Lampung
Pj.Gubernur Samsudin dan Maidawati Retnoningsih Hadiri acara Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1446 H
Alteripost Bandar Lampung – Pj. Gubernur Lampung Samsudin dan Ibu Maidawati Retnoningsih Samsudin menghadiri acara Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1446 H, yang dilaksanakan di Balai Keratun, Kompleks Kantor Gubernur Lampung, Bandarlampung, Rabu (25/9/2024).
Tema acara kali ini adalah “Melalui Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW, Mari Kita Menggapai Kebahagiaan dengan Meneladani Rasulullah SAW.”
Dalam kegiatan tersebut, Samsudin mengajak seluruh aparatur pemerintah untuk menjadikan Rasulullah SAW sebagai teladan dalam menjalani kehidupan, khususnya dalam memberikan pelayanan yang terbaik kepada masyarakat.
“Acara peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW ini bukan hanya sekadar momentum untuk diperingati, tetapi juga menjadi kesempatan bagi kita untuk meneguhkan niat dan ikhtiar menjadikan Rasulullah sebagai junjungan yang harus kita ikuti. Apa yang diajarkan oleh Nabi Muhammad adalah jalan terbaik dalam kehidupan kita,” ujar Samsudin di hadapan peserta acara tersebut.
Pj. Gubernur menjelaskan betapa pentingnya pemahaman bahwa Rasulullah SAW adalah sosok yang akan memberikan syafaat di akhirat.
“Saat kita berada di hadapan Allah SWT, hanya ada satu yang dapat membela kita, yaitu Nabi Muhammad SAW. Oleh karena itu, dalam doa kita selalu memohon agar Rasulullah menjadi penghuluku, dan memberi syafaat kepada kita semua,” tambahnya
Samsudin menyoroti pentingnya meneladani ajaran Rasulullah, khususnya dalam aspek kejujuran, amanah, keadilan dan kasih sayang.
“Nilai-nilai ini sangat relevan bagi kita, khususnya sebagai aparatur pemerintah yang dituntut untuk memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat. Di tengah berbagai tantangan, kita harus tetap konsisten mengamalkan prinsip-prinsip ini dalam kehidupan sehari-hari,” jelasnya.
Dia juga mengakui tantangan berat yang dihadapi para ASN dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat di era digital dan media sosial.
“Kita sering dikritik, meski sudah memberikan yang terbaik. Oleh karena itu, kita harus memiliki hati yang besar, kesabaran, dan keikhlasan. Jika tidak tahan kritik, mungkin lebih baik tidak menjadi pegawai negeri,” kata Samsudin tegas.
Lebih lanjut, ia menekankan bahwa keteguhan hati dan kesabaran adalah hal yang diajarkan oleh Rasulullah.
Samsudin berharap ceramah yang disampaikan oleh Ustadz Dr. H. Mahmudin Bunyamin, Lc., MA, dalam acara tersebut dapat memperdalam pemahaman tentang keteladanan Nabi Muhammad SAW.
“Saya berharap Pak Ustadz bisa lebih banyak mengulas bagaimana keteladanan Nabi harus kita contoh, terutama dalam mengelola program-program pemerintah dan melayani masyarakat Lampung yang kita cintai,” tambahnya.
Samsudin menyampaikan harapannya agar seluruh peserta dapat mengamalkan nilai-nilai yang disampaikan dalam ceramah agama dan menjadikannya sebagai pedoman dalam kehidupan sehari-hari.
Dia menutup sambutannya dengan mengingatkan pentingnya kebersamaan dan kekompakan dalam menjalankan tugas pelayanan kepada masyarakat.
“Mari kita bersama-sama mengabdi kepada masyarakat dengan sebaik-baiknya, menjadikan ajaran Rasulullah sebagai pedoman dalam setiap tindakan, dan berusaha meraih ridho Allah SWT dalam setiap langkah kita,” pungkasnya.
Dalam laporan Kepala Biro Kesejahteraan Rakyat Yulia Megaria, disebutkan bahwa acara ini diselenggarakan berdasarkan surat Sekretaris Daerah Provinsi Lampung nomor 400.8.1/47/12/02/2024 tanggal 19 September 2024 dan dihadiri sekitar 350 peserta dari berbagai kalangan.
Dalam ceramahnya, Ustadz Dr. H. Mahmudin Bunyamin menekankan pentingnya peringatan Maulid Nabi sebagai ungkapan kecintaan kepada Rasulullah.
“Peringatan ini adalah bentuk bukti bagaimana kita mencintai Nabi Muhammad SAW. Semoga kita semua bisa meneladani sifat-sifat beliau dalam setiap aspek kehidupan,” tuturnya.
Acara ini dihadiri juga oleh berbagai kalangan, termasuk Anggota Forkopimda Provinsi Lampung, Jajaran Kepala OPD di Lingkungan Pemerintah Provinsi Lampung, pimpinan perguruan tinggi, ulama, tokoh agama, tokoh masyarakat, serta pimpinan ormas Islam dan pondok pesantren. (*)
Lampung
Pemprov Lampung Perkuat Tata Organisasi untuk Wujudkan Pemerintahan Efektif dan Berintegritas
Alteripost.co, Bandarlampung-
Pemerintah Provinsi (Pemprov) Lampung selalu berupaya memperkuat tata kelola organisasi dan kinerja pemerintahan guna memastikan seluruh perangkat daerah bekerja secara efektif, adaptif, terukur, serta sesuai dengan regulasi.
Upaya tersebut dibahas dalam rapat terkait Tata Organisasi Pemerintah Provinsi Lampung yang dipimpin Sekretaris Daerah Provinsi (Sekdaprov) Lampung, Marindo Kurniawan di Ruang Kerja Sekda, Rabu (19/08/2026).
Dalam arahannya, Sekdaprov Marindo menegaskan pentingnya peran Biro Organisasi dalam memastikan tata kelola pemerintahan berjalan pada jalur yang tepat.
Menurutnya, sebagai organisasi besar, Pemprov Lampung membutuhkan pengelolaan organisasi yang baik agar seluruh perangkat daerah mampu mencapai tujuan pemerintahan secara optimal.
“Saya menganggap penting Biro Organisasi ini karena kita ini sebuah organisasi. Pemerintah daerah secara rumah besarnya, lalu dinas-dinas itu namanya OPD, Organisasi Perangkat Daerah. Lalu siapa yang mengurusi organisasi itu? Ya Biro Organisasi,” ujar Marindo.
Ia menyebut Biro Organisasi sebagai ‘jantung organisasi’ di lingkungan Pemprov Lampung. Karena itu, Biro Organisasi diharapkan mampu bergerak lebih modern, cepat, adaptif, dan agile dalam menjalankan tugasnya.
“Saya ingin Biro Organisasi berjalan di atas rel dengan teknologi yang modern, sehingga cepat, adaptif, agile. Yang ingin saya sampaikan adalah bagaimana kita semua mencapai tujuan bersama yang akan diraih oleh Biro Organisasi,” katanya.
Salah satu fokus utama yang disoroti Marindo adalah peningkatan Sistem Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (SAKIP). Ia mengapresiasi peningkatan predikat SAKIP Pemerintah Provinsi Lampung dari B menjadi BB pada penilaian sebelumnya.
Menurutnya, capaian tersebut merupakan hasil dari proses dan kerja keras seluruh jajaran pemerintah daerah. Namun, capaian BB tidak boleh menjadi titik akhir. Marindo menetapkan target yang lebih tinggi, yakni meraih predikat A.
“Targetnya tetap A. Kalau targetnya tetap mempertahankan BB, rasanya bukan target namanya. Tapi itu semua adalah buah dari proses yang benar. Seperti ketika kita naik menjadi BB, kita menjalani proses itu dengan benar,” tegasnya.
Untuk mencapai target tersebut, Marindo meminta Biro Organisasi memperkuat koordinasi dengan perangkat daerah terkait, khususnya Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) dan Inspektorat. Menurutnya, peningkatan SAKIP tidak dapat dilakukan oleh Biro Organisasi seorang diri karena keberhasilannya merupakan hasil dari seluruh siklus penyelenggaraan pemerintahan.
Ia menekankan bahwa perencanaan menjadi fondasi utama dalam membangun kinerja pemerintahan yang akuntabel. Karena itu, pohon kinerja harus disusun secara jelas dan selaras dengan RPJMD maupun RPJMN.
“Semua diawali dari perencanaan. Kalau perencanaannya sudah benar sesuai dengan syarat-syarat LAKIP, sekarang kita fokus ke penilaian. Yang diminta oleh penilaian itu apa? Kita to the point saja,” ujarnya.
Selain aspek perencanaan, sisi pengawasan juga menjadi perhatian. Marindo meminta agar tindak lanjut atas temuan, kesalahan, maupun rekomendasi pengawasan dilakukan secara nyata dan sesuai ketentuan.
Ia menjelaskan, capaian SAKIP pada dasarnya bukan semata-mata persoalan menyusun laporan yang baik. Laporan akuntabilitas harus menggambarkan kinerja nyata yang telah dilaksanakan oleh seluruh perangkat daerah.
“Yang namanya laporan itu adalah laporan yang ditulis berdasarkan kisah nyata yang terjadi. Jadi, yang harus dilakukan adalah OPD-OPD benar dulu kerjanya, sesuai dengan aktivitasnya,” jelasnya.
Marindo juga mengaitkan penguatan SAKIP dengan reformasi birokrasi (RB) dan pembangunan Zona Integritas (ZI). Menurutnya, ketiganya merupakan bagian penting dalam membangun pemerintahan yang berintegritas dan meningkatkan kepercayaan masyarakat.
Ia menilai, keberhasilan tata kelola pemerintahan pada akhirnya tidak hanya tercermin dalam capaian administratif, tetapi juga berdampak pada tingkat kepercayaan masyarakat terhadap pemerintah daerah.
“SAKIP dan RB itu menjadi modal bagi kita untuk meyakinkan masyarakat bahwa pemerintah daerah layak dipercayai oleh masyarakat,” katanya.
Kepercayaan tersebut, lanjutnya, akan mendorong masyarakat untuk semakin yakin bahwa pajak dan berbagai kewajiban yang dibayarkan kepada pemerintah dikelola secara baik dan memberikan manfaat bagi masyarakat.
“Ketika mereka melihat pemerintah daerah ini SAKIP-nya sudah A, sudah berintegritas, mereka yakin uang yang mereka serahkan kepada pemerintah ini dikelola dengan baik oleh pemerintah,” jelas Marindo.
Selain SAKIP, Marindo meminta Biro Organisasi memperkuat upaya peningkatan kualitas pelayanan publik, termasuk melalui penguatan Indeks Pelayanan Publik (IPP), Indeks Kepuasan Masyarakat (IKM), serta Pemantauan dan Evaluasi Kinerja Penyelenggaraan Pelayanan Publik (PEKPPP).
Ia juga menyoroti capaian Pemerintah Provinsi Lampung yang masuk tiga besar nasional dalam penilaian Ombudsman. Namun, capaian tersebut diharapkan tidak membuat pemerintah daerah berpuas diri.
Menurut Marindo, tujuan utama bukan sekadar mengejar penghargaan, melainkan memastikan seluruh perangkat daerah menjalankan tugas sesuai regulasi dan memberikan pelayanan yang bebas dari maladministrasi.
Untuk itu, ia meminta Biro Organisasi bersama perangkat daerah terkait mendorong budaya pelayanan yang cepat, transparan, mudah, responsif, dan sesuai standar pelayanan.
Marindo juga mendorong pemanfaatan kanal pengaduan Lampung-in sebagai media pelaporan dan pengaduan masyarakat yang perlu disosialisasikan secara lebih luas kepada perangkat daerah.
Dalam kesempatan tersebut, Marindo juga menekankan pentingnya digitalisasi dalam penyelenggaraan pemerintahan. Menurutnya, digitalisasi tidak sekadar ditandai dengan penggunaan aplikasi, tetapi harus dibangun sebagai pola pikir dalam bekerja dengan memanfaatkan data yang terintegrasi.
“Yang namanya digitalisasi itu adalah pola pikir bagaimana bekerja menggunakan database yang terintegrasi sehingga data itu menjadi sebuah instrumen pengambilan keputusan dan kebijakan,” jelasnya.
Dengan data yang terintegrasi, pemerintah dapat mengambil keputusan secara lebih tepat dan menghadirkan kebijakan yang benar-benar menjawab kebutuhan masyarakat. Menurutnya, prinsip tersebut menjadi bagian penting dalam mewujudkan kehadiran pemerintah di tengah masyarakat.
Marindo mengibaratkan jajaran Biro Organisasi sebagai dokter yang bertugas mendiagnosis berbagai persoalan organisasi pemerintahan, kemudian mencari solusi agar seluruh perangkat daerah mampu bekerja sesuai dengan ketentuan.
Ia menegaskan, ukuran keberhasilan bukan hanya terletak pada hasil akhir berupa nilai atau penghargaan, tetapi pada proses kerja yang dilakukan secara benar dan konsisten.
Marindo berharap penguatan tata organisasi dapat membangun pola pikir baru di kalangan aparatur sipil negara (ASN), bahwa menjadi ASN bukan sekadar pilihan pekerjaan, melainkan bagian dari tanggung jawab dalam menjalankan roda pemerintahan dan memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.
Melalui penguatan tata organisasi, peningkatan akuntabilitas kinerja, reformasi birokrasi, pembangunan Zona Integritas, peningkatan kualitas pelayanan publik, serta digitalisasi berbasis data, Pemerintah Provinsi Lampung berkomitmen membangun pemerintahan yang semakin efektif, berintegritas, adaptif, dan dipercaya masyarakat. (Rls)

