Connect with us

Lampung Selatan

Bupati Egi Dukung Penuh Jamnas PPAJI 2026, Momentum Promosi Daerah

Published

on

Alteripost Kalianda – Kabupaten Lampung Selatan resmi dipercaya menjadi tuan rumah Jambore Nasional (Jamnas) ke-XIV Persatuan Penggemar American Jeep Indonesia (PPAJI) Tahun 2026 yang akan digelar pada Oktober 2026 mendatang.

Event otomotif berskala nasional ini merupakan ajang silaturahmi penggemar American Jeep Indonesia yang diperkirakan akan diikuti peserta dari berbagai penjuru Indonesia.

Kepastian tersebut terungkap dalam audiensi antara Bupati Lampung Selatan, Radityo Egi Pratama, dengan Pengurus Daerah (Pengda) Persatuan Penggemar Asli Jeep Indonesia (PPAJI) Provinsi Lampung di ruang kerja bupati, Rabu (22/4/2026).

Dalam pertemuan itu, Ketua Pengda PPAJI Provinsi Lampung, M. Jonas, menyampaikan bahwa penunjukan Lampung Selatan sebagai tuan rumah merupakan hasil kesepakatan bersama komunitas Jeep Willys tingkat nasional.

Ia menyebut, jambore ini tidak hanya menjadi ajang silaturahmi komunitas, tetapi juga berpotensi besar mendorong promosi pariwisata daerah.

“Peserta akan datang dari seluruh Indonesia. Ini menjadi momentum strategis untuk memperkenalkan potensi wisata Lampung Selatan yang sangat besar,” ujar Jonas.

Ia juga mengusulkan agar pelaksanaan Jamnas dapat dirangkaikan dengan peringatan Hari Ulang Tahun Kabupaten Lampung Selatan guna meningkatkan daya tarik dan kemeriahan acara.

Selain itu, Ketua Willys Lampung Community (WLC) Koordinator Wilayah Lampung Selatan, Nivolin, turut menyampaikan rencana pengukuhan kepengurusan yang akan dilaksanakan pada 25 April 2026. Ia berharap Bupati Lampung Selatan dapat hadir dalam agenda tersebut sebagai bentuk dukungan pemerintah daerah.

Menanggapi hal tersebut, Bupati Lampung Selatan, Radityo Egi Pratama, menyambut positif rencana penyelenggaraan Jambore Nasional tersebut. Ia bahkan membuka peluang untuk mengintegrasikan kegiatan itu dalam rangkaian Lampung Selatan Fest 2026.

“Kami sangat terbuka dan menyambut baik kegiatan ini. Jika dirangkaikan dengan Lampung Selatan Fest 2026, dampaknya akan jauh lebih luas, baik dari sisi promosi maupun ekonomi,” kata Egi.

Lebih lanjut, Egi menekankan pentingnya konsep yang kuat dalam penyelenggaraan jambore agar tidak sekadar menjadi kegiatan seremonial. Ia mendorong agar event tersebut mengangkat tema “Spirit of Krakatoa”, dengan menggabungkan unsur sejarah, baik sejarah kendaraan Willys maupun sejarah Kabupaten Lampung Selatan.

Menurutnya, pendekatan tersebut dapat memberikan nilai tambah sekaligus memperkuat identitas daerah di tingkat nasional.

Melalui penyelenggaraan Jambore Nasional PPAJI 2026, Pemerintah Kabupaten Lampung Selatan berharap dapat mendorong pengembangan wisata berbasis ekspedisi serta meningkatkan citra daerah sebagai destinasi unggulan.

“Pada prinsipnya, kami mendukung penuh dan siap berkolaborasi untuk menyukseskan kegiatan ini,” tegas Egi. (*)

Facebook Comments Box
Continue Reading

Lampung Selatan

Bupati Egi Dorong SPPG Bandar Agung Tak Hanya Penuhi Gizi, tetapi Juga Gerakkan Ekonomi Warga

Published

on

Alteripost Sragi – Senyum dan antusiasme anak-anak mewarnai kehadiran Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) 3T Bandar Agung di Desa Bandar Agung, Kecamatan Sragi, Kabupaten Lampung Selatan.

Bagi mereka, Program Makan Bergizi Gratis (MBG) bukan sekadar menyediakan makanan, tetapi juga membantu memenuhi kebutuhan gizi sekaligus menghemat uang jajan.

Respons positif tersebut terlihat saat Bupati Lampung Selatan, Radityo Egi Pratama, berinteraksi langsung dengan para siswa dalam peresmian SPPG 3T Bandar Agung, Rabu (14/10/2026). Kehadiran fasilitas ini menjadi bagian dari upaya memperluas jangkauan pelayanan gizi, terutama bagi anak-anak di wilayah yang membutuhkan perhatian lebih.

Peresmian di Kabupaten Lampung Selatan ditandai dengan pemotongan pita oleh Bupati Egi bersama Deputi Bidang Penyediaan dan Penyaluran Badan Gizi Nasional (BGN), Zainuri.

Kegiatan tersebut merupakan bagian dari Peresmian Serentak SPPG Tahap II di Wilayah Indonesia Tengah dan Barat, khususnya daerah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T) serta wilayah dengan prevalensi stunting tinggi.

Peresmian yang dipusatkan di Provinsi Aceh itu diikuti 16 provinsi, dengan total 980 SPPG di wilayah 3T Indonesia bagian tengah. Langkah ini menjadi bagian dari perluasan jangkauan Program MBG agar manfaat pemenuhan gizi dapat dirasakan lebih banyak masyarakat.

Saat berdialog dengan para siswa, Egi menanyakan tanggapan mereka terhadap makanan yang disediakan melalui program tersebut.

Anak-anak menyampaikan bahwa mereka senang dengan menu MBG. Selain memperoleh makanan, mereka juga merasakan manfaat karena dapat menghemat uang jajan.

Mendengar jawaban itu, Egi mengajak para siswa menyampaikan rasa terima kasih atas hadirnya program tersebut.

“Kalau senang, kita harus bilang terima kasih kepada Bapak Presiden,” tuturnya.

Bagi Egi, antusiasme anak-anak menjadi gambaran penting tentang bagaimana program pemenuhan gizi diterima oleh penerima manfaat. Namun, ia menegaskan bahwa keberhasilan program tidak cukup diukur dari pelaksanaannya, melainkan juga dari kualitas pelayanan dan manfaat yang benar-benar dirasakan masyarakat.

Karena itu, ia mengapresiasi Badan Gizi Nasional dan seluruh pihak yang telah bersinergi dalam menghadirkan SPPG di Kecamatan Sragi. Menurutnya, koordinasi dan pengawasan perlu terus diperkuat agar pelayanan berjalan optimal dan sesuai dengan tujuan program.

Egi juga mengingatkan pentingnya menjaga kebersihan dan kerapian lingkungan SPPG. Ia mengaitkan hal tersebut dengan program HELAU yang dikembangkan Pemkab Lampung Selatan untuk mewujudkan lingkungan yang hijau, elok, lestari, aman, dan unggul.

“Kita punya program Desa HELAU. Semoga SPPG-nya juga bisa menjadi SPPG HELAU, biar cantik SPPG-nya,” ujar Egi.

Selain mendukung pemenuhan gizi anak, keberadaan SPPG di wilayah Sragi diharapkan membuka peluang kerja sama dengan pelaku usaha setempat. Petani, peternak, dan pemasok bahan pangan lokal berpotensi terlibat dalam rantai pasok kebutuhan SPPG, sehingga manfaat program dapat menjangkau sektor ekonomi masyarakat.

Keterlibatan pelaku usaha lokal tersebut perlu dibangun melalui kemitraan yang saling menguntungkan, dengan tetap memperhatikan kualitas, keamanan, dan ketersediaan bahan pangan. Dengan demikian, perluasan layanan gizi juga berpeluang menciptakan aktivitas ekonomi yang lebih luas di sekitar wilayah pelayanan.

Melalui kehadiran SPPG 3T Bandar Agung, Pemkab Lampung Selatan berharap akses pelayanan pemenuhan gizi semakin luas, khususnya bagi anak-anak di wilayah pelosok.

Di saat yang sama, kolaborasi antara pemerintah, pengelola SPPG, dan pelaku usaha lokal diharapkan dapat memperkuat keberlanjutan program serta menghadirkan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat.(*)

Facebook Comments Box
Continue Reading