Connect with us

Pesisir Barat

Pemkab Pesibar Gelar Upacara Hari Pahlawan 2025, Irawan Topani Ajak Terus Bergerak

Published

on

Alteripost Pesisir Barat – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pesisir Barat (Pesibar) menggelar upacara peringatan Hari Pahlawan yang dihelat di Lapangan Komplek Perkantoran Pemkab Pesibar, Senin (10/11/2025).

Dalam upacara tersebut bertindak sebagai Inspektur, Wakil Bupati, Irawan Topani, S.H., M.Kn., Komandan Upacara, Ipda. Ari Salam Brilian Syah, S.H., M.H., Pengucap Undang-Undang (UU), Azizal Hadad. Sedangkan pengibar bendera, Neti Apriyani, Hendro Helmi, dan Ardi Hendrian Panca, serta pengucap pesan pahlawan, Hijrah Amin, S.Pi., M.I.P., dan Rena Novasari, S.H., M.M.

Tampak hadir juga dalam upacara tersebut Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD), Mohammad Emir Lil Ardi, S.H., Ketua Tim Penggerak-Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (TP-PKK), Dian Hardiyanti Dedi, S.ST., M.M., para Staf Ahli, kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD), Camat se-Pesibar, dan peserta apel dari unsur OPD, TNI, Polri, pelajar SD, SMP, dan SMA.

Dalam sambutannya Wakil Bupati, Irawan Topani mengatakan bahwa Hari Pahlawan adalah momen renungan mendalam tentang makna perjuangan dan pengorbanan. Pahlawan bukan hanya sosok yang mengangkat senjata, tetapi juga yang menyalakan cahaya harapan di tengah kegelapan, yang berani melangkah melawan ketidakadilan, dan yang dengan tulus berbuat untuk negeri tanpa pamrih. “Kita hidup di masa yang berbeda dengan para pahlawan. Mamun, semangat mereka tetap abadi. Jika dulu mereka berjuang dengan darah dan air mata, maka kini perjuangan kita adalah melawan kemiskinan, kebodohan, ketertinggalan, dan ketidakpedulian. Perjuangan kita adalah memastikan bahwa setiap anak di Pesibar mendapat pendidikan yang layak, setiap keluarga bisa hidup dengan bermartabat, dan setiap jengkal tanah negeri ini merasakan keadilan pembangunan,” tutur Wakil Bupati, Irawan Topani.

Wakil Bupati, Irawan Topani menegaskan, dalam sejarah bangsa, tidak ada kemerdekaan yang lahir tanpa perjuangan, tidak ada kemajuan yang hadir tanpa pengorbanan. Dari para pahlawan mengajarkan bahwa cinta tanah air bukan hanya diucapkan, tetapi diwujudkan dengan tindakan nyata, dengan bekerja sungguh-sungguh, menjaga kejujuran, menebarkan kasih, dan mengutamakan kepentingan bangsa diatas kepentingan pribadi. “Sebagaimana tema hari pahlawan tahun ini Pahlawanku Teladanku, Terus Bergerak, Melanjutkan Perjuangan. Maka kita semua dipanggil untuk meneladani semangat itu dalam kehidupan sehari-hari. Mari terus bergerak dibidang apa pun kita berada, sekecil apa pun peran kita, karena setiap langkah kebaikan adalah bagian dari perjuangan besar untuk bangsa,” ajak Wakil Bupati, Irawan Topani.(*)

Facebook Comments Box
Continue Reading

Ekonomi dan Bisnis

Perkuat Literasi Keuangan, OJK Lampung Serahkan 150 Polis Asuransi Jiwa Untuk Guru di Pesisir Barat

Published

on

Alteripost Pesisir Barat – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Lampung berkolaborasi dengan Pemerintah Kabupaten Pesisir Barat dan Asuransi Astra mengambil langkah konkret dalam memperluas inklusi keuangan di daerah. Kegiatan yang bertempat di Lobby Teluk Stabas, Gedung Marga Sai Batin, Kabupaten Pesisir Barat ini merupakan sinergi yang menghadirkan edukasi literasiserta bentuk nyata aksi inklusi melalui penyerahan polis asuransi jiwa kepada 150 Aparatur Sipil Negara (ASN) guru dan tenaga pendidik.

Langkah strategis ini diambil sebagai respons atas tantangan kerentanan finansial di masyarakat. Kepala OJK Lampung, Otto Fitriandy melalui sambutan yang disampaikan Deputi Direktur OJK Lampung, Ety Elyati, menegaskan bahwa kepemilikan asuransi jiwa bagi seorang ASN dan pendidik merupakan wujud jaring pengaman tambahan (safety net) serta bukti perlindungan nyata bagi keluarga. Jika terjadi risiko tak terduga seperti sakit kritis atau hilangnya pencari nafkah, asuransi memastikan keluarga yang ditinggalkan tetap aman secara finansial dan anak-anak tetap bisa bersekolah tanpa harus berhutang atau menjual aset berharga. Literasi harus segera diikuti dengan inklusi kepemilikan produk, agar perlindungannya benar-benar dirasakan dan membawa dampak kesejahteraan.

Mengikis Kesenjangan Melalui Peran Strategis Guru

Merujuk pada Survei Nasional Literasi dan Inklusi Keuangan (SNLIK) 2025, indeks literasi keuangan nasional telah mencapai 66,46% dan indeks inklusi sebesar 80,51%. Meski angka ini menunjukkan peningkatan, namun masih terdapat kesenjangan (gap) yang mengindikasikan bahwa kemudahan masyarakat dalam mengakses layanan keuangan, belum disertai dengan pemahaman mendalam untuk mengelolanya secara bijak. Celah inilah yang sering kali dimanfaatkan oleh pelaku kejahatan siber, pinjaman online ilegal, maupun investasi bodong yang merugikan masyarakat saat memiliki kebutuhan pendanaan mendesak.

Asisten Perekonomian dan Pembangunan Kabupaten Pesisir Barat, Drs. Zukri Amin, M.P., menyambut baik program yang menyasar tenaga pendidik ini. Menurutnya, guru memegang peranan krusial sebagai agen perubahan di tengah masyarakat.“Kami menaruh harapan besar agar ilmu yang diperoleh hari ini tidak berhenti di sini, tetapi diteruskan kepada para siswa, rekan kerja, dan masyarakat sekitar.

Melalui Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPAKD), Pemkab Pesisir Barat berkomitmen memastikan literasi dan inklusi keuangan berjalan beriringan sehingga masyarakat lebih siap merencanakan masa depan, mengelola risiko, dan meningkatkan perekonomian daerah,” jelas Zukri.

Pengawasan Ketat OJK demi Keamanan Konsumen

Guna memberikan ketenangan bagi masyarakat yang mulai mengakses asuransi jiwa, OJK menjamin adanya pengawasan yang ketat terhadap seluruh lembaga jasa keuangan. Sesuai dengan amanat Undang-Undang Nomor 4 Tahun 2023 tentang P2SK, OJK hadir untuk memastikan setiap perusahaan asuransi memberikan manfaat dan memenuhi hak-hak pemegang polis sesuai dengan perjanjian.

Kolaborasi yang turut didukung oleh Asuransi Astra ini diharapkan mampu mengubah paradigma masyarakat yang selama ini menganggap asuransi sebagai kebutuhan yang bisa ditunda.Pemberian 150 polis asuransi ini diharapkan menjadi tonggak awal dalam mencetak tenaga pendidik yang ‘Cerdas Finansial’. Dengan hati yang tenang karena terlindungi secara finansial, para guru dipastikan dapat memberikan dedikasi yang jauh lebih maksimal dalam membangun kualitas generasi muda di Pesisir Barat.(*)

Facebook Comments Box
Continue Reading