Lampung
Bupati Parosil Dukung Program IJP Terkait Refleksi Satu Tahun Mirza – Jihan
Alteripost.co, Bandarlampung-
Bupati Lampung Barat, Parosil Mabsus, menyatakan dukungannya terhadap agenda Ikatan Jurnalis Pemprov (IJP) Lampung yang akan menerbitkan koran edisi khusus, buku, serta menggelar diskusi publik dalam rangka refleksi satu tahun pemerintahan Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal dan Wakil Gubernur Lampung Jihan Nurlela.
Hal ini diungkapkan Bupati yang akrab disapa Pak Cik tersebut, saat bertemu tim penyusunan buku di tengah kesibukannya, Kamis (29/01/2026).
Pak Cik menilai, kegiatan yang digagas oleh IJP Lampung tersebut merupakan langkah positif dan strategis sebagai bentuk kontribusi nyata para jurnalis yang beraktivitas di lingkungan Pemerintah Provinsi Lampung dalam mendukung pembangunan daerah.
Menurutnya, jurnalis memiliki peran penting sebagai garda terdepan dalam penyebaran informasi program-program pemerintah kepada masyarakat luas. Melalui karya jurnalistik yang objektif dan berimbang, media mampu menjembatani komunikasi antara pemerintah dan publik.
“Sudah sepantasnya jurnalis ikut mendukung dan terlibat dalam pembangunan. Media menjadi ujung tombak penyebaran informasi pembangunan, baik di tingkat provinsi maupun kabupaten, termasuk Lampung Barat,” ujar Pak Cik.
Ia menegaskan, tanpa peran media, berbagai capaian dan program pembangunan tidak akan tersampaikan secara maksimal kepada masyarakat. Oleh karena itu, kolaborasi antara pemerintah daerah dan insan pers menjadi hal yang sangat penting untuk terus diperkuat.
Ia juga menilai, penerbitan koran edisi khusus, buku, serta pelaksanaan diskusi publik oleh IJP Lampung merupakan salah satu upaya konstruktif dalam mendorong pembangunan Provinsi Lampung secara menyeluruh. Kegiatan tersebut dinilai sejalan dengan semangat bersama menuju Lampung Maju 2024.
Agenda yang diinisiasi IJP Lampung tersebut diharapkan dapat memperkaya literasi publik, memperkuat transparansi pemerintahan, serta mendorong partisipasi masyarakat dalam proses pembangunan daerah.
Kegiatan ini tidak hanya menjadi ajang refleksi atas satu tahun pemerintahan Mirza–Jihan, tetapi juga sebagai ruang evaluasi untuk perbaikan di tahun-tahun berikutnya. (*)
Lampung
Buka Kegiatan Peningkatan Kapasitas Bagi Pelaku Usaha, Begini Pesan Sekdaprov Marindo
Alteripost.co, Bandarlampung-
Sekretaris Daerah Provinsi (Sekdaprov) Lampung Marindo Kurniawan membuka kegiatan Peningkatan Kapasitas Bagi Pelaku Usaha dalam Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah di Provinsi Lampung yang diselenggarakan oleh Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah (LKPP) di Hotel Santika Premier Bandar Lampung, Kamis (18/6/2026).
Kegiatan yang menghadirkan Direktur Pengembangan Iklim Usaha dan Kerja Sama Internasional LKPP Dwi Rahayu Eka Setyowati tersebut bertujuan meningkatkan kapasitas pelaku usaha, khususnya Usaha Mikro Kecil dan Koperasi (UMKK) di Provinsi Lampung, agar dapat memperluas partisipasi dalam ekosistem pengadaan barang dan jasa pemerintah.
Materi yang diberikan meliputi proses on boarding pelaku usaha, pemanfaatan kanal digital, peningkatan kapasitas, serta perluasan akses terhadap peluang pasar.
Direktur Pengembangan Iklim Usaha dan Kerja Sama Internasional LKPP Dwi Rahayu Eka Setyowati mengatakan bahwa pengadaan barang dan jasa pemerintah tidak hanya merupakan proses administratif belanja negara, tetapi juga menjadi instrumen strategis dalam mendorong pertumbuhan ekonomi, pemerataan, dan pemberdayaan pelaku usaha.
“Pengadaan barang dan jasa harus dipandang sebagai bagian penting dari kebijakan pembangunan yang berorientasi pada hasil, di mana setiap rupiah belanja pemerintah harus memberikan nilai tambah yang nyata bagi masyarakat,” ujarnya.
Menurut Dwi, peluang pasar pengadaan pemerintah sangat besar. Total Rencana Umum Pengadaan (RUP) nasional mencapai Rp722,7 triliun, dengan alokasi bagi Usaha Mikro, Kecil, dan Koperasi (UMKK) sebesar Rp376,71 triliun. Peluang tersebut terus berkembang seiring meningkatnya transaksi secara elektronik.
“Peluang pasar pemerintah nyata, besar, dan terus bergerak ke arah transaksi elektronik. Ini merupakan momentum bagi pelaku usaha daerah untuk memperluas partisipasi dan meningkatkan daya saing,” katanya.
Ia juga menegaskan pentingnya membangun ekosistem pengadaan yang sehat, kompetitif, profesional, dan berintegritas, serta menghindari praktik-praktik yang bertentangan dengan prinsip transparansi dan akuntabilitas. LKPP, lanjutnya, siap menjadi fasilitator dan mitra bagi pelaku usaha melalui pendampingan serta ruang komunikasi yang terbuka.
Sementara itu, Sekdaprov Lampung Marindo Kurniawan menegaskan bahwa pengadaan barang dan jasa memiliki peran strategis dalam memperkuat ekonomi lokal, menciptakan lapangan kerja, serta meningkatkan daya saing pelaku usaha daerah.
“Di Provinsi Lampung, pengadaan barang dan jasa bukan sekadar proses administratif, tetapi juga menjadi instrumen penting untuk memperkuat ekonomi lokal dan meningkatkan daya saing pelaku usaha daerah,” ujar Marindo.
Ia menjelaskan bahwa dari total APBD Provinsi Lampung Tahun 2026 sebesar Rp8,1 triliun, sekitar Rp3,4 triliun atau 42 persen dialokasikan untuk belanja pengadaan barang dan jasa. Dari jumlah tersebut, sekitar Rp2,6 triliun dapat diakses oleh para penyedia melalui belanja barang, pekerjaan konstruksi, maupun berbagai jenis jasa lainnya.

Marindo juga menegaskan komitmen Pemprov Lampung dalam mewujudkan tata kelola pengadaan yang transparan dan akuntabel melalui transformasi digital. Salah satu langkah yang dilakukan adalah penerapan konsolidasi harga terhadap barang-barang standar agar proses pengadaan lebih efisien, terukur, dan terhindar dari praktik manipulasi.
“Saya menekankan kepada seluruh pelaku usaha agar senantiasa menjaga integritas dan kepatuhan, meningkatkan profesionalisme dan kompetensi, serta memanfaatkan digitalisasi pengadaan dengan tetap memastikan kualitas dan ketepatan waktu,” tegasnya.
Menurut Marindo, peningkatan kapasitas menjadi kunci agar pelaku usaha, khususnya UMKK, mampu naik kelas dan memiliki daya saing yang lebih tinggi. Pemerintah Provinsi Lampung berharap pelaku usaha daerah dapat berkembang menjadi penyedia yang profesional, inovatif, serta mampu bersaing di tingkat nasional bahkan internasional.
“Pemprov Lampung berharap semakin banyak pelaku usaha di Lampung yang mampu naik kelas, lebih profesional, inovatif, dan siap bersaing tidak hanya di tingkat daerah, tetapi juga di tingkat nasional bahkan internasional,” pungkasnya.
Melalui kegiatan ini, diharapkan semakin banyak pelaku usaha daerah yang mampu memanfaatkan peluang pasar pengadaan pemerintah secara optimal, sehingga dapat mendorong pertumbuhan ekonomi daerah yang inklusif dan berkelanjutan. (Rls)

