Lampung Selatan
Pertukaran Budaya Lewat Senam Pagi: Delegasi AIYEP 2025 Bergabung dengan ASN Lampung Selatan
Alteripost Kalianda – Suasana Lapangan Korpri, Kompleks Perkantoran Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lampung Selatan, tampak lebih semarak dari biasanya pada Jumat (5/12/2025).
Senam rutin setiap Jumat pagi yang umumnya hanya diikuti jajaran Aparatur Sipil Negara (ASN), kali ini diramaikan kehadiran para delegasi Australia Indonesia Youth Exchange Program (AIYEP) 2025.
Puluhan peserta program pertukaran pemuda tersebut bergabung dengan ratusan ASN, menghadirkan suasana yang lebih hidup dan penuh warna.
Musik energik yang biasa mengiringi sesi senam seolah menjadi lebih riang dengan antusiasme para delegasi muda asal Australia dan Indonesia itu.
Pada awal kegiatan, sejumlah peserta AIYEP tampak canggung mengikuti gerakan instruktur senam. Namun ritme dinamis dan gerakan yang mudah diikuti membuat mereka cepat menyesuaikan diri.
Tak butuh waktu lama, para delegasi ikut larut dalam suasana, tersenyum, bergerak lincah, bahkan sesekali tertawa saat mencoba gerakan yang bagi mereka terasa baru.
Salah satu peserta AIYEP 2025 asal Melbourne, Ruturaj, mengaku terkesan dan menikmati pengalaman barunya tersebut.
“Latihannya sangat menyenangkan. Banyak gerakannya dan itu cara yang sangat bagus untuk memulai hari,” ujarnya dengan antusias setelah kegiatan selesai.
Ia juga menilai rutinitas senam pagi seperti ini sangat positif, baik untuk menjaga kebugaran maupun mempererat kebersamaan.
“Tetaplah aktif, dan ya, saya rasa itu juga sangat bagus untuk kesehatan Anda. Saya benar-benar bersenang-senang,” tambahnya.
Kegiatan senam bersama ini menjadi momen interaksi budaya yang menarik bagi peserta AIYEP, sekaligus menunjukkan komitmen Pemkab Lampung Selatan dalam menjaga pola hidup sehat bagi para ASN.
Kolaborasi santai di pagi hari tersebut tidak hanya menghadirkan keringat dan tawa, tetapi juga memperkuat hubungan antargenerasi dan antarbangsa melalui aktivitas sederhana namun bermakna. (*)
Lampung Selatan
Bupati Egi Dorong SPPG Bandar Agung Tak Hanya Penuhi Gizi, tetapi Juga Gerakkan Ekonomi Warga
Alteripost Sragi – Senyum dan antusiasme anak-anak mewarnai kehadiran Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) 3T Bandar Agung di Desa Bandar Agung, Kecamatan Sragi, Kabupaten Lampung Selatan.
Bagi mereka, Program Makan Bergizi Gratis (MBG) bukan sekadar menyediakan makanan, tetapi juga membantu memenuhi kebutuhan gizi sekaligus menghemat uang jajan.
Respons positif tersebut terlihat saat Bupati Lampung Selatan, Radityo Egi Pratama, berinteraksi langsung dengan para siswa dalam peresmian SPPG 3T Bandar Agung, Rabu (14/10/2026). Kehadiran fasilitas ini menjadi bagian dari upaya memperluas jangkauan pelayanan gizi, terutama bagi anak-anak di wilayah yang membutuhkan perhatian lebih.
Peresmian di Kabupaten Lampung Selatan ditandai dengan pemotongan pita oleh Bupati Egi bersama Deputi Bidang Penyediaan dan Penyaluran Badan Gizi Nasional (BGN), Zainuri.
Kegiatan tersebut merupakan bagian dari Peresmian Serentak SPPG Tahap II di Wilayah Indonesia Tengah dan Barat, khususnya daerah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T) serta wilayah dengan prevalensi stunting tinggi.
Peresmian yang dipusatkan di Provinsi Aceh itu diikuti 16 provinsi, dengan total 980 SPPG di wilayah 3T Indonesia bagian tengah. Langkah ini menjadi bagian dari perluasan jangkauan Program MBG agar manfaat pemenuhan gizi dapat dirasakan lebih banyak masyarakat.
Saat berdialog dengan para siswa, Egi menanyakan tanggapan mereka terhadap makanan yang disediakan melalui program tersebut.
Anak-anak menyampaikan bahwa mereka senang dengan menu MBG. Selain memperoleh makanan, mereka juga merasakan manfaat karena dapat menghemat uang jajan.
Mendengar jawaban itu, Egi mengajak para siswa menyampaikan rasa terima kasih atas hadirnya program tersebut.
“Kalau senang, kita harus bilang terima kasih kepada Bapak Presiden,” tuturnya.
Bagi Egi, antusiasme anak-anak menjadi gambaran penting tentang bagaimana program pemenuhan gizi diterima oleh penerima manfaat. Namun, ia menegaskan bahwa keberhasilan program tidak cukup diukur dari pelaksanaannya, melainkan juga dari kualitas pelayanan dan manfaat yang benar-benar dirasakan masyarakat.
Karena itu, ia mengapresiasi Badan Gizi Nasional dan seluruh pihak yang telah bersinergi dalam menghadirkan SPPG di Kecamatan Sragi. Menurutnya, koordinasi dan pengawasan perlu terus diperkuat agar pelayanan berjalan optimal dan sesuai dengan tujuan program.
Egi juga mengingatkan pentingnya menjaga kebersihan dan kerapian lingkungan SPPG. Ia mengaitkan hal tersebut dengan program HELAU yang dikembangkan Pemkab Lampung Selatan untuk mewujudkan lingkungan yang hijau, elok, lestari, aman, dan unggul.
“Kita punya program Desa HELAU. Semoga SPPG-nya juga bisa menjadi SPPG HELAU, biar cantik SPPG-nya,” ujar Egi.
Selain mendukung pemenuhan gizi anak, keberadaan SPPG di wilayah Sragi diharapkan membuka peluang kerja sama dengan pelaku usaha setempat. Petani, peternak, dan pemasok bahan pangan lokal berpotensi terlibat dalam rantai pasok kebutuhan SPPG, sehingga manfaat program dapat menjangkau sektor ekonomi masyarakat.
Keterlibatan pelaku usaha lokal tersebut perlu dibangun melalui kemitraan yang saling menguntungkan, dengan tetap memperhatikan kualitas, keamanan, dan ketersediaan bahan pangan. Dengan demikian, perluasan layanan gizi juga berpeluang menciptakan aktivitas ekonomi yang lebih luas di sekitar wilayah pelayanan.
Melalui kehadiran SPPG 3T Bandar Agung, Pemkab Lampung Selatan berharap akses pelayanan pemenuhan gizi semakin luas, khususnya bagi anak-anak di wilayah pelosok.
Di saat yang sama, kolaborasi antara pemerintah, pengelola SPPG, dan pelaku usaha lokal diharapkan dapat memperkuat keberlanjutan program serta menghadirkan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat.(*)

