Connect with us

Lampung

Digitalisasi Perekonomian Menuju Lampung Berjaya menjadi Tema PRL 2023

Published

on

Alteripost.co Bandar Lampung – Pekan Raya Lampung (PRL) 2023 dengan tema “Digitalisasi Perekonomian Menuju Lampung Berjaya” membawa pendekatan yang revolusioner dibandingkan dengan penyelenggaraan tahun-tahun sebelumnya. Acara prestisius ini direncanakan akan digelar mulai tanggal 6 hingga 21 Oktober, dan berlangsung di PKOR Way Halim, Bandar Lampung. Rabu (20/9/2023).

Ketua DPP Apindo Lampung, Ary Meizari Alfian, menjelaskan bahwa PRL 2023 tidak hanya menjadi perayaan hiburan atau festival rakyat seperti sebelumnya. Acara ini akan menjadi panggung utama untuk memperlihatkan pencapaian dan kemajuan Provinsi Lampung di bawah kepemimpinan Gubernur Arinal Djunaidi.

“PRL 2023 merupakan penutup dari masa jabatan Gubernur Arinal, maka dari itu kami berkomitmen untuk menghadirkan dan mempromosikan hasil-hasil signifikan pembangunan yang telah diraih selama kepemimpinannya. Ini juga mencakup pencapaian berbagai Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Pemerintah Daerah di seluruh kabupaten dan kota di Lampung,” kata Ary.

Ary juga menekankan bahwa PRL 2023 akan menyajikan konsep yang lebih terstruktur dibandingkan dengan tahun-tahun sebelumnya. Rangkaian kegiatan yang akan diselenggarakan mencakup festival musik, pameran pembangunan, Lampung market, pameran OPD-SKPD, pameran otomotif, pameran potensi daerah, pameran investasi, festival budaya, pariwisata, dan banyak lagi. Acara ini juga akan memfasilitasi peluang investasi dengan melibatkan partisipasi aktif pemerintah daerah dalam mempresentasikan potensi investasi yang tersedia.

Selain itu, PRL 2023 akan menggelar job fair yang bekerja sama dengan Dinas Tenaga Kerja dan perusahaan swasta, bertujuan untuk membantu pencari kerja dalam memperoleh peluang pekerjaan yang sesuai dengan kualifikasi dan minat mereka.

Ary berharap PRL 2023 akan mampu menarik perhatian sebanyak 700 ribu pengunjung dengan berbagai kegiatan dan perlombaan yang diselenggarakan. Mico Periyando, Head Officer PRL 2023, juga yakin bahwa target ini dapat tercapai karena PRL 2023 akan menawarkan rangkaian acara yang beragam, tidak hanya pada malam hari, tetapi juga siang hari dengan berbagai kompetisi dan festival yang menarik untuk semua kalangan. (*)

Facebook Comments Box
Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Lampung

BPBD Lampung Bakal Kirim Relawan ke NTT, Warga Pesisir Diimbau Waspadai Ancaman Bencana

Published

on

Foto: Kepala BPBD Provinsi Lampung Rudy Syawal

Alteripost.co, Bandarlampung-
Pemerintah Provinsi (Pemprov) Lampung melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) menyatakan siap memberikan bantuan untuk masyarakat terdampak gempa bumi di Nusa Tenggara Timur (NTT).

Kepala BPBD Provinsi Lampung Rudy Syawal mengatakan, pihaknya masih menunggu arahan dari pemerintah pusat terkait bentuk bantuan yang akan diberikan kepada daerah terdampak.

“Pemprov Lampung siap memberikan bantuan. Namun, saat ini kami masih menunggu arahan dari pusat. Nanti akan kami koordinasikan, termasuk dengan provinsi lain, terkait bantuan apa yang dibutuhkan,” kata Rudy, Minggu (16/8/2026).

Menurut Rudy, Lampung memiliki posisi strategis dalam penanganan kebencanaan karena menjadi salah satu provinsi di Sumatera yang masuk dalam 10 besar daerah yang memiliki kapasitas dan jejaring penanggulangan bencana.

Kondisi tersebut, kata dia, memungkinkan BPBD Lampung untuk berkoordinasi dengan daerah lain apabila sewaktu-waktu diperlukan dalam penanganan bencana di wilayah NTT.

“Pada intinya BPBD Lampung siap jika nanti dibutuhkan untuk mengirimkan relawan ke NTT. Tentu semuanya akan kami laporkan terlebih dahulu kepada Pak Gubernur,” ujarnya.

Rudy menilai bencana gempa bumi yang terjadi di NTT menjadi pengingat bagi seluruh daerah, termasuk Lampung, untuk tidak lengah terhadap potensi bencana.

Lampung sendiri memiliki wilayah pesisir yang cukup luas dan berada di kawasan yang memiliki potensi aktivitas kegempaan serta ancaman tsunami. Karena itu, kesiapsiagaan masyarakat menjadi salah satu kunci dalam menghadapi kemungkinan bencana.

“Gempa yang terjadi di NTT merupakan bagian dari dinamika atau siklus aktivitas di laut. Lampung juga memiliki wilayah pesisir. Kita juga memiliki potensi bencana, termasuk aktivitas Gunung Anak Krakatau dan ancaman tsunami,” jelasnya.

Rudy meminta masyarakat, khususnya yang tinggal di wilayah pesisir Lampung, untuk meningkatkan kewaspadaan dan memahami langkah-langkah evakuasi apabila terjadi gempa kuat maupun peringatan tsunami.

Menurutnya, upaya mitigasi tidak cukup hanya mengandalkan pemerintah. Masyarakat harus memiliki pengetahuan dan kesiapan menghadapi bencana sebelum bantuan datang.

“Alhamdulillah, kita sudah memberikan pelatihan kepada masyarakat. Harapannya, masyarakat tetap tangguh dan mampu menghadapi musibah kapan pun datang,” katanya.

Rudy juga menyebut keberadaan sistem peringatan dini atau Early Warning System (EWS), termasuk dukungan informasi dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), menjadi bagian penting dalam memperkuat kesiapsiagaan masyarakat.

Menurutnya, informasi peringatan dini harus segera direspons dengan tindakan nyata, terutama bagi masyarakat yang berada di kawasan rawan bencana.

“EWS dan informasi dari BMKG sangat membantu. Tetapi yang paling penting adalah masyarakat memahami apa yang harus dilakukan ketika peringatan dini dikeluarkan,” ujarnya.

Di tengah musibah yang melanda NTT, Rudy menyampaikan belasungkawa kepada seluruh korban dan keluarga yang terdampak.

“Atas nama BPBD dan Pemerintah Provinsi Lampung, kami turut berbelasungkawa atas musibah yang terjadi kepada saudara-saudara kita di NTT. Semoga para korban yang berada di lokasi segera mendapatkan bantuan, baik makanan maupun pengobatan dari pemerintah dan pihak terkait,” tuturnya.

Ia juga mendoakan masyarakat yang meninggal dunia akibat bencana tersebut agar mendapatkan tempat terbaik di sisi Tuhan Yang Maha Esa.

“Semoga korban yang meninggal dunia mendapat tempat terbaik dan husnul khatimah. Semoga masyarakat yang terdampak diberikan kekuatan dan seluruh proses penanganan bencana dapat berjalan dengan baik,” pungkas Rudy. (Rls)

Facebook Comments Box
Continue Reading