Connect with us

Lampung

Pemprov Lampung Gelar Rakor Tim Pembina Gerakan Perempuan Senat Produktif Tahun 2023

Published

on

Alteripost.co Bandar Lampung – Pemerintah Provinsi Lampung menggelar Rapat Koordinasi Tim Pembina Gerakan Perempuan Senat Produktif (GP2SP) Provinsi Lampung Tahun 2023, di Ballroom Hotel Aston, Kamis (27/07/2023).

Acara dibuka Kepala Biro Kesejahteraan Rakyat Ria Andari mewakili Gubernur Lampung Arinal Djunaidi.

Pada kesempatan itu, Ria Andari menyampaikan apresiasi dari Gubernur Arinal atas terselenggaranya Rapat Koordinasi ini, dalam upaya untuk meningkatkan kualitas SDM dan kesehatan serta perlindungan bagi pekerja perempuan di Provinsi Lampung.

Ria Andari menyampaikan bahwa melalui kesempatan yang baik ini, Rapat Koordinasi dapat digunakan untuk meningkatkan koordinasi dan sinergitas. Juga sekaligus membahas informasi, pengalaman dan pembelajaran yang baik sehingga GP2SP dapat berjalan dengan baik yang pada gilirannya mampu menjadikan perempuan di Provinsi Lampung semakin berjaya.

Seperti diketahui, saat ini pekerja perempuan hampir di semua sektor. Hampir 30% dari total pekerja adalah perempuan.
Undang-Undang No 36 tahun 2009 tentang Kesehatan Pasal 165 menyatakan bahwa pengelola tempat kerja wajib melakukan segala bentuk upaya kesehatan melalui upaya pencegahan, peningkatan, pengobatan, dan pemulihan kesehatan bagi tenaga kerja.

Pembentukan Tim Pembina GP2SP di Provinsi Lampung yang tertuang di dalam Keputusan Gubernur Lampung Nomor: G/115/B.02/HK 2021.

Ria Andari menjelaskan bahwa hal ini merupakan upaya dari pemerintah, maupun pemberi kerja dan serikat pekerja/buruh untuk menggalang dan berperan serta guna meningkatkan kepedulian dan mewujudkan upaya perbaikan kesehatan pekerja/buruh perempuan.

Sehingga dapat meningkatkan produktifitas kerja dan kualitas generasi penerus.

Pada kesempatan yang sama, Ketua Pelaksana Kegiatan Yulia menjelaskan bahwa Rakor ini bertujuan untuk memberikan pembinaan kepada perusahaan yang telah melakukan GP2SP dalam rangka pemberian penghargaan baim tingkat Nasional maupun tingkat Provinsi.

Selanjutmya untuk mewujudkan upaya perbaikan kesehatan pekerja perempuan sehingga dapat meningkatkan produktifitas kerja.

Peserta Rapat Koordinasi GP2SP merupakan perwakilan Dinas Kesehatan Kabupaten/Kota se-Provinsi Lampung, Dinas Tenaga Kerja Kabupaten/Kota se-Provinsi Lampung dan Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Kabupaten/Kota se-Provinsi Lampung. Juga diikuti kalangan BPJS Kesehatan, dan BPJS Ketenagakerjaan Provinsi Lampung, serta beberapa Perusahaan yang telah mempekerjakan pekerja Perempuan diatas 100 orang.(*)

Facebook Comments Box
Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Lampung

Penjualan Kendaraan Baru Berpeluang Dongkrak PAD Lampung

Published

on

Foto: Data semester I 2026, terkait realisasi persentase penjualan unit kendaraan baru R4 dan R2

Alteripost.co, Bandarlampung-
Deretan showroom kendaraan di Lampung sepanjang semester pertama 2026 tak hanya menjadi tempat transaksi jual beli sepeda motor dan mobil. Di balik meningkatnya penjualan kendaraan baru, ada kabar yang lebih besar yakni pendapatan daerah ikut terdongkrak.

Data Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Provinsi Lampung menunjukkan realisasi kendaraan baru periode Januari-Juni 2026 meningkat cukup signifikan dibanding periode yang sama di tahun sebelumnya.

Penjualan kendaraan roda dua mencapai 74.170 unit, naik 19 persen dibanding semester pertama 2025 yang sebanyak 62.239 unit. Bersamaan dengan itu, penerimaan Pajak Kendaraan Bermotor (PKB) melonjak dari Rp9,30 miliar menjadi Rp11,12 miliar, atau naik sekitar 20 persen. Penerimaan Bea Balik Nama Kendaraan Bermotor (BBNKB) juga meningkat 19 persen, dari Rp85,09 miliar menjadi Rp101,26 miliar.

Lonjakan lebih tinggi terjadi pada kendaraan roda empat. Penjualan mobil baru naik dari 5.558 unit menjadi 7.939 unit, atau tumbuh 43 persen. Dampaknya langsung terasa terhadap penerimaan daerah. PKB meningkat 34 persen, dari Rp12,84 miliar menjadi Rp17,17 miliar, sementara BBNKB naik 33 persen, dari Rp91,69 miliar menjadi Rp122,22 miliar.

Angka-angka itu memperlihatkan hubungan yang erat antara pertumbuhan ekonomi dengan kemampuan pemerintah daerah mengumpulkan Pendapatan Asli Daerah (PAD). Ketika masyarakat dan pelaku usaha kembali memiliki daya beli, penerimaan pajak ikut bergerak naik.

Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal menilai kenaikan tersebut menjadi sinyal positif bahwa aktivitas ekonomi masyarakat mulai semakin kuat.

“Peningkatan penjualan kendaraan baru menunjukkan aktivitas ekonomi yang terus bergerak. Ini menjadi indikator bahwa daya beli masyarakat membaik dan berdampak langsung terhadap meningkatnya penerimaan daerah. Pendapatan ini akan kami kembalikan kepada masyarakat melalui pembangunan infrastruktur, pendidikan, kesehatan, dan pelayanan publik yang lebih baik,” ujar Rahmat Mirzani Djausal.

Menurut dia, Pemerintah Provinsi (Pemprov) terus berupaya menjaga iklim investasi, memperbaiki pelayanan publik, sekaligus menghadirkan sistem pembayaran pajak yang semakin mudah agar kepatuhan masyarakat meningkat.

Kenaikan penerimaan PKB dan BBNKB juga menjadi modal penting bagi pemerintah daerah untuk memperkuat kapasitas fiskal. Semakin besar penerimaan pajak daerah, semakin besar pula ruang pemerintah membiayai berbagai program pembangunan tanpa bergantung sepenuhnya pada transfer dari pemerintah pusat.

Semester pertama 2026 pun memberikan optimisme baru. Di tengah tantangan ekonomi nasional, sektor otomotif di Lampung justru menunjukkan geliat yang mampu menjadi salah satu penggerak pendapatan daerah. Dari setiap kendaraan yang keluar dari showroom, roda pembangunan daerah ikut berputar lebih cepat. (Rls)

Facebook Comments Box
Continue Reading