Lampung Selatan
Dari Dermaga ke Pelayanan Publik: 17 Pejabat Pimpinan Tinggi Pratama Dilantik Bupati Egi
Alteripost Kalianda – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lampung Selatan menggelar pelantikan pejabat pimpinan tinggi pratama dengan cara yang tidak lazim.
Bertempat di Dermaga BOM Kalianda, kawasan pesisir yang menjadi salah satu ikon wisata daerah, Bupati Lampung Selatan Radityo Egi Pratama melantik dan mengambil sumpah 17 pejabat pimpinan tinggi pratama (eselon II), Selasa (6/1/2026).
Tidak berlangsung di aula perkantoran atau ruang berpendingin udara, pelantikan digelar di ruang terbuka berlatar laut. Pemilihan lokasi ini menjadi simbol komitmen pemerintah daerah dalam menghadirkan birokrasi yang dekat dengan masyarakat, adaptif, serta selaras dengan penguatan identitas pariwisata Lampung Selatan.
Para pejabat yang dilantik tampak mengenakan pakaian dinas harian yang dipadukan dengan aksesoris adat khas Lampung, yakni Tukus bagi pejabat pria dan Kumbut bagi pejabat perempuan. Nuansa tersebut mencerminkan penghormatan terhadap nilai budaya lokal yang menjadi bagian dari karakter daerah.
Pelantikan ini merupakan bagian dari rangkaian penataan dan pengisian jabatan hasil uji kompetensi pejabat pimpinan tinggi pratama yang telah dilaksanakan sebelumnya. Langkah tersebut dilakukan sebagai upaya penyegaran organisasi sekaligus penguatan kinerja pemerintahan daerah.
Bupati Lampung Selatan Radityo Egi Pratama menegaskan, pelantikan di ruang publik sengaja dilakukan untuk menanamkan kesadaran sejak awal bahwa kepemimpinan bukan tentang jarak, melainkan kedekatan dengan masyarakat.
“Pelantikan hari ini seru, ramai, dan kita bisa berbaur langsung dengan masyarakat. Ini saya ciptakan agar tidak ada batas antara pejabat dengan rakyat, sehingga bisa mendengar langsung aspirasi dan harapan masyarakat Lampung Selatan,” ujar Bupati Egi.
Dalam suasana dermaga menjelang senja, Bupati Egi juga menyampaikan pesan reflektif tentang makna waktu dan tanggung jawab kepemimpinan. Ia mengingatkan bahwa masa jabatan tidak bersifat abadi dan harus diisi dengan karya yang berdampak.
“Waktu terus berjalan. Pertanyaannya, warisan apa yang akan kita tinggalkan sebelum masa jabatan itu berakhir. Ini harus kita pikirkan dan rasakan bersama,” katanya.
Menurut Bupati Egi, para pejabat yang dilantik telah melalui proses penilaian yang panjang dan penuh pertimbangan. Karena itu, kepercayaan yang diberikan harus dibayar dengan kerja nyata, integritas, serta keberpihakan kepada kepentingan masyarakat.
“Kepercayaan ini harus dibayar dengan kerja nyata. Jadilah pejabat yang bersih, disiplin, dan senantiasa melayani. Setiap detik nilai integritas, semangat, dan pelayanan itu harus diterapkan,” tegasnya.
Ia juga menekankan pentingnya sikap ikhlas, sigap, dan amanah, kepatuhan terhadap aturan, serta tertib dalam pelaporan dan pertanggungjawaban tugas.
Bupati Egi turut menyoroti kekuatan Lampung Selatan sebagai daerah dengan keberagaman suku dan budaya yang tinggi. Menurutnya, potensi tersebut menjadi modal sosial penting dalam mendorong pembangunan yang inklusif dan berkelanjutan.
“Hanya di Lampung Selatan keberagaman ini begitu kuat. Karena itu, saya mengajak seluruhnya untuk berkolaborasi, bekerja kompak dan solid,” ujarnya.
Lebih lanjut, Bupati Egi menegaskan bahwa para pejabat eselon II memegang peran strategis dalam pembangunan daerah. Ia meminta para pejabat tidak hanya bekerja di balik meja, melainkan aktif turun ke lapangan dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat.
“Saya tidak butuh pejabat yang hanya menunggu laporan. Turunlah ke masyarakat, hilangkan ego sektoral. Kita tidak akan maju kalau ingin menang sendiri-sendiri,” katanya.
Ia menambahkan, percepatan pembangunan membutuhkan komunikasi dan kolaborasi yang baik dengan pemerintah pusat dan provinsi. Seluruh program pembangunan, menurutnya, harus bermuara pada visi Lampung Selatan Maju dengan sektor pariwisata sebagai salah satu penggerak utama kesejahteraan masyarakat.
“Saya ingin 2026 ini kita berlari. Pariwisata akan menjadi jembatan kesejahteraan, dan seluruh perangkat daerah harus menyinkronkan program menuju pariwisata yang berkelanjutan,” jelasnya.
Sebagai simbol komitmen terhadap keberlanjutan dan kepedulian lingkungan, rangkaian pelantikan ditutup dengan kegiatan penaburan benih ikan di perairan sekitar Dermaga BOM.
Dalam kesempatan itu, Bupati Egi juga berdialog langsung dengan masyarakat yang hadir, mendengarkan pesan, kesan, serta harapan mereka terhadap para pejabat yang baru dilantik.
Melalui pelantikan di ruang publik ini, Pemkab Lampung Selatan menegaskan pesan bahwa pemerintah hadir di tengah masyarakat, berakar pada budaya lokal, serta berkomitmen membangun daerah secara inklusif dan berkelanjutan.(*)
Lampung Selatan
Bupati Egi Dorong SPPG Bandar Agung Tak Hanya Penuhi Gizi, tetapi Juga Gerakkan Ekonomi Warga
Alteripost Sragi – Senyum dan antusiasme anak-anak mewarnai kehadiran Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) 3T Bandar Agung di Desa Bandar Agung, Kecamatan Sragi, Kabupaten Lampung Selatan.
Bagi mereka, Program Makan Bergizi Gratis (MBG) bukan sekadar menyediakan makanan, tetapi juga membantu memenuhi kebutuhan gizi sekaligus menghemat uang jajan.
Respons positif tersebut terlihat saat Bupati Lampung Selatan, Radityo Egi Pratama, berinteraksi langsung dengan para siswa dalam peresmian SPPG 3T Bandar Agung, Rabu (14/10/2026). Kehadiran fasilitas ini menjadi bagian dari upaya memperluas jangkauan pelayanan gizi, terutama bagi anak-anak di wilayah yang membutuhkan perhatian lebih.
Peresmian di Kabupaten Lampung Selatan ditandai dengan pemotongan pita oleh Bupati Egi bersama Deputi Bidang Penyediaan dan Penyaluran Badan Gizi Nasional (BGN), Zainuri.
Kegiatan tersebut merupakan bagian dari Peresmian Serentak SPPG Tahap II di Wilayah Indonesia Tengah dan Barat, khususnya daerah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T) serta wilayah dengan prevalensi stunting tinggi.
Peresmian yang dipusatkan di Provinsi Aceh itu diikuti 16 provinsi, dengan total 980 SPPG di wilayah 3T Indonesia bagian tengah. Langkah ini menjadi bagian dari perluasan jangkauan Program MBG agar manfaat pemenuhan gizi dapat dirasakan lebih banyak masyarakat.
Saat berdialog dengan para siswa, Egi menanyakan tanggapan mereka terhadap makanan yang disediakan melalui program tersebut.
Anak-anak menyampaikan bahwa mereka senang dengan menu MBG. Selain memperoleh makanan, mereka juga merasakan manfaat karena dapat menghemat uang jajan.
Mendengar jawaban itu, Egi mengajak para siswa menyampaikan rasa terima kasih atas hadirnya program tersebut.
“Kalau senang, kita harus bilang terima kasih kepada Bapak Presiden,” tuturnya.
Bagi Egi, antusiasme anak-anak menjadi gambaran penting tentang bagaimana program pemenuhan gizi diterima oleh penerima manfaat. Namun, ia menegaskan bahwa keberhasilan program tidak cukup diukur dari pelaksanaannya, melainkan juga dari kualitas pelayanan dan manfaat yang benar-benar dirasakan masyarakat.
Karena itu, ia mengapresiasi Badan Gizi Nasional dan seluruh pihak yang telah bersinergi dalam menghadirkan SPPG di Kecamatan Sragi. Menurutnya, koordinasi dan pengawasan perlu terus diperkuat agar pelayanan berjalan optimal dan sesuai dengan tujuan program.
Egi juga mengingatkan pentingnya menjaga kebersihan dan kerapian lingkungan SPPG. Ia mengaitkan hal tersebut dengan program HELAU yang dikembangkan Pemkab Lampung Selatan untuk mewujudkan lingkungan yang hijau, elok, lestari, aman, dan unggul.
“Kita punya program Desa HELAU. Semoga SPPG-nya juga bisa menjadi SPPG HELAU, biar cantik SPPG-nya,” ujar Egi.
Selain mendukung pemenuhan gizi anak, keberadaan SPPG di wilayah Sragi diharapkan membuka peluang kerja sama dengan pelaku usaha setempat. Petani, peternak, dan pemasok bahan pangan lokal berpotensi terlibat dalam rantai pasok kebutuhan SPPG, sehingga manfaat program dapat menjangkau sektor ekonomi masyarakat.
Keterlibatan pelaku usaha lokal tersebut perlu dibangun melalui kemitraan yang saling menguntungkan, dengan tetap memperhatikan kualitas, keamanan, dan ketersediaan bahan pangan. Dengan demikian, perluasan layanan gizi juga berpeluang menciptakan aktivitas ekonomi yang lebih luas di sekitar wilayah pelayanan.
Melalui kehadiran SPPG 3T Bandar Agung, Pemkab Lampung Selatan berharap akses pelayanan pemenuhan gizi semakin luas, khususnya bagi anak-anak di wilayah pelosok.
Di saat yang sama, kolaborasi antara pemerintah, pengelola SPPG, dan pelaku usaha lokal diharapkan dapat memperkuat keberlanjutan program serta menghadirkan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat.(*)

