Tulang Bawang
Momen Ulang Tahun, Bupati Tuba Maknai Sebagai Ruang Refleksi Atas Amanah Kepemimpinan
Alteripost Tulang Bawang – Momentum ulang tahun dimaknai Bupati Tulangbawang Qudrotul Ikhwan sebagai ruang refleksi atas amanah kepemimpinan yang diembannya.
Dirinya menegaskan bahwa jabatan bupati bukan sekadar posisi administratif, melainkan tanggung jawab besar yang menuntut kerja konsisten dan niat yang lurus untuk melayani masyarakat.
“Ulang tahun bagi saya bukan sekadar perayaan, tetapi momen untuk melihat kembali apa yang sudah dan belum saya lakukan. Amanah ini besar, dan saya menyadari masih ada hal-hal yang perlu terus diperbaiki,” tuturnya.
Dalam kesempatan tersebut, Bupati juga menyampaikan evaluasi terbuka terhadap kinerja Pemerintah Kabupaten Tulangbawang, khususnya pada tahun pertama masa kepemimpinannya. Ia secara terbuka menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat apabila pembangunan belum sepenuhnya dirasakan optimal.
“Tahun pertama memang banyak kami fokuskan pada penataan dasar pemerintahan dan upaya membuka pintu investasi. Saya meyakini pembangunan yang kuat harus ditopang sistem birokrasi yang siap dan dukungan ekonomi yang berkelanjutan,” terang dia.
Menurut Bupati, dalam proses tersebut roda pemerintahan tetap berjalan sesuai tugas dan fungsi masing-masing perangkat daerah. Evaluasi internal terus dilakukan agar percepatan pembangunan ke depan dapat dirasakan lebih merata oleh seluruh lapisan masyarakat.
Pembenahan internal pemerintahan menjadi salah satu fokus utama. Ia menyebutkan, perbaikan dilakukan mulai dari peningkatan disiplin aparatur sipil negara (ASN), pembenahan pola kerja birokrasi, hingga penguatan kualitas pelayanan publik.
“Reformasi birokrasi tidak bisa instan. Dibutuhkan konsistensi, keteladanan, dan komitmen bersama,” ucapnya.
Ia menegaskan, evaluasi kinerja ASN dilakukan secara objektif dan berkelanjutan guna mewujudkan birokrasi yang profesional, transparan, dan akuntabel, sebagaimana diamanatkan dalam Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2023 tentang Aparatur Sipil Negara.
Di tengah dinamika pemerintahan, Bupati juga menanggapi beredarnya berbagai rumor yang menyasar dirinya dan keluarga. Ia menegaskan tidak semua informasi yang beredar di ruang publik sesuai dengan fakta.
“Sebagian merupakan kesalahpahaman, bahkan ada yang tidak berdasar. Saya memilih menyikapinya dengan tenang, meskipun secara psikologis hal tersebut berdampak pada keluarga,” paparnya.
Sebagai pejabat publik, ia menyadari sorotan merupakan konsekuensi jabatan. Namun ia memastikan persoalan pribadi tidak pernah mencampuri jalannya pemerintahan. Ia juga mengajak masyarakat untuk lebih bijak menyikapi informasi, terutama yang beredar di media sosial.
“Mari tabayun dan jangan mudah terprovokasi oleh isu yang belum jelas kebenarannya,” katanya.
Ajakan tersebut sejalan dengan ketentuan Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2016, yang mengatur larangan penyebaran informasi bohong dan menyesatkan.
Selain itu, kedepan dirinya mengungkapkan Pemerintah Kabupaten Tulangbawang menetapkan pengembangan Zona Ekonomi Biru sebagai salah satu program strategis. Wilayah pesisir seperti Kecamatan Rawa Jitu Selatan, Rawa Jitu Timur, Rawa Pitu, dan Dente Teladas menjadi fokus pengembangan.
Program ini diarahkan untuk membuka lapangan pekerjaan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat pesisir melalui sistem ekonomi terintegrasi, mulai dari produksi hingga pemasaran.
“Masyarakat lokal menjadi aktor utama. Ada penguatan SDM, pelatihan, pendampingan usaha, serta pengembangan koperasi, BUMDes, dan kemitraan dengan sektor swasta,” ujarnya.
Dalam pelaksanaannya, pemerintah daerah menegaskan komitmen menjaga keseimbangan antara pembangunan ekonomi dan kelestarian lingkungan. Prinsip pembangunan berkelanjutan diterapkan agar pemanfaatan potensi pesisir tidak merusak ekosistem dan tetap memberi manfaat bagi generasi mendatang, sebagaimana diatur dalam Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup.
Pada momen ulang tahunnya, Bupati berharap Tulangbawang terus bergerak maju dengan pemerintahan yang berjalan jujur, bertanggung jawab, serta berpihak pada kesejahteraan masyarakat. (Can)
Tulang Bawang
DPD II Golkar Tuba Mulai Lakukan Penjaringan Muscam di 15 Kecamatan
Alteripost Tulang Bawang – Ketua DPD II Partai Golkar Tulangbawang M. Aris Pratama Hanan mulai melaksanakan Penjaringan Musyawarah Kecamatan (Muscam) di 15 Kecamatan Bakal Calon Pimpinan Kecamatan (PK) dalam. Adapun pelaksanaan tersebut mulai dari 2 Kecamatan terlebih dahulu yaitu Kecamatan Penawar Tama dan Kecamatan Gedung Aji Baru, Jum’at (26/6/2026) kemarin.
Penjaringan calon Pimpinan Kecamatan (PK) untuk 2 kecamatan tersebut dilaksanakan melalui tahapan mulai dari penjaringan pada hari rabu tanggal 24 Juni 2026, penutupan penjaringan tanggal 25 Juni 2026 dan pengembalian berkas tanggal 26 Juni 2026.
Penyerahan berkas atau dokumen hasil pelaksanaan Muscam Partai Golkar merupakan tahapan penting dalam konsolidasi internal partai. Berkas hasil Muscam diserahkan oleh Pengurus Kecamatan (PK) kepada DPD Partai Golkar Kabupaten/Kota atau Provinsi sebagai bukti legalitas pemilihan pengurus dan program kerja baru.
Saat diwawancarai, ketua Penjaringan Musyawarah Kecamatan Eko Wahyudi mengatakan, Muscam Partai Golkar dimulai dari 2 Kecamatan yang pertama dilaksanakan di Kecamatan Penawar tama dan Gedung Aji Baru.
“Alhamdulillah, rentetan tahapan Muscam Partai Golkar Tulang Bawang berjalan lancar, saat ini tahapan penutupan penjaringan bakal calon Pimpinan Kecamatan (PK) dari 2 Muscam yang dilakukan di 2 Kecamatan memunculkan 1 bakal calon PK,” ucapnya.
Adapun, dari Penjaringan Muscam Partai Golkar Tulang Bawang di 2 Kecamatan memunculkan 2 nama yaitu, Perlizal dari Kecamatan Penawar Tama dan Darwansyah Gedung Aji Baru.
“Saya berharap nantinya menjadi PK Partai Golkar Tulangbawang dapat menjadi mesin penggerak politik dalam konsolidasi agar setiap aspirasi masyarakat dapat terus tersampaikan melalui wakil-wakil rakyat yang duduk di kursi DPRD,” tuturnya. (Can)

