Bandar Lampung
Walikota Bandar Lampung Beli Rumah Warga Untuk Dijadikan Taman
Alteripost Bandar Lampung – Walikota Bandar Lampung, Eva Dwiana, membeli rumah di Gang Muhamad Saleh, Kelurahan Campang Jaya, Kecamatan Sukabumi. Rumah tersebut nantinya akan dibangun menjadi taman untuk kepentingan warga setempat.
“Ini rumahnya dijual? Kalau boleh, Bunda beli. Nanti akan dijadikan ruang terbuka dan taman untuk masyarakat di sini,” tanya Walikota Bandar Lampung, Eva Dwiana.
Rumah berukuran sekitar 15×20 meter tersebut berada di daerah rawan banjir karena letaknya persis di samping aliran air.
“Bunda sudah berdialog dengan warga di sini. Sepanjang 100 meter rencananya saluran air akan dilebarkan satu meter. Rumah warga yang terkena pelebaran akan kembali dibangun oleh Pemkot,” ungkap Eva Dwiana.
Eva menyebutkan, bencana banjir di kawasan ini disebabkan oleh adanya bangunan semipermanen dan penyempitan saluran air.
“Secara bertahap kita bersama cari solusi untuk mengatasi banjir di Kota Bandar Lampung,” tambah Eva Dwiana.
Sementara itu, pemilik rumah, Muhamad Saleh, menyambut baik keputusan tersebut. Ia mengungkapkan bahwa rumahnya telah kosong dan disewakan selama hampir dua tahun terakhir.
“Alhamdulillah, senang sekali rumah saya dibeli dan akan dijadikan taman oleh Bunda Eva,” ungkap Saleh.
Langkah ini menjadi salah satu upaya nyata Pemerintah Kota Bandar Lampung dalam menyediakan ruang terbuka hijau sekaligus menanggulangi persoalan banjir di kawasan padat penduduk.(*)
Bandar Lampung
MTQ ke-55 Bandar Lampung, Eva Dwiana Ajak Masyarakat Amalkan Nilai Alquran
Alteripost Bandar Lampung – Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) ke-55 Tingkat Kota Bandar Lampung Tahun 2026 resmi dimulai. Wali Kota Bandar Lampung Eva Dwiana mengingatkan agar kemeriahan kompetisi membaca, menghafal, memahami, dan menghayati Alquran tidak berhenti sebatas panggung perlombaan.
Pesan tersebut disampaikan Eva Dwiana saat membuka MTQ ke-55 Tingkat Kota Bandar Lampung di Stadion Mini Way Dadi, Sabtu malam (26/9/2026).
Menurut Eva, tantangan utama setelah pelaksanaan MTQ adalah bagaimana nilai-nilai Alquran benar-benar dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari masyarakat.
Ia menegaskan, MTQ bukan sekadar arena untuk menentukan peserta terbaik dalam setiap cabang perlombaan. Lebih dari itu, kegiatan tersebut merupakan bagian dari upaya membumikan Alquran sekaligus membentuk masyarakat yang berilmu, berakhlak, dan memiliki kepedulian terhadap sesama.
“MTQ bukan sekadar ajang untuk menunjukkan kemampuan dalam membaca, menghafal, memahami dan menghayati Alquran. Lebih dari itu, MTQ merupakan ikhtiar kita untuk membumikan Alquran dalam kehidupan,” ujar Eva.
Karena itu, Eva menilai tema MTQ ke-55, yakni “Dengan Semangat MTQ Kita Wujudkan Masyarakat yang Berilmu, Berakhlak dan Cinta Alquran dalam Kehidupan Sehari-hari”, sejalan dengan tujuan yang ingin dibangun Pemerintah Kota Bandar Lampung.
Sementara itu, Camat Sukabumi sekaligus tuan rumah pelaksanaan MTQ, Sahrial, S.Sos., M.M., mengatakan MTQ ke-55 Tingkat Kota Bandar Lampung Tahun 2026 diikuti sebanyak 402 kafilah dan 40 official dari 20 kecamatan.
Menurut Sahrial, sebanyak 77 dewan hakim turut dilibatkan dalam pelaksanaan MTQ. Para dewan hakim tersebut berasal dari Kementerian Agama Kota Bandar Lampung, UIN Raden Intan Lampung, serta pimpinan pondok pesantren.
“Pelaksanaan MTQ berlangsung mulai 26 hingga 29 September 2026,” katanya.
Ia menambahkan, panitia telah menyiapkan sembilan mimbar yang akan digunakan untuk berbagai cabang perlombaan selama pelaksanaan MTQ ke-55 Tingkat Kota Bandar Lampung.
Melalui pelaksanaan MTQ tersebut, diharapkan semangat mencintai dan mengamalkan Alquran tidak hanya terlihat selama perlombaan, tetapi juga menjadi bagian dari kehidupan masyarakat Kota Bandar Lampung. (Agus)

