Connect with us

Lampung Selatan

Ketua Komisi III DPRD Lampung Selatan Gelar Sosialisasi IPWK di Desa Sukaraja

Published

on

Alteripost Kalianda – Ketua Komisi III DPRD Lampung Selatan dari Fraksi Partai Gerindra, Yuti Rama Yanti, menggelar kegiatan sosialisasi Ideologi Pancasila dan Wawasan Kebangsaan (IPWK) di Desa Sukaraja, Kecamatan Palas, Kabupaten Lampung Selatan, pada Jumat (14/3/2025).

Meskipun kegiatan berlangsung di tengah bulan suci Ramadhan, hal itu tidak mengurangi semangat dan antusiasme masyarakat setempat untuk hadir dan mengikuti jalannya acara dengan penuh perhatian.

Kegiatan ini dihadiri oleh Kepala Desa Sukaraja, Sinarti, narasumber Ahyar Efendi, aparatur desa, tokoh agama, serta tokoh masyarakat setempat.

Dalam pemaparannya, Ahyar Efendi menjelaskan bahwa IPWK merupakan bagian dari kegiatan anggota DPRD di luar sidang yang bertujuan memperkuat pemahaman masyarakat terhadap nilai-nilai Pancasila dan wawasan kebangsaan.

“Wawasan kebangsaan adalah cara pandang bangsa Indonesia dalam mengelola kehidupan berbangsa dan bernegara yang dilandasi oleh jati diri bangsa serta kesadaran terhadap sistem nasional. Semua itu bersumber dari Pancasila, UUD 1945, Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), dan Bhinneka Tunggal Ika. Dengan pemahaman ini, kita dapat menyelesaikan berbagai persoalan bangsa demi tercapainya masyarakat yang aman, adil, makmur, dan sejahtera,” ujar Ahyar.

Ia juga menegaskan bahwa Pancasila adalah pedoman utama bagi bangsa Indonesia dan ideologi yang paling sesuai dengan keberagaman yang ada di Tanah Air.

“Indonesia adalah negara republik di mana kedaulatan, kekuasaan, dan kekuatan berada di tangan rakyat,” tambahnya.

Dalam sesi dialog, warga Desa Sukaraja menyampaikan berbagai aspirasi, di antaranya permintaan bantuan alat pertanian dan pembangunan infrastruktur jalan di dusun-dusun.

“Di masa kepemimpinan Bapak Presiden Prabowo, kita tahu program swasembada pangan menjadi prioritas. Kami berharap ada bantuan alat pertanian untuk kelompok tani di Sukaraja. Mohon bantuan dari Ibu Dewan,” ujar Aswidi, salah satu warga.

Selain itu, warga juga meminta agar pembangunan jalan di desa mereka diprioritaskan.

Menanggapi aspirasi tersebut, Yuti Rama Yanti berjanji akan mengupayakan bantuan alat pertanian serta memperjuangkan pembangunan jalan di Desa Sukaraja.

“Insyaallah, mohon doanya. Saya akan dampingi pengajuan bantuan alat pertanian. Nanti saya akan berkoordinasi dengan Kang Ahyar untuk menyusun proposal agar alat tersebut bisa didistribusikan. Untuk jalan, saya akan usahakan masuk dalam pokok pikiran (Pokir) saya. Kita upayakan semaksimal mungkin sesuai anggaran yang ada. Kalau bisa satu kilometer, kita perjuangkan. Kalau hanya dapat dua meter pun, kita terima demi perbaikan jalan,” ujar Yuti, disambut antusias warga. (*)

Facebook Comments Box
Continue Reading

Lampung Selatan

Bupati Egi Dorong SPPG Bandar Agung Tak Hanya Penuhi Gizi, tetapi Juga Gerakkan Ekonomi Warga

Published

on

Alteripost Sragi – Senyum dan antusiasme anak-anak mewarnai kehadiran Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) 3T Bandar Agung di Desa Bandar Agung, Kecamatan Sragi, Kabupaten Lampung Selatan.

Bagi mereka, Program Makan Bergizi Gratis (MBG) bukan sekadar menyediakan makanan, tetapi juga membantu memenuhi kebutuhan gizi sekaligus menghemat uang jajan.

Respons positif tersebut terlihat saat Bupati Lampung Selatan, Radityo Egi Pratama, berinteraksi langsung dengan para siswa dalam peresmian SPPG 3T Bandar Agung, Rabu (14/10/2026). Kehadiran fasilitas ini menjadi bagian dari upaya memperluas jangkauan pelayanan gizi, terutama bagi anak-anak di wilayah yang membutuhkan perhatian lebih.

Peresmian di Kabupaten Lampung Selatan ditandai dengan pemotongan pita oleh Bupati Egi bersama Deputi Bidang Penyediaan dan Penyaluran Badan Gizi Nasional (BGN), Zainuri.

Kegiatan tersebut merupakan bagian dari Peresmian Serentak SPPG Tahap II di Wilayah Indonesia Tengah dan Barat, khususnya daerah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T) serta wilayah dengan prevalensi stunting tinggi.

Peresmian yang dipusatkan di Provinsi Aceh itu diikuti 16 provinsi, dengan total 980 SPPG di wilayah 3T Indonesia bagian tengah. Langkah ini menjadi bagian dari perluasan jangkauan Program MBG agar manfaat pemenuhan gizi dapat dirasakan lebih banyak masyarakat.

Saat berdialog dengan para siswa, Egi menanyakan tanggapan mereka terhadap makanan yang disediakan melalui program tersebut.

Anak-anak menyampaikan bahwa mereka senang dengan menu MBG. Selain memperoleh makanan, mereka juga merasakan manfaat karena dapat menghemat uang jajan.

Mendengar jawaban itu, Egi mengajak para siswa menyampaikan rasa terima kasih atas hadirnya program tersebut.

“Kalau senang, kita harus bilang terima kasih kepada Bapak Presiden,” tuturnya.

Bagi Egi, antusiasme anak-anak menjadi gambaran penting tentang bagaimana program pemenuhan gizi diterima oleh penerima manfaat. Namun, ia menegaskan bahwa keberhasilan program tidak cukup diukur dari pelaksanaannya, melainkan juga dari kualitas pelayanan dan manfaat yang benar-benar dirasakan masyarakat.

Karena itu, ia mengapresiasi Badan Gizi Nasional dan seluruh pihak yang telah bersinergi dalam menghadirkan SPPG di Kecamatan Sragi. Menurutnya, koordinasi dan pengawasan perlu terus diperkuat agar pelayanan berjalan optimal dan sesuai dengan tujuan program.

Egi juga mengingatkan pentingnya menjaga kebersihan dan kerapian lingkungan SPPG. Ia mengaitkan hal tersebut dengan program HELAU yang dikembangkan Pemkab Lampung Selatan untuk mewujudkan lingkungan yang hijau, elok, lestari, aman, dan unggul.

“Kita punya program Desa HELAU. Semoga SPPG-nya juga bisa menjadi SPPG HELAU, biar cantik SPPG-nya,” ujar Egi.

Selain mendukung pemenuhan gizi anak, keberadaan SPPG di wilayah Sragi diharapkan membuka peluang kerja sama dengan pelaku usaha setempat. Petani, peternak, dan pemasok bahan pangan lokal berpotensi terlibat dalam rantai pasok kebutuhan SPPG, sehingga manfaat program dapat menjangkau sektor ekonomi masyarakat.

Keterlibatan pelaku usaha lokal tersebut perlu dibangun melalui kemitraan yang saling menguntungkan, dengan tetap memperhatikan kualitas, keamanan, dan ketersediaan bahan pangan. Dengan demikian, perluasan layanan gizi juga berpeluang menciptakan aktivitas ekonomi yang lebih luas di sekitar wilayah pelayanan.

Melalui kehadiran SPPG 3T Bandar Agung, Pemkab Lampung Selatan berharap akses pelayanan pemenuhan gizi semakin luas, khususnya bagi anak-anak di wilayah pelosok.

Di saat yang sama, kolaborasi antara pemerintah, pengelola SPPG, dan pelaku usaha lokal diharapkan dapat memperkuat keberlanjutan program serta menghadirkan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat.(*)

Facebook Comments Box
Continue Reading