Connect with us

Politik

Hendri Irawan: Rahmat Mirzani Djausal Sosok yang Pas Memimpin Provinsi Lampung

Published

on

Foto: Calon Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal (istimewa)

 

Alteripost.co, Bandarlampung-
Ketua Jaringan Pengusaha Nasional (JAPNAS) Lampung, Hendri Irawan, secara resmi menyatakan dukungan JAPNAS Lampung kepada Rahmat Mirzani Djausal sebagai calon Gubernur Lampung dalam Pemilihan Gubernur 2024.

Hendri mengungkapkan bahwa JAPNAS Lampung menilai sosok Rahmat Mirzani Djausal sebagai figur pemimpin yang memahami betul kebutuhan dunia usaha, khususnya dalam mendukung pengembangan UMKM.

“Rahmat Mirzani Djausal adalah sosok pemimpin yang lahir dari kalangan pengusaha, dengan visi yang jelas untuk membangun ekonomi Lampung yang berbasis kewirausahaan. Beliau tidak hanya memahami tantangan yang dihadapi pengusaha, tetapi juga memiliki kepedulian besar terhadap UMKM sebagai tulang punggung ekonomi daerah,” ujar Hendri Irawan.

Hendri pun menerangkan, berdasarkan pengalaman, rekam jejak, serta kapabilitas yang dimiliki, maka sosok Rahmat Mirzani Djausal sangat tepat untuk memimpin Provinsi Lampung.

Hendri turut mengajak masyarakat, terutama kalangan pengusaha di Lampung, untuk turut serta dalam proses demokrasi pada 27 November 2024.

“Sebagai pengusaha, kita perlu memilih pemimpin yang benar-benar paham akan perekonomian dan memiliki keberpihakan pada pelaku usaha lokal. Kami mengajak masyarakat untuk datang ke TPS dan memberikan suara mereka untuk pemimpin yang memiliki visi ekonomi yang jelas,” tambahnya.

Dukungan JAPNAS Lampung ini diharapkan dapat mendorong semangat masyarakat untuk memilih pemimpin yang berkomitmen terhadap penguatan ekonomi daerah.

Tentang JAPNAS

Jaringan Pengusaha Nasional (JAPNAS) adalah organisasi yang beranggotakan para pengusaha dari berbagai sektor industri di Indonesia, dengan Bayu Priawan Djokosoetono (Blue Bird Group) sebagai Ketua Umum Pusat. Didirikan untuk memperkuat jejaring bisnis antar pengusaha, JAPNAS fokus pada kolaborasi, pengembangan usaha, dan peningkatan daya saing ekonomi nasional.

Misi utama JAPNAS adalah mendorong ekosistem bisnis yang kondusif di Indonesia melalui penguatan sinergi antar pelaku usaha, baik di tingkat daerah maupun nasional. JAPNAS berfungsi sebagai wadah untuk berbagi informasi, peluang, dan solusi bisnis, serta memperjuangkan kepentingan pengusaha Indonesia agar lebih kompetitif di pasar global.

Organisasi ini aktif menyelenggarakan berbagai kegiatan, seperti seminar, pelatihan, dan networking session, untuk meningkatkan wawasan dan keterampilan para anggotanya. JAPNAS juga memfasilitasi akses ke pendanaan dan teknologi yang diperlukan untuk mengembangkan bisnis, serta menjalin kemitraan strategis dengan pemerintah dan pihak-pihak terkait lainnya.

Secara keseluruhan, JAPNAS bertujuan untuk memajukan perekonomian nasional melalui kekuatan dan potensi jaringan pengusaha, memberikan dampak positif bagi kemajuan usaha kecil, menengah, dan besar di Indonesia.

JAPNAS Lampung

JAPNAS Lampung adalah bagian dari JAPNAS yang beroperasi di tingkat provinsi Lampung, di bawah kepemimpinan Hendri Irawan. JAPNAS Lampung bertujuan untuk memperkuat jejaring pengusaha lokal dan mendukung pengembangan ekonomi di wilayah ini. Organisasi ini mendorong kolaborasi antar pengusaha di Lampung melalui berbagai kegiatan seperti seminar, pelatihan, pameran, dan forum diskusi.

Sebagai wadah bagi pengusaha lokal, JAPNAS Lampung berperan penting dalam memfasilitasi akses ke jaringan nasional dan berbagai peluang bisnis. JAPNAS Lampung juga menjalin hubungan strategis dengan pemerintah daerah dan pemangku kepentingan lainnya untuk mewujudkan iklim usaha yang kondusif di Lampung.

Dengan dukungan JAPNAS Lampung, para pengusaha lokal diharapkan dapat meningkatkan daya saing dan memperluas jangkauan pasar mereka, baik secara nasional maupun internasional. (Rls)

Facebook Comments Box
Continue Reading

Politik

Belum Ada SK, Rycko Menoza Dorong Pelantikan Pengurus Golkar Bandar Lampung

Published

on

Alteripost Bandar Lampung – Pelantikan kepengurusan DPD II Partai Golkar Kota Bandar Lampung masih menjadi tanda tanya setelah pelaksanaan Musyawarah Daerah (Musda) XI yang digelar pada Senin (21/9/2026).

Persoalan tersebut mencuat setelah adanya perbedaan informasi mengenai proses penyusunan kepengurusan pasca-Musda. Ketua terpilih Rycko Menoza kemudian menggelar konferensi pers pada Selasa (22/9/2026) untuk memberikan penjelasan terkait kondisi tersebut.

Rycko Menoza mengatakan, setelah dirinya ditetapkan sebagai ketua terpilih, proses penyusunan kepengurusan seharusnya dilakukan melalui tim formatur yang telah dibentuk dalam Musda.

Menurutnya, tim formatur memiliki peran penting dalam membahas dan menyepakati komposisi kepengurusan sebelum ditetapkan secara resmi.

Namun, Rycko mengaku mendapatkan informasi bahwa tim formatur belum melakukan rapat untuk membahas susunan kepengurusan secara bersama-sama. Di sisi lain, secara tiba-tiba muncul susunan kepengurusan yang beredar.

“Dari tim formatur sendiri menyampaikan bahwa mereka belum mengadakan rapat apa pun. Tetapi tiba-tiba sudah ada susunan kepengurusan. Ini yang kemudian menjadi pertanyaan bagi kami,” ujar Rycko Menoza dalam konferensi pers, Selasa (22/9/2026).

Menurut Rycko, kondisi tersebut perlu segera diperjelas agar tidak menimbulkan kebingungan di internal Partai Golkar Kota Bandar Lampung.

Ia menilai, setelah Musda selesai, tahapan berikutnya seharusnya dapat berjalan secara terarah sehingga kepengurusan baru segera terbentuk dan dapat menjalankan roda organisasi.

Ingin Segera Bekerja

Rycko menegaskan, pihaknya tidak ingin persoalan mengenai susunan kepengurusan berlarut-larut. Menurutnya, hal terpenting saat ini adalah adanya kejelasan mengenai struktur kepengurusan sehingga roda organisasi dapat segera berjalan.

Ia mengatakan, dirinya bersama jajaran yang nantinya menjadi bagian dari kepengurusan pada dasarnya telah siap bekerja menjalankan program-program Partai Golkar di Kota Bandar Lampung.

“Kami mau bekerja, tetapi apa daya SK kami belum ada. Jadi harapan kami pelantikan ini segera dilaksanakan dengan kepengurusan yang jelas. Kami ingin segera bekerja dan menjalankan apa yang menjadi tanggung jawab kami,” katanya.

Rycko menyebut, kejelasan kepengurusan menjadi penting karena setelah proses Musda, organisasi membutuhkan kepastian mengenai siapa saja yang akan menjalankan tugas dan fungsi di jajaran DPD II Partai Golkar Kota Bandar Lampung.

Dengan adanya kepengurusan yang telah ditetapkan secara resmi, berbagai agenda organisasi diharapkan dapat segera dijalankan tanpa terkendala persoalan administratif maupun ketidakjelasan struktur.

Tim Formatur Akan Gelar Rapat Lanjutan

Sementara itu, dari sisi tim formatur, munculnya susunan kepengurusan yang telah beredar menjadi bagian dari persoalan yang akan dibahas lebih lanjut.

Tim formatur menyatakan akan kembali menggelar rapat lanjutan untuk membahas penyusunan kepengurusan DPD II Partai Golkar Kota Bandar Lampung.

Rapat tersebut nantinya menjadi forum untuk membahas komposisi kepengurusan serta memastikan struktur organisasi yang akan diajukan secara resmi.

Tim formatur juga menegaskan bahwa proses penyusunan kepengurusan masih perlu dibahas bersama agar terdapat kesepahaman di antara pihak-pihak yang memiliki mandat dalam tim formatur.

Dengan adanya rencana rapat lanjutan tersebut, proses penyusunan kepengurusan diharapkan dapat segera menemukan titik terang sehingga tidak lagi menimbulkan simpang siur di internal partai.

Rycko berharap hasil rapat formatur nantinya dapat menjadi dasar untuk segera menyelesaikan tahapan administrasi kepengurusan hingga penerbitan Surat Keputusan (SK) dan pelantikan.

Dorong Penyelesaian Secara Internal

Rycko juga menekankan pentingnya penyelesaian persoalan tersebut melalui mekanisme organisasi.

Menurutnya, seluruh pihak yang terlibat dalam proses pembentukan kepengurusan memiliki kepentingan yang sama, yakni memastikan Partai Golkar Kota Bandar Lampung dapat segera menjalankan agenda organisasi.

Ia berharap proses pembahasan di tingkat formatur dapat berlangsung secara terbuka dan menghasilkan keputusan yang dapat diterima bersama.

“Intinya kami berharap semuanya segera jelas. Kalau kepengurusan sudah jelas, SK sudah ada, kemudian dilantik, kami bisa langsung bekerja. Jangan sampai karena persoalan administrasi dan kepengurusan ini, kerja-kerja organisasi justru tertunda,” pungkas Rycko Menoza.

Dengan demikian, tahapan pasca-Musda XI saat ini masih menunggu hasil pembahasan tim formatur. Kepengurusan yang sebelumnya beredar juga masih menjadi bagian dari persoalan yang perlu diklarifikasi dan disesuaikan dengan hasil rapat formatur.

Sementara itu, hingga Selasa (22/9/2026), waktu pelantikan kepengurusan DPD II Partai Golkar Kota Bandar Lampung periode 2026–2031 belum ditetapkan secara pasti.

Rapat lanjutan tim formatur diharapkan menjadi langkah untuk memperjelas komposisi kepengurusan sekaligus mempercepat proses penerbitan SK dan pelantikan pengurus baru. (Radian)

Facebook Comments Box
Continue Reading