Bandar Lampung
Walikota Bandar Lampung Beli Rumah Warga Untuk Dijadikan Taman
Alteripost Bandar Lampung – Walikota Bandar Lampung, Eva Dwiana, membeli rumah di Gang Muhamad Saleh, Kelurahan Campang Jaya, Kecamatan Sukabumi. Rumah tersebut nantinya akan dibangun menjadi taman untuk kepentingan warga setempat.
“Ini rumahnya dijual? Kalau boleh, Bunda beli. Nanti akan dijadikan ruang terbuka dan taman untuk masyarakat di sini,” tanya Walikota Bandar Lampung, Eva Dwiana.
Rumah berukuran sekitar 15×20 meter tersebut berada di daerah rawan banjir karena letaknya persis di samping aliran air.
“Bunda sudah berdialog dengan warga di sini. Sepanjang 100 meter rencananya saluran air akan dilebarkan satu meter. Rumah warga yang terkena pelebaran akan kembali dibangun oleh Pemkot,” ungkap Eva Dwiana.
Eva menyebutkan, bencana banjir di kawasan ini disebabkan oleh adanya bangunan semipermanen dan penyempitan saluran air.
“Secara bertahap kita bersama cari solusi untuk mengatasi banjir di Kota Bandar Lampung,” tambah Eva Dwiana.
Sementara itu, pemilik rumah, Muhamad Saleh, menyambut baik keputusan tersebut. Ia mengungkapkan bahwa rumahnya telah kosong dan disewakan selama hampir dua tahun terakhir.
“Alhamdulillah, senang sekali rumah saya dibeli dan akan dijadikan taman oleh Bunda Eva,” ungkap Saleh.
Langkah ini menjadi salah satu upaya nyata Pemerintah Kota Bandar Lampung dalam menyediakan ruang terbuka hijau sekaligus menanggulangi persoalan banjir di kawasan padat penduduk.(*)
Bandar Lampung
Eva Dwiana Hadiri Konferensi Pers Rakernas APEKSI XVIII, Soroti Mitigasi Banjir Perkotaan
Alteripost Bandar Lampung – Wali Kota Bandar Lampung, Hj. Eva Dwiana, menghadiri Rapat Kerja Nasional (Rakernas) XVIII Asosiasi Pemerintah Kota Seluruh Indonesia (APEKSI) di Kota Medan, Sumatera Utara. Setibanya di Medan, Eva Dwiana langsung mengikuti konferensi pers bersama Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas, Sekretaris Dewan Pengurus APEKSI, Wali Kota Solo, dan Wali Kota Ternate di Ruang Rapat Pemerintah Kota Medan, Selasa (30/6/2026).
Dalam konferensi pers tersebut, Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas menyampaikan bahwa Rakernas APEKSI XVIII yang berlangsung pada 28 Juni hingga 4 Juli 2026 diikuti oleh 96 pemerintah kota dari seluruh Indonesia.
Kegiatan ini diproyeksikan mampu mendorong perputaran ekonomi Kota Medan hingga sekitar Rp17 miliar melalui sektor penyelenggaraan acara, perhotelan, UMKM, kuliner, dan transportasi.
Rakernas APEKSI XVIII menjadi forum strategis bagi para kepala daerah untuk memperkuat sinergi, berbagi pengalaman, serta bertukar inovasi dalam pembangunan daerah. Sejumlah agenda turut digelar, di antaranya Indonesia City Expo, forum tematik, Dialog Kota Tangguh, Karnaval Nusantara, hingga bazar UMKM yang melibatkan ratusan pelaku usaha dari berbagai daerah.
Salah satu agenda yang paling menarik perhatian masyarakat adalah Karnaval Nusantara yang diikuti puluhan delegasi dari berbagai kota di Indonesia. Kegiatan tersebut menampilkan kekayaan seni, budaya, dan tradisi daerah sebagai simbol persatuan dalam keberagaman.
Wali Kota Bandar Lampung, Hj. Eva Dwiana, menegaskan bahwa keikutsertaan Pemerintah Kota Bandar Lampung dalam Rakernas APEKSI XVIII merupakan wujud komitmen untuk memperkuat kerja sama antardaerah, termasuk membahas strategi mitigasi banjir di kawasan perkotaan.
“Melalui Rakernas APEKSI XVIII ini, Pemerintah Kota Bandar Lampung berkomitmen memperkuat kolaborasi antardaerah, memperluas jejaring kerja sama, serta mengadopsi berbagai inovasi dan praktik terbaik dalam penyelenggaraan pemerintahan guna meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat,” ujar Eva Dwiana.
Selain itu, Eva menyebut pembahasan mengenai penanganan banjir di wilayah perkotaan menjadi salah satu fokus penting, mengingat persoalan tersebut menjadi tantangan bersama yang dihadapi banyak kota di Indonesia. Dengan adanya kolaborasi dan pertukaran pengalaman antarkepala daerah, diharapkan lahir solusi yang efektif dan berkelanjutan bagi pembangunan perkotaan.(*)

