Connect with us

Bandar Lampung

SMA Gratis Dibuka di Bandar Lampung, Daftar 9–10 Juli!

Published

on

Alteripost Bandar Lampung – Pemerintah Kota Bandar Lampung membuka sistem penerimaan murid baru tahun 2025/2026 jenjang SMA di Yayasan Siger Prakarsa Bunda, pendaftaran dibuka dari tanggal 9 hingga 10 Juli 2025.

Sekolah Menengah Atas (SMA) dibangun oleh Pemerintah Kota Bandar Lampung untuk mengakomodir lulusan SMP yang tidak tertampung di SMA Negeri di Kota Bandar Lampung.

“Alhamdulillah pendaftaran sekolah gratis untuk jenjang SMA akan dibuka Rabu. Bunda meminta kepada sekolah menampung anak belum mampu untuk melanjutkan sekolah,” jelas Eva Dwiana, Selasa 8 Juli 2025.

Walikota Bandar Lampung, Eva Dwiana mengatakan pihaknya menggratiskan bagi seluruh masyarakat belum mampu untuk bersekolah di Sekolah Siger Bandar Lampung.

“Ini semuanya gratis, tanpa dipungut biaya. Jadi tidak alasan bagi warga Bandar Lampung yang tidak Sekolah dikarenakan tidak ada biaya,” tambah Eva Dwiana.

Lokasi SMA Siger Bandar Lampung:
– SMA 1 Siger Bandar Lampung berada di Jalan Ikan Sembilang, No.16 Kecamatan Bumiwaras (SMPN 38 Bandar Lampung).

– SMA Siger 2 Bandar Lampung berada di Jalan Soekarno Hatta No. 18 (SMPN 39 Bandar Lampung).

– SMA Siger 3 Bandar Lampung berada di Jalan Pulau Button Raya (SMPN 44 Bandar Lampung)

– SMA Siger 4 Bandar Lampung berada di Jalan Padat Karya, Kecamatan Rajabasa
(SMPN 45 Bandar Lampung)

Masyarakat yang hendak sekolah di Yayasan Siger Prakarsa Bunda harus melampirkan persyaratan berupa, Domisili Bandar Lampung, Fotokopi Kartu Keluarga, Akte, KTP orang tua, Surat Keterangan lulus, surat keterangan tidak mampu dari kelurahan dan foto berwarna 3×4 (3 Lembar). (*)

Facebook Comments Box
Continue Reading

Bandar Lampung

Prioritaskan Keselamatan, Bunda Eva Intervensi Langsung Penanganan Sungai di Tanjung Senang

Published

on

Alteripost Bandar Lampung – Wali Kota Bandar Lampung, Eva Dwiana, menegaskan komitmen pemerintah daerah dalam mempercepat penanganan mitigasi banjir guna memberikan rasa aman bagi masyarakat. Meski terdapat wilayah yang secara regulasi berada di bawah kewenangan Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS), Pemerintah Kota (Pemkot) mengambil langkah inisiatif untuk mengintervensi pengerjaan infrastruktur di titik-titik krusial, salah satunya di Kecamatan Tanjung Senang.

Pernyataan tersebut disampaikan Wali Kota saat turun langsung menyerahkan bantuan kepada warga terdampak banjir di sejumlah wilayah, meliputi Kecamatan Bumi Waras, Rajabasa, Labuhan Ratu, Sukabumi, dan Tanjung Senang, Kamis (16/4/2026).

Dorong Optimalisasi Sinergi Lintas Sektoral
Dalam keterangannya, Wali Kota yang akrab disapa Bunda Eva menyoroti pentingnya konsistensi koordinasi antarinstansi. Ia berharap ke depan komunikasi dengan pihak Balai dapat berjalan lebih dinamis dan sinkron, mengingat penanganan bencana memerlukan respons cepat serta kehadiran seluruh pemangku kepentingan di lapangan.

“Kami terus berupaya mengajak seluruh pihak untuk duduk bersama. Masalah banjir di kota ini akan tuntas jika ada sinergi yang solid dari tingkat kecamatan hingga pihak Balai. Namun, saat ini kami melihat masih ada kendala dalam kepastian koordinasi di lapangan,” ujar Eva Dwiana.

Mengingat kondisi cuaca yang sulit diprediksi, Bunda Eva memutuskan mengambil langkah diskresi demi kepentingan publik, terutama terkait proyek drainase di Tanjung Senang yang sempat terhambat.

“Masyarakat sudah sangat kooperatif dengan menghibahkan tanah mereka untuk kepentingan umum. Kita tidak bisa membiarkan pengerjaan ini tertunda terlalu lama. Saya sudah menjalin komunikasi dan meminta izin kepada pihak Balai agar Pemkot dapat segera mengambil alih pengerjaannya. Ini murni demi keselamatan warga,” tegasnya.

Bantuan Rp5 Miliar untuk 5.800 KK
Sejalan dengan upaya perbaikan infrastruktur, Pemkot Bandar Lampung juga fokus pada langkah perlindungan sosial. Sebanyak Rp5 miliar anggaran disiapkan untuk meringankan beban masyarakat di 36 titik banjir yang tersebar di 13 kecamatan.

Adapun paket bantuan yang disalurkan kepada setiap kepala keluarga (KK) terdiri dari beras 10 kilogram dan santunan tunai sebesar Rp500.000 per KK guna membantu biaya pemulihan serta pembersihan rumah pascagenangan.

Selain itu, Pemkot juga akan melakukan penataan kembali aliran sungai yang terhambat oleh bangunan tertentu, khususnya di wilayah Sukabumi. Langkah ini diambil untuk memastikan kelancaran arus air dan meminimalisir risiko banjir di masa mendatang.

“Pemerintah hadir untuk bertanggung jawab. Jika ada kendala pada aliran sungai yang tertutup, kami akan melakukan penertiban secara terukur. Beberapa titik sudah kami rapikan kembali agar fungsi sungai sebagai saluran pembuangan air dapat kembali optimal,” pungkasnya.

Meski bertindak tegas dalam ranah kebijakan, Bunda Eva tetap memberikan penguatan moral kepada warga. Ia mengajak masyarakat untuk tetap sabar, menjaga semangat gotong royong, serta meyakini bahwa pemerintah daerah akan terus hadir mendampingi masyarakat di masa-masa sulit. (rls)

Facebook Comments Box
Continue Reading