Lampung
HUT ke-17 Mesuji, Gubernur Lampung Jalan Sehat Bareng 15 Ribu Warga
Alteripost Lampung – Dalam rangka HUT Ke-17 Kabupaten Mesuji, 15 ribu masyarakat Mesuji bersama Gubernur Lampung, Rahmat Mirzani Djausal, melakukan jalan sehat di Lapangan Brabasan, Kecamatan Tanjung Raya, Kabupaten Mesuji, Minggu (23/11/2025). Acara ini mengusung tema “Pangan Melimpah, Infrastruktur Mantap, Mesuji Maju”.
Dalam kesempatan tersbut Gubernur Mirza menyampaikan ucapan selamat ulang tahun kepada Kabupaten Mesuji dan berharap Kabupaten Mesuji semakin maju, aman, damai, dan sejahtera.
Selain untuk meningkatkan kesehatan jasmani, kegiatan jalan sehat ini juga menjadi momentum silaturahmi Gubernur bersama warga masyarakat Mesuji dalam suasana hangat dan penuh keakraban.
“Berjalan kaki rutin dapat meningkatkan kesehatan jantung, memperbaiki kualitas tidur, dan membuat pikiran lebih segar,” ujar Gubernur Mirza.
Gubernur Mirza menekankan pentingnya kebersamaan dan semangat masyarakat Mesuji dalam membangun daerah.
“Ketika warganya sehat dan kompak, daerahnya pun insyaAllah akan semakin kuat,” ucapnya.
Pemerintah Provinsi Lampung terus mendukung program kesehatan, pembangunan, dan pemberdayaan masyarakat di Mesuji.
“Kita ingin Mesuji tumbuh sebagai kabupaten yang nyaman, aman, dan membanggakan untuk kita tinggali dan kita wariskan kepada anak-anak kita,” tambah Gubernur Mirza.
Gubernur Mirza juga mengajak kepada seluruh masyarakat Mesuji untuk menjaga dan mendorong kemajuan daerah.
“Mari kita doakan, semoga Mesuji terus maju, semakin ramah, semakin sejahtera, dan selalu menjadi tempat yang dirindukan oleh warganya,” pungkasnya. (*)
Lampung
BPBD Lampung Bakal Kirim Relawan ke NTT, Warga Pesisir Diimbau Waspadai Ancaman Bencana
Alteripost.co, Bandarlampung-
Pemerintah Provinsi (Pemprov) Lampung melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) menyatakan siap memberikan bantuan untuk masyarakat terdampak gempa bumi di Nusa Tenggara Timur (NTT).
Kepala BPBD Provinsi Lampung Rudy Syawal mengatakan, pihaknya masih menunggu arahan dari pemerintah pusat terkait bentuk bantuan yang akan diberikan kepada daerah terdampak.
“Pemprov Lampung siap memberikan bantuan. Namun, saat ini kami masih menunggu arahan dari pusat. Nanti akan kami koordinasikan, termasuk dengan provinsi lain, terkait bantuan apa yang dibutuhkan,” kata Rudy, Minggu (16/8/2026).
Menurut Rudy, Lampung memiliki posisi strategis dalam penanganan kebencanaan karena menjadi salah satu provinsi di Sumatera yang masuk dalam 10 besar daerah yang memiliki kapasitas dan jejaring penanggulangan bencana.
Kondisi tersebut, kata dia, memungkinkan BPBD Lampung untuk berkoordinasi dengan daerah lain apabila sewaktu-waktu diperlukan dalam penanganan bencana di wilayah NTT.
“Pada intinya BPBD Lampung siap jika nanti dibutuhkan untuk mengirimkan relawan ke NTT. Tentu semuanya akan kami laporkan terlebih dahulu kepada Pak Gubernur,” ujarnya.
Rudy menilai bencana gempa bumi yang terjadi di NTT menjadi pengingat bagi seluruh daerah, termasuk Lampung, untuk tidak lengah terhadap potensi bencana.
Lampung sendiri memiliki wilayah pesisir yang cukup luas dan berada di kawasan yang memiliki potensi aktivitas kegempaan serta ancaman tsunami. Karena itu, kesiapsiagaan masyarakat menjadi salah satu kunci dalam menghadapi kemungkinan bencana.
“Gempa yang terjadi di NTT merupakan bagian dari dinamika atau siklus aktivitas di laut. Lampung juga memiliki wilayah pesisir. Kita juga memiliki potensi bencana, termasuk aktivitas Gunung Anak Krakatau dan ancaman tsunami,” jelasnya.
Rudy meminta masyarakat, khususnya yang tinggal di wilayah pesisir Lampung, untuk meningkatkan kewaspadaan dan memahami langkah-langkah evakuasi apabila terjadi gempa kuat maupun peringatan tsunami.
Menurutnya, upaya mitigasi tidak cukup hanya mengandalkan pemerintah. Masyarakat harus memiliki pengetahuan dan kesiapan menghadapi bencana sebelum bantuan datang.
“Alhamdulillah, kita sudah memberikan pelatihan kepada masyarakat. Harapannya, masyarakat tetap tangguh dan mampu menghadapi musibah kapan pun datang,” katanya.
Rudy juga menyebut keberadaan sistem peringatan dini atau Early Warning System (EWS), termasuk dukungan informasi dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), menjadi bagian penting dalam memperkuat kesiapsiagaan masyarakat.
Menurutnya, informasi peringatan dini harus segera direspons dengan tindakan nyata, terutama bagi masyarakat yang berada di kawasan rawan bencana.
“EWS dan informasi dari BMKG sangat membantu. Tetapi yang paling penting adalah masyarakat memahami apa yang harus dilakukan ketika peringatan dini dikeluarkan,” ujarnya.
Di tengah musibah yang melanda NTT, Rudy menyampaikan belasungkawa kepada seluruh korban dan keluarga yang terdampak.
“Atas nama BPBD dan Pemerintah Provinsi Lampung, kami turut berbelasungkawa atas musibah yang terjadi kepada saudara-saudara kita di NTT. Semoga para korban yang berada di lokasi segera mendapatkan bantuan, baik makanan maupun pengobatan dari pemerintah dan pihak terkait,” tuturnya.
Ia juga mendoakan masyarakat yang meninggal dunia akibat bencana tersebut agar mendapatkan tempat terbaik di sisi Tuhan Yang Maha Esa.
“Semoga korban yang meninggal dunia mendapat tempat terbaik dan husnul khatimah. Semoga masyarakat yang terdampak diberikan kekuatan dan seluruh proses penanganan bencana dapat berjalan dengan baik,” pungkas Rudy. (Rls)

