Lampung
Sekdaprov Marindo Buka Musprov ke-5 DWP
Alteripost.co, Bandarlampung-
Pemerintah Provinsi (Pemprov) Lampung terus membuka ruang kerja sama dengan berbagai elemen, termasuk organisasi perempuan seperti Dharma Wanita Persatuan (DWP)
Hal tersebut ditegaskan Gubernur Lampung dalam sambutan tertulis yang dibacakan Sekretaris Daerah Provinsi (Sekdaprov) Lampung, Marindo Kurniawan saat membuka kegiatan Musyawarah Provinsi (MUSPROV) ke-5 Dharma Wanita Persatuan Provinsi Lampung bertempat di Gedung Pusiban, Senin (28/07/2025).
“Kita semua memiliki tanggung jawab moral dan sosial untuk menyiapkan generasi mendatang yang cerdas, berakhlak, dan siap menghadapi tantangan global. DWP memiliki kekuatan besar dalam hal ini, karena bersentuhan langsung dengan pondasi utama bangsa yaitu keluarga sebagai satuan unit terkecil sebuah organisasi yang ada di masyarakat,” tegasnya.

Gubernur Lampung dalam kesempatan tersebut menyampaikan apresiasinya atas dedikasi dan kiprah nyata Dharma Wanita Persatuan dalam mendampingi dan memperkuat peran ASN, serta menjadi mitra strategis pemerintah dalam mendorong pembangunan berbasis keluarga.
Melalui penyelenggaraan Musyawarah Provinsi (Musprov) ke-5 Dharma Wanita Persatuan Provinsi Lampung, yang mengusung tema ‘Penguatan Fondasi Transformasi Organisasi DWP Menuju Indonesia Emas 2045’, diharapkan menjadi wadah dalam mengevaluasi capaian, merancang program ke depan, dan menyusun strategi agar DWP semakin solid dan mampu menjawab tantangan di era transformasi.
“Saya percaya, dengan kepemimpinan yang visioner dan kolaboratif, DWP Provinsi Lampung dapat terus berkembang dan memberikan pengaruh positif, khususnya dalam mewujudkan visi ‘Bersama Lampung Maju Menuju Indonesia Emas 2045’,” tegasnya.
“Selamat bermusyawarah. Semoga agenda ini menghasilkan keputusan yang bijak, pemimpin yang amanah, dan program-program yang progresif untuk kemajuan Dharma Wanita ke depan,” pungkasnya.
Sementara itu, Penasihat Dharma Wanita Persatuan Provinsi Lampung, Purnama Wulan Sari Mirza dalam kesempatan tersebut menegaskan bahwa sebagai organisasi perempuan mitra pemerintah, DWP memiliki peran penting dalam mendukung pembangunan, baik melalui pemberdayaan perempuan, pendidikan keluarga, sosial budaya, hingga peran aktif dalam membina anggota agar menjadi pribadi yang tangguh dan produktif.
“Sebagai wanita, sebagai istri, sebagai seorang ibu, disinilah peran dan tugas kita untuk membantu, mendukung program-program pembangunan dari unit terkecil, kita sebagai perempuan kita bangun dulu di keluarga kita,” tegasnya.
Kegiatan Musprov ke-5 Dharma Wanita Persatuan Provinsi Lampung diharapkan mampu menghasilkan keputusan-keputusan strategis yang berdampak positif terhadap kinerja DWP di daerah masing-masing, meningkatkan koordinasi dan sinergi antar-DWP di tingkat Provinsi dan Kabupaten/Kota serta mendorong lahirnya program-program inovatif dan solutif, yang menyentuh kebutuhan nyata masyarakat, khususnya perempuan dan keluarga.
Dalam kesempatan yang sama, Ketua Dharma Wanita Persatuan Provinsi Lampung, Agnesia Bulan Marindo menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari program kerja Dharma Wanita Persatuan yang bertujuan untuk meningkatkan Penguatan Formasi Organisasi DWP Menuju Indonesia Emas 2045.
Musyawarah Provinsi merupakan Forum tertinggi Organisasi yang diselenggarakan pada Tingkat Provinsi dan dilaksanakan 5 (lima) Tahun sekali, setelah diadakanya MUNAS di Jakarta.
Kegiatan ini diselenggarakan oleh Dharma Wanita Persatuan Provinsi Lampung yang dihadiri Penasihat DWP, Pengurus DWP Provinsi sebanyak 32 orang, Pengurus dan Anggota DWP Unsur Pelaksana Provinsi sebanyak 76 orang serta Pengurus dan Anggota DWP Kabupaten/Kota sebanyak 30 orang.
Ketua Dharma Wanita Persatuan Provinsi Lampung Agnesia Bulan Marindo berharap kegiatan ini dapat membuahkan hasil yang dapat memberikan kemajuan dan perkembangan pada organisasi DWP kedepannya.
“Semoga melalui Forum ini dapat memberikan kemajuan dan perkembangan yang baik untuk organisasi DWP kedepannya serta semoga DWP dapat menghadapi segala kendala-kendala yang akan di hadapi dalam
menjalankan kegiatan-kegiatannya,” pungkasnya. (Rls)
Lampung
Festival Krakatau 2026 Semarak, Budaya Lampung Bergema Lewat Tapis Karnaval
Alteripost Bandar Lampung – Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal didampingi Wakil Gubernur Lampung Jihan Nurlela dan Sekretaris Daerah Provinsi Lampung Marindo Kurniawan melakukan flag off sebagai tanda dimulainya Lampung Tapis Karnaval dalam rangkaian Festival Krakatau XXXV Tahun 2026 di Tugu Adipura, Bandar Lampung, Minggu (30/8/2026).
Karnaval diawali dengan defile pasukan berkuda yang langsung menarik perhatian masyarakat. Ribuan warga tampak memadati sejumlah ruas jalan yang menjadi rute karnaval untuk menyaksikan kemeriahan parade budaya tersebut.
Lampung Tapis Karnaval melibatkan berbagai elemen masyarakat, mulai dari organisasi perangkat daerah (OPD) Pemerintah Provinsi Lampung dan pemerintah kabupaten/kota se-Provinsi Lampung, TNI dan Polri, sekolah negeri maupun swasta, atlet dan pemuda berprestasi tingkat nasional dan internasional, hingga organisasi kemasyarakatan.
Keterlibatan berbagai unsur tersebut menjadi gambaran semangat kebersamaan dalam memperkenalkan sekaligus melestarikan kekayaan budaya Lampung kepada masyarakat luas.
Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal mengatakan, Festival Krakatau tidak sekadar menjadi ruang hiburan bagi masyarakat, tetapi juga menjadi sarana untuk menjaga adat dan budaya sekaligus memperkuat persatuan masyarakat Lampung.
“Insya Allah Festival Krakatau hari ini akan menjadi sarana kita untuk ikut melestarikan adat, melestarikan budaya, menambah kekuatan, dan terutama mempersatukan kita bahwa Provinsi Lampung bersatu, damai, rukun, dan tenteram,” ujar Gubernur.
Lampung Tapis Karnaval menempuh rute dari Tugu Adipura, Jalan Kartini, Jalan Sukma, Jalan Pangkal Pinang, Jalan Raden Intan, Jalan Tulang Bawang, hingga berakhir di Jalan Sriwijaya, kawasan Lapangan Saburai.
Sepanjang rute, masyarakat terlihat antusias menyaksikan beragam penampilan dan parade peserta. Kepadatan warga di sepanjang jalur karnaval semakin menambah semarak pelaksanaan Festival Krakatau 2026.
Karnaval tersebut sekaligus menjadi momentum memperkenalkan tapis sebagai salah satu warisan budaya sekaligus identitas Lampung melalui kemasan kegiatan yang kreatif, meriah, dan melibatkan masyarakat secara luas.
Festival Krakatau Hadirkan Beragam Kegiatan
Festival Krakatau 2026 telah berlangsung sejak 25 Agustus dan mencapai puncaknya pada 30 Agustus 2026. Selama pelaksanaannya, masyarakat disuguhkan berbagai kegiatan yang terbuka untuk umum.
Sejumlah agenda yang digelar di antaranya Krakatau Festival Kuliner, Krakatau Kopi Expo, modern dance, festival band, zumba dance, coffee battle, Seruit Battle, Krakatau Run, hingga Karnaval Festival.
Rangkaian Festival Krakatau 2026 kemudian ditutup dengan Pesona Kemilau Krakatau. Beragam kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya Pemerintah Provinsi Lampung menjadikan Festival Krakatau sebagai ruang promosi budaya, kreativitas, pariwisata, kuliner, dan ekonomi kreatif daerah.
Di sela kegiatan, Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal mengatakan Festival Krakatau bukan hanya agenda pemerintah, melainkan kegiatan bersama yang melibatkan berbagai unsur masyarakat.
“Ini bukan hanya acara pemerintah, ini adalah acara bersama, acara semua komunitas, tokoh adat dan semua elemen masyarakat. Semuanya semangat untuk menunjukkan bahwa inilah budaya Lampung yang terdiri dari ragam marga dan budaya dan di sini kita berkumpul menjadi satu,” kata Mirza.
Menurutnya, keterlibatan generasi muda dalam Festival Krakatau menjadi salah satu hal yang membanggakan. Ia menilai kehadiran pelajar, mahasiswa, dan anak muda lainnya menunjukkan bahwa Lampung memiliki sumber daya manusia yang besar sekaligus memiliki kepedulian terhadap budaya daerah.
“Tadi kita lihat hampir semua anak-anak muda, baik SMA, mahasiswa. Ini menunjukkan kita punya SDM yang banyak, SDM yang semangat dan cinta dengan budaya Lampung,” pungkasnya.(*)

