirinya merasa khawatir karena faktor keamanan.
“Dulu saya takut sekali menyeberang ke rumah anak saya di seberang. Sekarang sudah ada jembatan yang kokoh, saya jadi lebih tenang. Saya juga berterima kasih kepada Bupati Radityo Egi Pratama yang telah memberikan bantuan perbaikan rumah untuk saya,” ungkapnya.
Keberadaan Jembatan Perintis Garuda diharapkan tidak hanya memperlancar mobilitas masyarakat, tetapi juga mendukung aktivitas ekonomi, pendidikan, pelayanan kesehatan, serta memperkuat konektivitas antarwilayah di Kecamatan Merbau Mataram.
Rangkaian kegiatan peresmian ditutup dengan pemotongan tumpeng dan penyerahan bantuan secara simbolis kepada warga penerima manfaat sebagai bentuk rasa syukur atas selesainya pembangunan infrastruktur yang telah lama dinantikan masyarakat. (*)

