Connect with us

Lampung Selatan

Sinergi DPRD dan Pemdes, Program BSPS Wujudkan Rumah Layak Huni di Desa Bakauheni

Published

on

Alteripost Lampung Selatan – Pemerintah Desa (Pemdes) Bakauheni bersama Anggota DPRD Kabupaten Lampung Selatan (Lamsel) dari Fraksi Partai Gerindra, Ali Wardana, S.E., turun langsung meninjau pelaksanaan Program Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) di Desa Bakauheni, Kecamatan Bakauheni, Senin (10/11/2025).

Kegiatan tersebut turut dihadiri Kepala Desa Bakauheni Sukirno, Sekretaris Camat Bakauheni Alfanizar, perangkat desa, perwakilan pendamping dari Provinsi Lampung, serta warga penerima bantuan.

Dalam kesempatan itu, Ali Wardana menyampaikan bahwa kunjungan dilakukan untuk memastikan pembangunan rumah bantuan berjalan sesuai ketentuan, mulai dari tahap pembongkaran hingga peletakan batu pertama.

“Kami bersama pemerintah desa dan kecamatan memastikan material sudah diterima warga penerima manfaat. Saya juga mewakili Bapak Wahrul Fauzi Silalahi, S.H., Anggota DPRD Provinsi Lampung, untuk menjalin keakraban dengan masyarakat,” ujar Ali Wardana.

Peletakan batu pertama dilakukan di Dusun Kenyayan Bawah, tepatnya di rumah Ibu Hartini, disaksikan perangkat desa dan warga yang bergotong royong membantu pembangunan.

Lebih lanjut, Ali Wardana menegaskan bahwa program BSPS ini merupakan bentuk nyata sinergi antara pemerintah pusat, provinsi, dan kabupaten.

“Bantuan senilai Rp20 juta per rumah terdiri dari Rp17,5 juta untuk bahan material dan Rp2,5 juta untuk upah tukang. Tidak ada potongan apa pun, semua murni untuk warga,” tegasnya.

Ia juga berharap agar masyarakat yang belum mendapat bantuan dapat diakomodasi pada tahap berikutnya.

“Masih banyak rumah yang belum layak huni di Bakauheni. Ini akan menjadi catatan dan perjuangan bersama agar tahun-tahun mendatang semakin banyak warga yang merasakan manfaat program ini,” tambahnya.

Sementara itu, Kepala Desa Bakauheni Sukirno menyampaikan apresiasi kepada pemerintah daerah dan para legislator yang telah memperjuangkan bantuan BSPS untuk warganya.

“Terima kasih kepada Pemkab Lampung Selatan, Bapak Ali Wardana, dan Bapak Wahrul Fauzi. Program ini sangat bermanfaat bagi masyarakat kami yang membutuhkan rumah layak huni,” ucap Sukirno.

Salah satu penerima bantuan, Taher, juga mengungkapkan rasa syukurnya atas bantuan yang diterima.

“Terima kasih kepada pemerintah dan semua pihak yang telah membantu. Semoga ke depan warga lain juga bisa mendapatkan bantuan seperti saya,” ujarnya.

Di akhir kegiatan, Anggota DPRD Lampung Selatan Ali Wardana juga menyerahkan bantuan sembako kepada para penerima program BSPS. Dikutip dari media cuplik.com.(*)

Facebook Comments Box
Continue Reading

Lampung Selatan

Bupati Egi Dorong SPPG Bandar Agung Tak Hanya Penuhi Gizi, tetapi Juga Gerakkan Ekonomi Warga

Published

on

Alteripost Sragi – Senyum dan antusiasme anak-anak mewarnai kehadiran Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) 3T Bandar Agung di Desa Bandar Agung, Kecamatan Sragi, Kabupaten Lampung Selatan.

Bagi mereka, Program Makan Bergizi Gratis (MBG) bukan sekadar menyediakan makanan, tetapi juga membantu memenuhi kebutuhan gizi sekaligus menghemat uang jajan.

Respons positif tersebut terlihat saat Bupati Lampung Selatan, Radityo Egi Pratama, berinteraksi langsung dengan para siswa dalam peresmian SPPG 3T Bandar Agung, Rabu (14/10/2026). Kehadiran fasilitas ini menjadi bagian dari upaya memperluas jangkauan pelayanan gizi, terutama bagi anak-anak di wilayah yang membutuhkan perhatian lebih.

Peresmian di Kabupaten Lampung Selatan ditandai dengan pemotongan pita oleh Bupati Egi bersama Deputi Bidang Penyediaan dan Penyaluran Badan Gizi Nasional (BGN), Zainuri.

Kegiatan tersebut merupakan bagian dari Peresmian Serentak SPPG Tahap II di Wilayah Indonesia Tengah dan Barat, khususnya daerah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T) serta wilayah dengan prevalensi stunting tinggi.

Peresmian yang dipusatkan di Provinsi Aceh itu diikuti 16 provinsi, dengan total 980 SPPG di wilayah 3T Indonesia bagian tengah. Langkah ini menjadi bagian dari perluasan jangkauan Program MBG agar manfaat pemenuhan gizi dapat dirasakan lebih banyak masyarakat.

Saat berdialog dengan para siswa, Egi menanyakan tanggapan mereka terhadap makanan yang disediakan melalui program tersebut.

Anak-anak menyampaikan bahwa mereka senang dengan menu MBG. Selain memperoleh makanan, mereka juga merasakan manfaat karena dapat menghemat uang jajan.

Mendengar jawaban itu, Egi mengajak para siswa menyampaikan rasa terima kasih atas hadirnya program tersebut.

“Kalau senang, kita harus bilang terima kasih kepada Bapak Presiden,” tuturnya.

Bagi Egi, antusiasme anak-anak menjadi gambaran penting tentang bagaimana program pemenuhan gizi diterima oleh penerima manfaat. Namun, ia menegaskan bahwa keberhasilan program tidak cukup diukur dari pelaksanaannya, melainkan juga dari kualitas pelayanan dan manfaat yang benar-benar dirasakan masyarakat.

Karena itu, ia mengapresiasi Badan Gizi Nasional dan seluruh pihak yang telah bersinergi dalam menghadirkan SPPG di Kecamatan Sragi. Menurutnya, koordinasi dan pengawasan perlu terus diperkuat agar pelayanan berjalan optimal dan sesuai dengan tujuan program.

Egi juga mengingatkan pentingnya menjaga kebersihan dan kerapian lingkungan SPPG. Ia mengaitkan hal tersebut dengan program HELAU yang dikembangkan Pemkab Lampung Selatan untuk mewujudkan lingkungan yang hijau, elok, lestari, aman, dan unggul.

“Kita punya program Desa HELAU. Semoga SPPG-nya juga bisa menjadi SPPG HELAU, biar cantik SPPG-nya,” ujar Egi.

Selain mendukung pemenuhan gizi anak, keberadaan SPPG di wilayah Sragi diharapkan membuka peluang kerja sama dengan pelaku usaha setempat. Petani, peternak, dan pemasok bahan pangan lokal berpotensi terlibat dalam rantai pasok kebutuhan SPPG, sehingga manfaat program dapat menjangkau sektor ekonomi masyarakat.

Keterlibatan pelaku usaha lokal tersebut perlu dibangun melalui kemitraan yang saling menguntungkan, dengan tetap memperhatikan kualitas, keamanan, dan ketersediaan bahan pangan. Dengan demikian, perluasan layanan gizi juga berpeluang menciptakan aktivitas ekonomi yang lebih luas di sekitar wilayah pelayanan.

Melalui kehadiran SPPG 3T Bandar Agung, Pemkab Lampung Selatan berharap akses pelayanan pemenuhan gizi semakin luas, khususnya bagi anak-anak di wilayah pelosok.

Di saat yang sama, kolaborasi antara pemerintah, pengelola SPPG, dan pelaku usaha lokal diharapkan dapat memperkuat keberlanjutan program serta menghadirkan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat.(*)

Facebook Comments Box
Continue Reading