Lampung Selatan
Bupati Egi Tinjau KNMP Kunjir, Target Rampung Bulan Depan
Alteripost Rajabasa – Pembangunan Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) di Desa Kunjir, Kecamatan Rajabasa, kini menunjukkan progres yang signifikan.
Bupati Lampung Selatan, Radityo Egi Pratama, optimis keberadaan infrastruktur modern ini akan memberikan dampak konkret dalam mendongkrak kesejahteraan masyarakat nelayan di wilayah pesisir setempat.
Kepastian tersebut diperoleh setelah Bupati Egi meninjau langsung jalannya proyek pembangunan di lapangan pada Jumat (5/6/2026).
Berdasarkan hasil pantauannya, realisasi fisik megaproyek ini telah menyentuh angka hampir 60 persen dan ditargetkan rampung sepenuhnya pada bulan depan.
“Kita hari ini berada di Desa Kunjir untuk memonitor progres pembangunan Kampung Nelayan Merah Putih. Dari hasil yang saya lihat di lapangan, progresnya sudah mencapai hampir 60 persen. Insyaallah bulan depan ditargetkan sudah selesai 100 persen,” ujar Bupati Egi di sela-sela peninjauannya.
Bupati Egi menjelaskan, program besutan pemerintah pusat ini dirancang untuk menciptakan ekosistem perikanan yang lebih modern dan higienis. Dengan adanya fasilitas pendukung yang memadai di KNMP, para nelayan diharapkan dapat menjaga kualitas hasil tangkapan mereka agar tetap prima hingga ke tangan konsumen.
“Dengan program Bapak Presiden ini, kita yakin dapat membantu para nelayan yang ada di Desa Kunjir. Hasil tangkapan yang diperoleh nantinya bisa memiliki kualitas yang lebih baik, sehingga harga jualnya juga semakin meningkat,” kata Bupati Egi menambahkan.
Lebih lanjut, Bupati muda ini mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama mengawal proyek ini agar selesai tepat waktu dan manfaatnya bisa segera dinikmati oleh warga pesisir.
“Mohon doa dan dukungannya agar pembangunan ini berjalan sesuai rencana dan memberikan dampak positif bagi masyarakat Desa Kunjir,” tuturnya.
Sebagai informasi, Kabupaten Lampung Selatan menjadi salah satu daerah prioritas di Indonesia dalam pelaksanaan program unggulan Presiden Prabowo Subianto ini.
Komitmen pemerintah pusat di Bumi Khagom Mufakat tergolong masif. Selain di Desa Kunjir, KNMP serupa telah berdiri di Desa Ketapang (Kecamatan Ketapang) dan Desa Bandar Agung (Kecamatan Sragi), serta direncanakan menyusul di Desa Banding (Kecamatan Rajabasa).
Pemerintah Kabupaten Lampung Selatan sendiri memastikan akan terus memberikan dukungan penuh demi menyukseskan program nasional ini.
Melalui hadirnya Kampung Nelayan Merah Putih, diharapkan sektor perikanan daerah tidak hanya tumbuh lebih produktif dan berdaya saing, tetapi juga mampu menjadi motor penggerak baru bagi pertumbuhan ekonomi masyarakat pesisir di Lampung Selatan. (
Lampung Selatan
Bupati Egi Dorong SPPG Bandar Agung Tak Hanya Penuhi Gizi, tetapi Juga Gerakkan Ekonomi Warga
Alteripost Sragi – Senyum dan antusiasme anak-anak mewarnai kehadiran Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) 3T Bandar Agung di Desa Bandar Agung, Kecamatan Sragi, Kabupaten Lampung Selatan.
Bagi mereka, Program Makan Bergizi Gratis (MBG) bukan sekadar menyediakan makanan, tetapi juga membantu memenuhi kebutuhan gizi sekaligus menghemat uang jajan.
Respons positif tersebut terlihat saat Bupati Lampung Selatan, Radityo Egi Pratama, berinteraksi langsung dengan para siswa dalam peresmian SPPG 3T Bandar Agung, Rabu (14/10/2026). Kehadiran fasilitas ini menjadi bagian dari upaya memperluas jangkauan pelayanan gizi, terutama bagi anak-anak di wilayah yang membutuhkan perhatian lebih.
Peresmian di Kabupaten Lampung Selatan ditandai dengan pemotongan pita oleh Bupati Egi bersama Deputi Bidang Penyediaan dan Penyaluran Badan Gizi Nasional (BGN), Zainuri.
Kegiatan tersebut merupakan bagian dari Peresmian Serentak SPPG Tahap II di Wilayah Indonesia Tengah dan Barat, khususnya daerah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T) serta wilayah dengan prevalensi stunting tinggi.
Peresmian yang dipusatkan di Provinsi Aceh itu diikuti 16 provinsi, dengan total 980 SPPG di wilayah 3T Indonesia bagian tengah. Langkah ini menjadi bagian dari perluasan jangkauan Program MBG agar manfaat pemenuhan gizi dapat dirasakan lebih banyak masyarakat.
Saat berdialog dengan para siswa, Egi menanyakan tanggapan mereka terhadap makanan yang disediakan melalui program tersebut.
Anak-anak menyampaikan bahwa mereka senang dengan menu MBG. Selain memperoleh makanan, mereka juga merasakan manfaat karena dapat menghemat uang jajan.
Mendengar jawaban itu, Egi mengajak para siswa menyampaikan rasa terima kasih atas hadirnya program tersebut.
“Kalau senang, kita harus bilang terima kasih kepada Bapak Presiden,” tuturnya.
Bagi Egi, antusiasme anak-anak menjadi gambaran penting tentang bagaimana program pemenuhan gizi diterima oleh penerima manfaat. Namun, ia menegaskan bahwa keberhasilan program tidak cukup diukur dari pelaksanaannya, melainkan juga dari kualitas pelayanan dan manfaat yang benar-benar dirasakan masyarakat.
Karena itu, ia mengapresiasi Badan Gizi Nasional dan seluruh pihak yang telah bersinergi dalam menghadirkan SPPG di Kecamatan Sragi. Menurutnya, koordinasi dan pengawasan perlu terus diperkuat agar pelayanan berjalan optimal dan sesuai dengan tujuan program.
Egi juga mengingatkan pentingnya menjaga kebersihan dan kerapian lingkungan SPPG. Ia mengaitkan hal tersebut dengan program HELAU yang dikembangkan Pemkab Lampung Selatan untuk mewujudkan lingkungan yang hijau, elok, lestari, aman, dan unggul.
“Kita punya program Desa HELAU. Semoga SPPG-nya juga bisa menjadi SPPG HELAU, biar cantik SPPG-nya,” ujar Egi.
Selain mendukung pemenuhan gizi anak, keberadaan SPPG di wilayah Sragi diharapkan membuka peluang kerja sama dengan pelaku usaha setempat. Petani, peternak, dan pemasok bahan pangan lokal berpotensi terlibat dalam rantai pasok kebutuhan SPPG, sehingga manfaat program dapat menjangkau sektor ekonomi masyarakat.
Keterlibatan pelaku usaha lokal tersebut perlu dibangun melalui kemitraan yang saling menguntungkan, dengan tetap memperhatikan kualitas, keamanan, dan ketersediaan bahan pangan. Dengan demikian, perluasan layanan gizi juga berpeluang menciptakan aktivitas ekonomi yang lebih luas di sekitar wilayah pelayanan.
Melalui kehadiran SPPG 3T Bandar Agung, Pemkab Lampung Selatan berharap akses pelayanan pemenuhan gizi semakin luas, khususnya bagi anak-anak di wilayah pelosok.
Di saat yang sama, kolaborasi antara pemerintah, pengelola SPPG, dan pelaku usaha lokal diharapkan dapat memperkuat keberlanjutan program serta menghadirkan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat.(*)

