Connect with us

Lampung

Sekdaprov Marindo Pastikan Pelantikan P3K Tahap I Telah Terukur

Published

on

Foto: Sekdaprov Marindo saat memantau proses pelantikan P3K secara virtual dari Ruang Command Center Lantai 2, Dinas Komunikasi, Informatika, dan Statistik (Kominfotik) Provinsi Lampung

 

Alteripost.co, Bandarlampung-
Pemerintah Provinsi (Pemprov) Lampung melantik sebanyak 5.469 Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) Tahap I Tahun Anggaran 2024, yang tersebar di 41 Organisasi Perangkat Daerah (OPD), Rabu (30/7/2025).

Pelantikan dilakukan secara serentak dan virtual, dipantau langsung Sekretaris Daerah Provinsi (Sekdaprov) Lampung, Marindo Kurniawan, dari Ruang Command Center Lantai 2, Dinas Komunikasi, Informatika, dan Statistik (Kominfotik) Provinsi Lampung.

Pelantikan P3K tahap tersebut dipastikan telah terukur dan tentunya menjadi momentum penting dalam memperkuat kapasitas pelayanan publik di lingkungan Pemprov Lampung, sekaligus menjadi bagian dari transformasi birokrasi berbasis meritokrasi.

Dalam proses pelaksanaan pelantikan di masing-masing OPD dipimpin Pejabat Pimpinan Tinggi Pratama dan dipantau secara virtual oleh Sekdaprov Marindo.

Salah satu prosesi pelantikan berlangsung di Dinas Kominfotik Provinsi Lampung, yang melantik 60 orang PPPK teknis. Pelantikan dipimpin langsung oleh Kepala Dinas Kominfotik, Ganjar Jationo.

Gubernur Lampung dalam sambutan tertulis yang dibacakan Kepala Dinas Kominfotik, Ganjar Jationo menyampaikan ucapan selamat kepada seluruh PPPK yang telah resmi dilantik. Gubernur menyebut momen ini sebagai hari istimewa yang telah lama dinanti oleh para calon PPPK dan merupakan awal dari perjalanan baru dalam pengabdian kepada negara.

“Pintu pengabdian kini terbuka lebar. Pelantikan ini menandai dimulainya tanggung jawab dan amanah baru yang harus dijalankan dengan sepenuh hati,” lanjutnya.

Lebih lanjut, Gubernur menegaskan bahwa proses seleksi PPPK yang dilantik telah melalui tahapan ketat, mulai dari verifikasi administrasi hingga Uji Kompetensi menggunakan sistem CAT (Computer Assisted Test) oleh Badan Kepegawaian Negara (BKN). Hal ini menunjukkan bahwa para pegawai yang dilantik memang layak dan kompeten.

“Ini adalah bukti bahwa kalian memiliki kemampuan dan kepercayaan untuk menjadi bagian dari aparatur negara,” tegas Gubernur.

Ia juga mengingatkan bahwa sumpah dan janji yang diucapkan bukan sekadar formalitas, melainkan komitmen suci di hadapan negara dan Tuhan Yang Maha Esa.

Dalam pesannya, Gubernur mengajak seluruh PPPK yang baru dilantik untuk bekerja dengan penuh semangat, dedikasi, dan integritas.

“Kalian adalah wajah Pemerintah Provinsi Lampung di mata masyarakat. Jadilah ASN yang berakhlak, jujur, adil, dan profesional. Layani masyarakat dengan ketulusan dan junjung tinggi etika profesi,” pesannya.

Sebagai bagian dari transformasi digital dan peningkatan pelayanan publik, Gubernur juga mendorong pemanfaatan aplikasi Lampung inn, aplikasi milik Pemprov Lampung yang mendukung pelayanan terintegrasi berbasis digital.

Pelantikan PPPK Tahap I ini juga diwarnai dengan kegiatan penanaman pohon oleh seluruh peserta sebagai simbol komitmen Pemerintah Provinsi Lampung dalam menjaga kelestarian lingkungan dan mendukung aksi nyata menghadapi perubahan iklim global. (Rls)

Facebook Comments Box
Continue Reading

Lampung

Pemprov Lampung Berjibaku Padamkan Karhutla di Way Kambas dan Sekitarnya

Published

on

Foto: Istimewa for Alteripost.co

Alteripost.co, Bandarlampung-
Pemerintah Provinsi (Pemprov) Lampung melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) terus menggencarkan operasi pemadaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Fokus penanganan utama saat ini dikerahkan ke kawasan Taman Nasional Way Kambas (TNWK) yang mulai terbakar sejak pertengahan bulan lalu.

“Sampai dengan hari ini, kondisi kebakaran hutan di provinsi Lampung terdapat beberapa titik hotspot yang sedang kami tangani. Mulai dari tanggal 15 September hingga sekarang, pemerintah masih terus berupaya berjibaku memadamkan titik api utama yang berlokasi di TNWK,” tegas Kepala BPBD Lampung Aswarodi saat melakukan pemantauan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) di Posko OMC Bandara Raden Intan II, Sabtu (17/10/2026).

Berdasarkan laporan dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), terdapat 73 titik panas tingkat kepercayaan sedang dan 11 titik panas tingkat kepercayaan tinggi di wilayah Lampung. Khusus di area TNWK, terdeteksi 25 titik panas berskala sedang serta mendominasi jumlah titik panas dengan tingkat kepercayaan tinggi.

Untuk mengatasi krisis tersebut, Pemprov Lampung telah menyiagakan sebanyak 350 personel yang tergabung dalam Satgas Darat. Tim gabungan ini terdiri dari berbagai unsur, mulai dari Kodam, Batalyon TV, Kodim, BPBD Lampung Timur, hingga unsur Masyarakat Peduli Api.

Selain operasi jalur darat, upaya pemadaman masif juga dilakukan melalui jalur udara atas permohonan Gubernur Lampung kepada BNPB. Bantuan satgas udara ini diwujudkan melalui pengerahan helikopter water bombing serta pesawat terbang untuk Operasi Modifikasi Cuaca (OMC).

Pelaksanaan OMC ini tidak hanya merupakan permintaan Gubernur, tetapi juga wujud tindak lanjut atensi langsung dari Presiden. Pemprov Lampung bekerja sama dengan vendor Smart Aviation, berbeda dengan vendor udara pada era kepemimpinan Kepala BPBD Rudi Syawal dan telah menyemai awan sejak 10 Oktober lalu.

Sejauh ini, tim udara telah berhasil melaksanakan tiga sorti penerbangan di atas langit wilayah udara Provinsi Lampung. Hujan ringan sempat berhasil diturunkan pada tanggal 11 Oktober 2026 setelah HCL disemai ke awan, namun air hujan justru jatuh di wilayah Metro dan Natar akibat pergerakan angin.

Operasi pemadaman lewat udara ini bukan tanpa halangan karena sangat bergantung pada faktor alamiah. Sejak tanggal 14 Oktober lalu, pertumbuhan awan konvektif di langit Lampung bagian timur dilaporkan sangat minim sehingga pihak Smart Aviation kesulitan melakukan penyemaian cuaca tambahan.

Tantangan serupa juga dialami oleh armada helikopter water bombing saat melakukan intervensi langsung memadamkan titik api di dalam TNWK. Rapatnya tajuk dan vegetasi pohon-pohon tinggi membuat kucuran air terhalang sehingga hanya sampai ke dasar lahan gambut dalam bentuk percikan kecil.

Oleh sebab itu, kolaborasi erat antara tim water bombing dengan 350 personel Satgas Darat mutlak diperlukan agar pemadaman api dapat berjalan optimal. Di samping kawasan TNWK, karhutla juga terpantau di daerah lain seperti Mesuji, Lampung Utara, Lampung Tengah, Tulang Bawang, dan Tulang Bawang Barat.

Salah satu titik api yang sempat ramai diperbincangkan di media sosial berada di dekat jalan tol perbatasan Kabupaten Tulang Bawang Barat dan Tulang Bawang. Beruntung, titik api di kawasan tol tersebut berhasil dipadamkan sepenuhnya tanpa sisa asap pada Sabtu pagi melalui jalur darat karena areanya mudah dijangkau.

Proses pemadaman jalan tol dikoordinasikan secara langsung oleh BPBD Tulang Bawang Barat, BPBD Tulang Bawang, BPBD Lampung Tengah, bersama dengan Damkar, Brimob, serta petugas pemadam internal dari perusahaan PT HIM. Lahan yang terbakar di kawasan ini dipastikan merupakan area kebun karet, bukan lahan gambut seperti di kawasan taman nasional.

Mengenai pemicu kebakaran di perkebunan karet tersebut, pihak berwenang menduga kuat adanya kelalaian dari sisi manusia. Faktor penyebab seperti membuang puntung rokok sembarangan hingga kemungkinan unsur kesengajaan saat ini sedang dalam proses penyelidikan intensif oleh petugas.

Ke depan, BPBD bersama pihak Smart Aviation menegaskan akan terus memonitor pergerakan cuaca serta menyiagakan armada pesawat OMC. Intervensi penyemaian awan akan langsung dilanjutkan kembali jika terdapat potensi awan yang tumbuh secara konvektif di langit Lampung Timur.

Kebijakan masif yang mengolaborasikan pengerahan satgas darat secara maksimal dan operasi modifikasi cuaca ini diharapkan dapat segera menuntaskan bencana hidrometeorologi secara menyeluruh. Padamnya karhutla akan membawa manfaat besar guna menyelamatkan ekosistem hayati, mengamankan jalannya aktivitas transportasi, serta mencegah timbulnya gangguan kesehatan pernapasan bagi seluruh masyarakat di Provinsi Lampung. (Rls)

Facebook Comments Box
Continue Reading