Tulang Bawang
Jadi Arah Baru Pembangunan, Empat Kecamatan Masuk Pengembangan Zona Ekonomi Biru di Wilayah Pesisir Tuba
Alteripost Tulang Bawang – Pemerintah Kabupaten Tulangbawang menetapkan pengembangan Zona Ekonomi Biru sebagai salah satu program strategis daerah untuk mendorong pertumbuhan ekonomi berbasis potensi pesisir. Program ini diarahkan sebagai upaya membuka lapangan kerja sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat di wilayah pesisir.
Bupati Tulangbawang Qudrotul Ikhwan juga menyampaikan, pengembangan Zona Ekonomi Biru mencakup sejumlah kecamatan pesisir, yakni Rawa Jitu Selatan, Rawa Jitu Timur, Rawa Pitu, dan Dente Teladas. Wilayah-wilayah tersebut dinilai memiliki potensi besar di sektor perikanan, kelautan, dan ekonomi turunan berbasis sumber daya alam pesisir.
“Tujuan utama dari Zona Ekonomi Biru adalah menciptakan sistem ekonomi pesisir yang terintegrasi, sehingga nilai tambah tidak keluar dari daerah, tetapi dapat dirasakan langsung oleh masyarakat Tulang Bawang,” jelas Bupati dalam wawancara pada momentum ulang tahunnya.
Menurutnya, pembangunan kawasan pesisir tidak hanya berorientasi pada peningkatan produksi, tetapi juga mencakup penguatan rantai nilai, mulai dari pengolahan hasil, distribusi, hingga pemasaran. Dengan pendekatan tersebut, pemerintah daerah berharap tercipta struktur ekonomi yang lebih berkelanjutan dan inklusif.
Dalam pelaksanaannya, masyarakat lokal ditempatkan sebagai aktor utama. Pemerintah daerah menyiapkan program penguatan sumber daya manusia melalui pelatihan, pendampingan usaha, serta pengembangan kelembagaan ekonomi masyarakat.
“Kami ingin masyarakat pesisir menjadi pelaku utama, bukan sekadar penonton. Karena itu, penguatan koperasi, BUMDes, dan kemitraan dengan sektor swasta menjadi bagian dari desain program ini,” kata Bupati.
Bupati menegaskan, keterlibatan masyarakat menjadi kunci keberhasilan Zona Ekonomi Biru. Pemerintah daerah berperan sebagai fasilitator yang memastikan akses terhadap pelatihan, permodalan, dan jaringan usaha dapat dijangkau oleh masyarakat pesisir secara adil.
Selain aspek ekonomi, pemerintah daerah juga menaruh perhatian pada keberlanjutan lingkungan. Bupati menekankan bahwa konsep ekonomi biru harus berjalan seiring dengan perlindungan ekosistem pesisir.
“Pemanfaatan potensi pesisir harus dilakukan secara bijak. Prinsip keberlanjutan menjadi dasar agar manfaat ekonomi dapat dirasakan tidak hanya hari ini, tetapi juga oleh generasi mendatang,” ujarnya.
Dirinya mengungkapkan Komitmen tersebut sejalan dengan Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup, yang mewajibkan setiap kegiatan pembangunan memperhatikan daya dukung dan kelestarian lingkungan.
Pengembangan Zona Ekonomi Biru juga diarahkan agar selaras dengan perencanaan pembangunan daerah dan kebijakan nasional di sektor kelautan dan perikanan, sebagaimana diatur dalam Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah serta Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2016 tentang Perlindungan dan Pemberdayaan Nelayan, Pembudi Daya Ikan, dan Petambak Garam.
Melalui program ini, Pemerintah Kabupaten Tulangbawang berharap kawasan pesisir dapat tumbuh sebagai pusat ekonomi baru yang produktif, berdaya saing, dan berkelanjutan, dengan tata kelola yang mengedepankan akuntabilitas serta kepentingan masyarakat lokal. (Can)
Tulang Bawang
PWI Tuba Gelar Rapat Pembentukan Panitia Konfercab Tahun 2026
Alteripost Tulang Bawang – Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kabupaten Tulangbawang resmi membentuk Panitia Konferensi Cabang (Konfercab) tahun 2026. Murni , dipercaya sebagai ketua panitia, dengan Darsani, SH sebagai sekretaris dan Armadan sebagai bendahara.
Selain Pembentukan kepanitiaan Konfercab juga Pembentukan Steering Committee ( OC )Konfercab 2026 , yang mana Hairudin sebagai Ketua, Anggota, Hadi Saputra, Rusdi Rifai, Abdurrahman SH, Oon Darmawan, Dirwanto, Elwan Fuat Pembentukan panitia tersebut disepakati dalam rapat yang berlangsung di Sekretariat PWI Kabupaten Tulangbawang, Kamis (30/04/2026).
Rapat dipimpin langsung oleh Alamsyah Ketua PWI Tulang bawang, didampingi Sekretaris Suhermansyah dan Riswansyah Bendahara, yang di hadiri anggota PWI Kabupaten Tulangbawang.
Dalam sambutannya , Alamsyah menegaskan bahwa Konfercab merupakan forum penting bagi organisasi untuk melakukan evaluasi dan konsolidasi internal guna memperkuat peran PWI di tingkat daerah.
“Konfercab bukan sekadar agenda rutin, tetapi momentum strategis untuk memastikan roda organisasi berjalan sesuai prinsip profesionalisme, integritas, dan independensi pers,” bebernya
Ia berharap panitia yang telah dibentuk dapat bekerja secara solid, transparan, dan bertanggung jawab, sehingga seluruh tahapan Konfercab dapat terlaksana dengan baik, tertib, dan sesuai dengan Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (PD/PRT) PWI.
“Kita sepakati menunjuk nama-nama tersebut yang akan melaksanakan Konfrensi PWI Tulangbwang . Saya berharap Konfrensi PWI Tulangbwang berlangsung demokratis dan aman serta menghasilkan Ketua PWI yang lebih baik,” Ujar ketua PWI Tulangbwang Alamsyah
Dan ia juga menambahkan “Saya juga mohon maaf apabila selama kepemimpinan saya sebagai Ketua PWI Tulangbawang belum sepenuhnya memuaskan harapan seluruh anggota PWI Tulangbawang,” ucapnya menambahkan.
Sementara itu Ketua Panitia Konfercab terpilih Murni menyatakan kesiapan pihaknya untuk segera bekerja dan mempersiapkan seluruh kebutuhan teknis maupun administratif konferensi.
Ia menekankan pentingnya kerja kolektif serta dukungan seluruh anggota PWI Kabupaten Tulangbawang demi kelancaran pelaksanaan Konfercab 2026.
“Ini amanah organisasi. Kami akan berupaya semaksimal mungkin agar seluruh rangkaian Konfercab PWI dapat berjalan lancar, tertib, dan bermartabat,” terang Murni.
Konfercab PWI Tulang bawang dijadwalkan berlangsung pada 15 Juni 2026 di kabupaten Tulangbawang.(can)

