Lampung
Sekdaprov Lampung Pimpin Rakor Sekda Kabupaten/Kota se-Provinsi Lampung
Alteripost Lampung Selatan – Sekretaris Daerah Provinsi Lampung Fahrizal Darminto memimpin rapat koordinasi (Rakor) Sekretaris Daerah Kabupaten/Kota se-Provinsi Lampung bertempat di Hotel Grand Elty Krakatau, Selasa (15/1/2024).
Rakor ini diselenggarakan dalam rangka percepatan dan penyelarasan program pembangunan dan program kegiatan pemerintah yang telah memasuki periode triwulan IV tahun 2024.
Pelaksanaan Rakor ini merupakan upaya penguatan komitmen penuntasan program kegiatan dan upaya keberlanjutan program pembangunan di provinsi Lampung sekaligus untuk memastikan netralitas ASN dalam penyelenggaraan Pilkada serentak tahun 2024 dan mengidentifikasi potensi tantangan yang dihadapi selama pelaksanaan Pilkada.
Mengawali sambutannya, Sekdaprov Lampung Fahrizal Darminto menyampaikan bahwa koordinasi diselenggarakan dalam rangka memadukan dan mengintegrasikan berbagai program kerja maupun kegiatan menjadi unity action dalam kerangka penyelenggaraan urusan-urusan pemerintahan yang menjadi kewenangan daerah.
Menurut Fahrizal Darminto Provinsi Lamoung adalah seluruh kesatuan Kabupaten/Kota yang ada di Lampung, artinya setiap capaian ataupun prestasi yang diraih merupakan prestasi bersama.
“Oleh karena itu tidak ada narasi lain selain kita bersinergi dan berkolaborasi bahwa objek yang kita bangun adalah sama, mudah-mudahan dengan semangat kebersamaan ini Lampung akan cepat majunya,” ucap Sekdaprov.
Sekdaprov Lampung juga menyampaikan beberapa hal penting tentang rancangan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) yang outcome-nya adalah arah sasaran kebijakan pembangunan daerah untuk 5 (lima) tahun kedepan, dengan memperhatikan titik berat prioritas pembangunan nasional, rencana pembangunan jangka panjang daerah, kebutuhan prioritas masyarakat, karakteristik wilayah maupun ketersediaan sumber daya yang ada.
Memperhatikan hal-hal tersebut, ada beberapa poin yang harus segera disikapi bersama, antara lain :
1. Pembinaan dan pengawasan Netralitas Aparatur Sipil Negara,
2. Akselerasi dan keterpaduan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah:
3. Akselerasi dan keterpaduan Rencana Tata Ruang Wilayah, serta
4. Penguatan koordinasi dan kerja sama antar daerah, baik antara pemerintah daerah provinsi dengan kabupaten/kota maupun antar kabupaten/kota.
Terkait dengan Pemilihan Kepala Daerah serentak tahun 2024 di Provinsi Lampung Sekdaprov Lampung mengimbau kepada seluruh jajaran pejabat baik di Provinsi maupun Kabupaten/Kota untuk lebih berhati-hati dalam tindakan dan pernyataan untuk menjaga netralitas dan kondusifitas pelaksanaan pilkada.
“Kita ingin birokrasi kita birokrasi yang pada kondisi pilkada ini netral, orang diluar sana sangat memperhatikan kita apalagi kita duduk di jabatan struktural,” ucapnya.
Rapat Koordinasi dimoderatori oleh Staf Ahli Gubernur Bidang Ekonomi dan pembangunan Zainal Abidin dengan agenda paparan dari Mulyadi Irsan, paparan dari M. Firsada, paparan dari perwakilan BPKAD dan Bapenda. Rapat dilanjutkan dengan sesi diskusi dan tanya jawab. (*)
Lampung
Festival Krakatau 2026 Semarak, Budaya Lampung Bergema Lewat Tapis Karnaval
Alteripost Bandar Lampung – Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal didampingi Wakil Gubernur Lampung Jihan Nurlela dan Sekretaris Daerah Provinsi Lampung Marindo Kurniawan melakukan flag off sebagai tanda dimulainya Lampung Tapis Karnaval dalam rangkaian Festival Krakatau XXXV Tahun 2026 di Tugu Adipura, Bandar Lampung, Minggu (30/8/2026).
Karnaval diawali dengan defile pasukan berkuda yang langsung menarik perhatian masyarakat. Ribuan warga tampak memadati sejumlah ruas jalan yang menjadi rute karnaval untuk menyaksikan kemeriahan parade budaya tersebut.
Lampung Tapis Karnaval melibatkan berbagai elemen masyarakat, mulai dari organisasi perangkat daerah (OPD) Pemerintah Provinsi Lampung dan pemerintah kabupaten/kota se-Provinsi Lampung, TNI dan Polri, sekolah negeri maupun swasta, atlet dan pemuda berprestasi tingkat nasional dan internasional, hingga organisasi kemasyarakatan.
Keterlibatan berbagai unsur tersebut menjadi gambaran semangat kebersamaan dalam memperkenalkan sekaligus melestarikan kekayaan budaya Lampung kepada masyarakat luas.
Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal mengatakan, Festival Krakatau tidak sekadar menjadi ruang hiburan bagi masyarakat, tetapi juga menjadi sarana untuk menjaga adat dan budaya sekaligus memperkuat persatuan masyarakat Lampung.
“Insya Allah Festival Krakatau hari ini akan menjadi sarana kita untuk ikut melestarikan adat, melestarikan budaya, menambah kekuatan, dan terutama mempersatukan kita bahwa Provinsi Lampung bersatu, damai, rukun, dan tenteram,” ujar Gubernur.
Lampung Tapis Karnaval menempuh rute dari Tugu Adipura, Jalan Kartini, Jalan Sukma, Jalan Pangkal Pinang, Jalan Raden Intan, Jalan Tulang Bawang, hingga berakhir di Jalan Sriwijaya, kawasan Lapangan Saburai.
Sepanjang rute, masyarakat terlihat antusias menyaksikan beragam penampilan dan parade peserta. Kepadatan warga di sepanjang jalur karnaval semakin menambah semarak pelaksanaan Festival Krakatau 2026.
Karnaval tersebut sekaligus menjadi momentum memperkenalkan tapis sebagai salah satu warisan budaya sekaligus identitas Lampung melalui kemasan kegiatan yang kreatif, meriah, dan melibatkan masyarakat secara luas.
Festival Krakatau Hadirkan Beragam Kegiatan
Festival Krakatau 2026 telah berlangsung sejak 25 Agustus dan mencapai puncaknya pada 30 Agustus 2026. Selama pelaksanaannya, masyarakat disuguhkan berbagai kegiatan yang terbuka untuk umum.
Sejumlah agenda yang digelar di antaranya Krakatau Festival Kuliner, Krakatau Kopi Expo, modern dance, festival band, zumba dance, coffee battle, Seruit Battle, Krakatau Run, hingga Karnaval Festival.
Rangkaian Festival Krakatau 2026 kemudian ditutup dengan Pesona Kemilau Krakatau. Beragam kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya Pemerintah Provinsi Lampung menjadikan Festival Krakatau sebagai ruang promosi budaya, kreativitas, pariwisata, kuliner, dan ekonomi kreatif daerah.
Di sela kegiatan, Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal mengatakan Festival Krakatau bukan hanya agenda pemerintah, melainkan kegiatan bersama yang melibatkan berbagai unsur masyarakat.
“Ini bukan hanya acara pemerintah, ini adalah acara bersama, acara semua komunitas, tokoh adat dan semua elemen masyarakat. Semuanya semangat untuk menunjukkan bahwa inilah budaya Lampung yang terdiri dari ragam marga dan budaya dan di sini kita berkumpul menjadi satu,” kata Mirza.
Menurutnya, keterlibatan generasi muda dalam Festival Krakatau menjadi salah satu hal yang membanggakan. Ia menilai kehadiran pelajar, mahasiswa, dan anak muda lainnya menunjukkan bahwa Lampung memiliki sumber daya manusia yang besar sekaligus memiliki kepedulian terhadap budaya daerah.
“Tadi kita lihat hampir semua anak-anak muda, baik SMA, mahasiswa. Ini menunjukkan kita punya SDM yang banyak, SDM yang semangat dan cinta dengan budaya Lampung,” pungkasnya.(*)

