Lampung
Pembukaan Jumbara Nasional IX Tahun 2023 di Lamsel
Alteripost.co Lampung Selatan – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Lampung berharap Jumpa Bakti Gembira (Jumbara) Nasional Palang Merah Remaja (PMR) IX Tahun 2023 menjadi momentum penting bagi PMR untuk terus menggelorakan semangat mengabdi pada kemanusiaan.
Hal itu disampaikan Sekretaris Daerah Provinsi Lampung Fahrizal Darminto saat mewakili Gubernur Lampung Arinal Djunaidi menghadiri Upacara Pembukaan Jumbara PMR IX Tahun 2023 di Stadion Jati, Kalianda, Selasa (4/7/2023).
Hadir pada kesempatan tersebut Ketua Umum Pengurus Pusat Palang Merah Indonesi (PMI) Jusuf Kalla, Ketua Umum PMI Provinsi Lampung Ibu Riana Sari Arinal dan Bupati Lampung Selatan Nanang Ermanto.
Atas nama Pemerintah Provinsi Lampung, Fahrizal mengucapkan selamat datang kepada Ketua Umum Pengurus Pusat Palang Merah Indonesi (PMI) Jusuf Kalla beserta jajaran pengurus pusat dan pengurus PMI seluruh Indonesia, juga peserta Jumbara di Provinsi Lampung, Sai Bumi Ruwa Jurai.
Ia mengatakan perhelatan Jumbara PMR Nasional IX di Provinsi Lampung merupakan suatu kebanggaan yang tidak terukur untuk Provinsi Lampung dikarenakan kegiatan ini merupakan kegiatan rutin PMI dalam kurun waktu 5 tahun sekali pelaksanaannya.
Fahrizal menyampaikan bahwa Pemerintah Provinsi Lampung mendukung penuh kegiatan Jumbara PMR Tingkat Nasional di Provinsi Lampung.
Ia berpesan kepada para peserta beserta pendamping untuk terus menjaga kesehatan, ketertiban dan kedisiplinan diri dalam melaksanakan kegiatan ini.
“Tak lupa juga saya sampaikan untuk terus mempererat tali silaturahmi dan menjaga kekompakkan antara adat, budaya, suku dan agama,” pesannya.
Sejak pandemi Covid-19, Fahrizal mengatakan bahwa masyarakat merasakan betapa sulitnya kehidupan tanpa pertolongan orang lain dan seluruh kegiatan dibatasi dengan protokol kesehatan yang begitu ketat, sehingga sangat tidak memungkinkan untuk mengadakan event Nasional bahkan hanya sekadar berkerumun dalam kegiatan belajar mengajar.
Untuk itu, ia mengajak untuk terus gelorakan semangat, bangkit kembali guna beraktivitas dan meningkatkan produktivitas dengan tetap menjaga kesehatan diri sendiri maupun orang-orang di sekitar kita.
Fahrizal juga berharap melalui kegiatan Jumbara ini, anggota PMR bisa kembali bersemangat untuk melaksanakan kegiatan baik di sekolah maupun kegiatan di luar sekolah.
“Semoga menjadi penggelora semangat kita dalam mengikuti Jumbara PMR Tingkat Nasional IX Tahun 2023 dan untuk selalu mengabdi kepada kemanusiaan,” pungkasnya.
Dalam sambutannya, Ketua Umum Pengurus Pusat PMI Jusuf Kalla mengatakan Jumbara merupakan sebuah pengalaman istimewa bagi para PMR mulai dari tingkat Mula, Madya dan Wira yang hadir.
“Baik untuk menjaga persahabatan, belajar sesama, menikmati Lampung yang indah ini, bergaul dengan teman-teman dan memulai pengalaman menuju upaya-upaya kader-kader kemanusiaan yang akan memimpin pada masa yang akan datang,” ujarnya.
Jusuf Kalla melanjutkan, seluruh peserta yang hadir dari seluruh pelosok nusantara menandakan bahwa bangsa Indonesia merupakan bangsa yang besar dan bersatu.
Ia menyampaikan bahwa kegiatan ini tentu akan meningkatkan keterampilan dan juga belajar berkehidupan sehari-hari sehingga dapat membagikan pengalaman ini kepada teman-teman di daerahnya masing-masing.
“Juga berbakti kepada masyarakat, karena itu moral kita semua bahwa generasi musa tentu mengabdi kepasda masyarakat sebaik-baiknya,” ujarnya.
Jusuf Kalla berpesan kepada para peserta untuk mempererat tali persahabatan antar sesama anak bangsa maupun kepada peserta negara sahabat.
Kepada para volunteer dari negara-negara sahabat, ia mengucapkan selamat datang di Indonesia.
“To all volunteer from many country, welcome to Lampung Indonesia, please enjoy and meet your indonesian friend’s and enjoy Indonesia special in Lampung, enjoy the food and culture in here, welcome again to all of you,” pungkasnya.
Ia berharap kegiatan ini dapat menghasilkan serta mencetak generasi muda yang mengerti tentang upaya perdamaian dan juga kemanusiaan.
Jusuf Kalla mengucapkan terima kasih kepada Pemerintah Provinsi Lampung, Pemerintah Kabupaten Lampung Selatan dan panitia yang telah melaksanakan JUMBARA ini dengan sebaik-baiknya.
Seperti diketahui, Provinsi Lampung sendiri menjadi tuan rumah Jumbara Nasional PMR IX 2023 dan melibatkan kurang lebih 2.200 peserta dari seluruh 34 Provinsi yang ada di Indonesia.
Jumbara yang diadakan dari tanggal 3-10 di GOR Way Handak Kalianda, Lampung Selatan tersebut juga akan diikuti oleh peserta dari 11 negara sahabat yaitu Malaysia, Timor-Leste, Brunei Darussalam, China, Italia, Hongkong, Thailand, Singapura, Lao PDR dan Kamboja.
Kegiatan 5 tahunan kali ini mengusung tema “Cerdas, Kreatif dan Berkarakter” dengan visi menciptakan generasi muda yang cerdas, kreatif dan berkarakter.
Kegiatan Jumbara tersebut juga bertujuan untuk mengevaluasi pembinaan dan pengembangan PMR di tingkat Kabupaten/Kota, Provinsi dan Nasional.(*)
Lampung
BPBD Lampung Bakal Kirim Relawan ke NTT, Warga Pesisir Diimbau Waspadai Ancaman Bencana
Alteripost.co, Bandarlampung-
Pemerintah Provinsi (Pemprov) Lampung melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) menyatakan siap memberikan bantuan untuk masyarakat terdampak gempa bumi di Nusa Tenggara Timur (NTT).
Kepala BPBD Provinsi Lampung Rudy Syawal mengatakan, pihaknya masih menunggu arahan dari pemerintah pusat terkait bentuk bantuan yang akan diberikan kepada daerah terdampak.
“Pemprov Lampung siap memberikan bantuan. Namun, saat ini kami masih menunggu arahan dari pusat. Nanti akan kami koordinasikan, termasuk dengan provinsi lain, terkait bantuan apa yang dibutuhkan,” kata Rudy, Minggu (16/8/2026).
Menurut Rudy, Lampung memiliki posisi strategis dalam penanganan kebencanaan karena menjadi salah satu provinsi di Sumatera yang masuk dalam 10 besar daerah yang memiliki kapasitas dan jejaring penanggulangan bencana.
Kondisi tersebut, kata dia, memungkinkan BPBD Lampung untuk berkoordinasi dengan daerah lain apabila sewaktu-waktu diperlukan dalam penanganan bencana di wilayah NTT.
“Pada intinya BPBD Lampung siap jika nanti dibutuhkan untuk mengirimkan relawan ke NTT. Tentu semuanya akan kami laporkan terlebih dahulu kepada Pak Gubernur,” ujarnya.
Rudy menilai bencana gempa bumi yang terjadi di NTT menjadi pengingat bagi seluruh daerah, termasuk Lampung, untuk tidak lengah terhadap potensi bencana.
Lampung sendiri memiliki wilayah pesisir yang cukup luas dan berada di kawasan yang memiliki potensi aktivitas kegempaan serta ancaman tsunami. Karena itu, kesiapsiagaan masyarakat menjadi salah satu kunci dalam menghadapi kemungkinan bencana.
“Gempa yang terjadi di NTT merupakan bagian dari dinamika atau siklus aktivitas di laut. Lampung juga memiliki wilayah pesisir. Kita juga memiliki potensi bencana, termasuk aktivitas Gunung Anak Krakatau dan ancaman tsunami,” jelasnya.
Rudy meminta masyarakat, khususnya yang tinggal di wilayah pesisir Lampung, untuk meningkatkan kewaspadaan dan memahami langkah-langkah evakuasi apabila terjadi gempa kuat maupun peringatan tsunami.
Menurutnya, upaya mitigasi tidak cukup hanya mengandalkan pemerintah. Masyarakat harus memiliki pengetahuan dan kesiapan menghadapi bencana sebelum bantuan datang.
“Alhamdulillah, kita sudah memberikan pelatihan kepada masyarakat. Harapannya, masyarakat tetap tangguh dan mampu menghadapi musibah kapan pun datang,” katanya.
Rudy juga menyebut keberadaan sistem peringatan dini atau Early Warning System (EWS), termasuk dukungan informasi dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), menjadi bagian penting dalam memperkuat kesiapsiagaan masyarakat.
Menurutnya, informasi peringatan dini harus segera direspons dengan tindakan nyata, terutama bagi masyarakat yang berada di kawasan rawan bencana.
“EWS dan informasi dari BMKG sangat membantu. Tetapi yang paling penting adalah masyarakat memahami apa yang harus dilakukan ketika peringatan dini dikeluarkan,” ujarnya.
Di tengah musibah yang melanda NTT, Rudy menyampaikan belasungkawa kepada seluruh korban dan keluarga yang terdampak.
“Atas nama BPBD dan Pemerintah Provinsi Lampung, kami turut berbelasungkawa atas musibah yang terjadi kepada saudara-saudara kita di NTT. Semoga para korban yang berada di lokasi segera mendapatkan bantuan, baik makanan maupun pengobatan dari pemerintah dan pihak terkait,” tuturnya.
Ia juga mendoakan masyarakat yang meninggal dunia akibat bencana tersebut agar mendapatkan tempat terbaik di sisi Tuhan Yang Maha Esa.
“Semoga korban yang meninggal dunia mendapat tempat terbaik dan husnul khatimah. Semoga masyarakat yang terdampak diberikan kekuatan dan seluruh proses penanganan bencana dapat berjalan dengan baik,” pungkas Rudy. (Rls)

