Connect with us

Lampung

Pemprov Lampung Bangun Karakter Atlet Tenis Melalui Entertennis 2025

Published

on

Foto: Istimewa for Alteripost.co

 

Alteripost.co, Bandarlampung-
Pemerintah Provinsi (Pemprov) Lampung melalui Dinas Pemuda dan Olahraga menggelar Lampung Entertennis 2025 pada 21–23 November 2025 di Lapangan Tennis Indoor Pemprov Lampung.

Kegiatan ini resmi dibuka Staf Ahli Gubernur Bidang Pemerintahan, Hukum, dan Politik, Syaifulloh, yang hadir mewakili Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal.

Dalam sambutannya, Syaifulloh menegaskan bahwa penyelenggaraan Lampung Entertennis 2025 merupakan bentuk komitmen kuat Pemprov Lampung dalam mendorong pengembangan olahraga, khususnya tenis lapangan.

Menurutnya, pembinaan olahraga tidak hanya berfokus pada aspek fisik, tetapi juga pada pembentukan karakter dan budaya kompetitif yang sehat.

“Kegiatan ini bukan sekadar turnamen, tetapi ruang pembinaan untuk membangun karakter, meningkatkan kedisiplinan, dan menumbuhkan nilai-nilai sportivitas pada masyarakat, khususnya para pemula di cabang olahraga tenis,” ujar Syaifulloh dalam sambutannya.

Sementara itu, dalam sambutannya Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Provinsi Lampung, Meiry Harika Sari menjelaskan. Kegiatan ini merupakan salah satu bentuk upaya pemerintah dalam memperkuat ekosistem olahraga melalui kegiatan yang berkelanjutan.

“Pemprov Lampung, melalui dispora berkomitmen menghadirkan lebih banyak program pembinaan seperti ini, agar prestasi olahraga Lampung bisa tumbuh dari akar rumput dan melahirkan atlet-atlet masa depan,” katanya.

Meiry menjelaskan, bahwa Lampung Entertennis 2025 diikuti penggiat tenis, ASN, dan masyarakat umum dari berbagai daerah di Lampung. Peserta terbagi dalam empat kategori, yakni Women Beginner Under, Women Beginner Up, Man Intermediate, dan ASN se-Provinsi Lampung.

Kegiatan yang berlangsung selama tiga hari ini tidak hanya menjadi ajang pertandingan, tetapi juga sarana pembinaan dan penguatan mental kompetitif para peserta.

“Turnamen ini sejalan dengan tagline pembinaan olahraga daerah, MERAK: Merekam Aktivitas, Menggerakkan Prestasi, yang menekankan pentingnya aktivitas olahraga sebagai penggerak prestasi,” kata dia.

Dengan resmi dibukanya kegiatan Lampung Entertennis 2025, diharapkan dapat memperluas partisipasi masyarakat dalam olahraga tenis serta memperkuat komunitas tenis di Provinsi Lampung. (Red)

Facebook Comments Box
Continue Reading

Lampung

Buka Kegiatan Peningkatan Kapasitas Bagi Pelaku Usaha, Begini Pesan Sekdaprov Marindo

Published

on

Foto: Istimewa for Alteripost.co

Alteripost.co, Bandarlampung-
Sekretaris Daerah Provinsi (Sekdaprov) Lampung Marindo Kurniawan membuka kegiatan Peningkatan Kapasitas Bagi Pelaku Usaha dalam Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah di Provinsi Lampung yang diselenggarakan oleh Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah (LKPP) di Hotel Santika Premier Bandar Lampung, Kamis (18/6/2026).

Kegiatan yang menghadirkan Direktur Pengembangan Iklim Usaha dan Kerja Sama Internasional LKPP Dwi Rahayu Eka Setyowati tersebut bertujuan meningkatkan kapasitas pelaku usaha, khususnya Usaha Mikro Kecil dan Koperasi (UMKK) di Provinsi Lampung, agar dapat memperluas partisipasi dalam ekosistem pengadaan barang dan jasa pemerintah.

Materi yang diberikan meliputi proses on boarding pelaku usaha, pemanfaatan kanal digital, peningkatan kapasitas, serta perluasan akses terhadap peluang pasar.

Direktur Pengembangan Iklim Usaha dan Kerja Sama Internasional LKPP Dwi Rahayu Eka Setyowati mengatakan bahwa pengadaan barang dan jasa pemerintah tidak hanya merupakan proses administratif belanja negara, tetapi juga menjadi instrumen strategis dalam mendorong pertumbuhan ekonomi, pemerataan, dan pemberdayaan pelaku usaha.

“Pengadaan barang dan jasa harus dipandang sebagai bagian penting dari kebijakan pembangunan yang berorientasi pada hasil, di mana setiap rupiah belanja pemerintah harus memberikan nilai tambah yang nyata bagi masyarakat,” ujarnya.

Menurut Dwi, peluang pasar pengadaan pemerintah sangat besar. Total Rencana Umum Pengadaan (RUP) nasional mencapai Rp722,7 triliun, dengan alokasi bagi Usaha Mikro, Kecil, dan Koperasi (UMKK) sebesar Rp376,71 triliun. Peluang tersebut terus berkembang seiring meningkatnya transaksi secara elektronik.
“Peluang pasar pemerintah nyata, besar, dan terus bergerak ke arah transaksi elektronik. Ini merupakan momentum bagi pelaku usaha daerah untuk memperluas partisipasi dan meningkatkan daya saing,” katanya.

Ia juga menegaskan pentingnya membangun ekosistem pengadaan yang sehat, kompetitif, profesional, dan berintegritas, serta menghindari praktik-praktik yang bertentangan dengan prinsip transparansi dan akuntabilitas. LKPP, lanjutnya, siap menjadi fasilitator dan mitra bagi pelaku usaha melalui pendampingan serta ruang komunikasi yang terbuka.

Sementara itu, Sekdaprov Lampung Marindo Kurniawan menegaskan bahwa pengadaan barang dan jasa memiliki peran strategis dalam memperkuat ekonomi lokal, menciptakan lapangan kerja, serta meningkatkan daya saing pelaku usaha daerah.

“Di Provinsi Lampung, pengadaan barang dan jasa bukan sekadar proses administratif, tetapi juga menjadi instrumen penting untuk memperkuat ekonomi lokal dan meningkatkan daya saing pelaku usaha daerah,” ujar Marindo.

Ia menjelaskan bahwa dari total APBD Provinsi Lampung Tahun 2026 sebesar Rp8,1 triliun, sekitar Rp3,4 triliun atau 42 persen dialokasikan untuk belanja pengadaan barang dan jasa. Dari jumlah tersebut, sekitar Rp2,6 triliun dapat diakses oleh para penyedia melalui belanja barang, pekerjaan konstruksi, maupun berbagai jenis jasa lainnya.

Marindo juga menegaskan komitmen Pemprov Lampung dalam mewujudkan tata kelola pengadaan yang transparan dan akuntabel melalui transformasi digital. Salah satu langkah yang dilakukan adalah penerapan konsolidasi harga terhadap barang-barang standar agar proses pengadaan lebih efisien, terukur, dan terhindar dari praktik manipulasi.

“Saya menekankan kepada seluruh pelaku usaha agar senantiasa menjaga integritas dan kepatuhan, meningkatkan profesionalisme dan kompetensi, serta memanfaatkan digitalisasi pengadaan dengan tetap memastikan kualitas dan ketepatan waktu,” tegasnya.

Menurut Marindo, peningkatan kapasitas menjadi kunci agar pelaku usaha, khususnya UMKK, mampu naik kelas dan memiliki daya saing yang lebih tinggi. Pemerintah Provinsi Lampung berharap pelaku usaha daerah dapat berkembang menjadi penyedia yang profesional, inovatif, serta mampu bersaing di tingkat nasional bahkan internasional.

“Pemprov Lampung berharap semakin banyak pelaku usaha di Lampung yang mampu naik kelas, lebih profesional, inovatif, dan siap bersaing tidak hanya di tingkat daerah, tetapi juga di tingkat nasional bahkan internasional,” pungkasnya.

Melalui kegiatan ini, diharapkan semakin banyak pelaku usaha daerah yang mampu memanfaatkan peluang pasar pengadaan pemerintah secara optimal, sehingga dapat mendorong pertumbuhan ekonomi daerah yang inklusif dan berkelanjutan. (Rls)

Facebook Comments Box
Continue Reading