Connect with us

Lampung

Gubernur Arinal Kunker ke Kabupaten Tuba, Sampaikan 2 Agenda Penting Pembangunan Lampung

Published

on

Alteripost.co Tulang Bawang – Gubernur Lampung Arinal Djunaidi melakukan kunjungan kerja (Kunker) ke Kabupaten Tulang Bawang (Tuba) sekaligus bersilaturahmi dengan jajaran Forkopimda, pejabat struktural/ fungsional, camat, kepala tiyuh, dan tokoh masyarakat Kabupaten Tuba, di GSG Gunung Sakti, Kabupaten Tuba. Selasa (14/11/2023).

Dalam kesempatan itu, Gubernur Arinal menyampaikan dua agenda penting terkait pembangunan Lampung. Untuk agenda pertama, Gubernur Arinal mengungkapkan bahwa pertumbuhan ekonomi di Provinsi Lampung cukup tinggi bersifat inklusif, karena berpengaruh langsung kepada penurunan angka kemiskinan, penurunan tingkat pengangguran, dan penurunan gini rasio.

Pertumbuhan ekonomi Lampung sudah kembali positif pada 2021. Bahkan, pada triwulan II-2022 ekonomi kita mampu tumbuh sebesar 9,12% (q-to-q) yang merupakan pertumbuhan ekonomi triwulanan tertinggi di Indonesia.

Pada triwulan II tahun 2023 ini, kalau dibanding triwulan I-2023 (q-to-q) ekonomi kita juga terus mengalami pertumbuhan yang cukup tinggi sebesar 8,15%.
“Kabupaten Tuba menyumbang capaian-capaian positif bagi Provinsi Lampung. Kinerja baik ditunjukkan dalam penurunan kemiskinan, yang tercatat sebesar 8,04% di tahun 2023, dan secara konsisten terus menurun dari tahun 2021 hingga 2023. Kemiskinan ekstrem Kabupaten Tuba juga memiliki kinerja yang baik, tercatat sebesar 1.16%, berada di posisi 5 terendah di Provinsi Lampung,” ujarnya.

Kemudian, angka stunting tahun 2019 Provinsi Lampung tercatat sebesar 26,26 persen dan semakin menurun menjadi 15,2 persen ditahun 2022. Provinsi Lampung masuk dalam kategori tiga besar Provinsi di Indonesia, dengan prevalensi stunting terendah secara nasional.

“Hal di atas diikuti pula prevalensi penurunan stunting Kabupaten Tulang Bawang tahun 2022 tercatat sebesar 10,2%, peringkat ketiga terendah dari 15 Kabupaten/Kota di Provinsi Lampung. Kinerja baik tersebut, menyumbang capaian Provinsi Lampung menjadi terbaik ketiga Nasional dalam Penurunan Stunting Nasional tahun 2022,” ujar Gubernur.

Dalam mendukung akses Perekonomian di kabupaten Tuba, Gubernur Arinal menjelaskan bahwa Tahun 2023 Pemerintah Provinsi Lampung akan melaksanakan Pembangunan dan pemeliharaan di beberapa ruas jalan yang menjadi kewenangan Provinsi yaitu Pemeliharaan jalan Ruas Bujung Tenuk – Penumangan; Pembangunan Ruas Sp. Unit VIII Gedong Aji; Pembangunan Ruas Gedong Aji Umbul Mesir.
Kemudian, Pembangunan jembatan non status Way hulu; dan Rehabilitasi 5 jembatan dikabupaten Tuba.

Terkait agenda kedua, Gubernur Arinal mengajak agar semua pihak dapat menjaga kondusifitas dalam pelaksanaan pilkada serentak 2024.

Pada bagian lain, Gubernur menegaskan bahwa untuk mewujudkan tujuan dan sasaran pembangunan nasional, termasuk di dalamnya tujuan dan sasaran pembangunan Provinsi Lampung, diperlukan kontribusi dari Pemerintah Kabupaten/Kota, Kecamatan hingga Tiyuh.

“Mari kita lakukan evaluasi terhadap peningkatan kapasitas pemerintahan melalui reformasi birokrasi dan transformasi digital dengan pemanfaatan teknologi informasi (e-KPB) dan peningkatan kapasitas kelembagaan ASN. Koordinasi, sinergi, partisipasi serta kontribusi antar jenjang pemerintahan, menjadi kunci keberhasilan kita bersama,” ujar Gubernur Arinal.

Di sisi tata kelola pemerintahan, Gubernur Arinal menginginkan sudah adanya perubahan pelayanan kepada publik secara cepat.

“Inovasi yang sudah dibangun dan diwujudkan dapat memberikan pengaruh kinerja organisasinya dengan baik. Pemimpin harus mampu bersaing dan membangun kompetensi, integritas dan loyalitas serta mampu mengevaluasi implementasi dan membuat penyesuaian secara strategis, serta menjadi komunikator yang efektif,” ujarnya.

Sementara itu, Pj. Bupati Tulang Bawang Qudrotul Ikhwan menyampaikan ucapan selamat datang kepada Gubernur Lampung di Kabupaten Tuba, “Saya atas nama Pemerintah Kabupaten Tuba dan masyarakat Tuba mengucapkan terimakasih dan penghargaan tinggi kepada Gubernur Lampung yang telah datang hadir langsung ke Tuba_.

“Semoga kehadiran Bapak Gubernur dapat memberikan inspirasi, energi positif, dan motivasi kepada kami semua”. Pungkasnya. (*)

Facebook Comments Box
Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Lampung

Pemprov Lampung Sabet Penghargaan atas Penguatan Pendidikan Antikorupsi

Published

on

Foto: Istimewa for Alteripost.co

Alteripost.co, Jakarta-
Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memberikan penghargaan kepada Provinsi Lampung. Penghargaan ini diberikan atas penguatan pendidikan antikorupsi melalui implementasi Pendidikan Antikorupsi (PAK) pada muatan lokal.

Penghargaan tersebut diterima Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal dalam kegiatan Peluncuran Indeks Integritas Pendidikan Tahun 2026 bertajuk “Membangun Pendidikan Antikorupsi, Mewujudkan Indonesia Berintegritas” di Gedung Juang, Gedung Merah Putih KPK, Jakarta, Selasa (6/10/2026).

Penghargaan ini menjadi bentuk apresiasi KPK terhadap upaya Pemerintah Provinsi Lampung dalam mengimplementasikan Pendidikan Antikorupsi sebagai bagian dari pembelajaran di satuan pendidikan.

Di Provinsi Lampung, Pendidikan Antikorupsi telah diterapkan sebagai bagian dari muatan lokal pada jenjang pendidikan menengah melalui Peraturan Gubernur. Kebijakan tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat pendidikan karakter dan integritas peserta didik di lingkungan sekolah.

Penguatan Pendidikan Antikorupsi di Lampung tidak hanya diarahkan pada pemahaman peserta didik mengenai korupsi. Tetapi juga pada pembentukan karakter dan kebiasaan dalam kehidupan sehari-hari. Seperti kejujuran, kedisiplinan, tanggung jawab, kemandirian, kerja keras, kepedulian dan keberanian.

Ketua KPK Setyo Budiyanto mengatakan pendidikan antikorupsi perlu dimulai dari ruang kelas. Pendidikan memiliki peran penting dalam membentuk karakter peserta didik agar mampu membedakan hal yang baik dan buruk serta memiliki integritas dalam kehidupan sehari-hari.

Menurut Setyo, penguatan pendidikan antikorupsi merupakan tanggung jawab bersama, mulai dari keluarga, sekolah, masyarakat hingga pemerintah. Karena itu, pendidikan antikorupsi perlu dibangun sebagai bagian dari ekosistem pendidikan dan tidak berjalan secara sektoral.

Dalam kesempatan tersebut, Setyo secara khusus mengapresiasi langkah Provinsi Lampung yang menerapkan pendidikan antikorupsi melalui muatan lokal.

“Seperti Gubernur Lampung, ya, ada muatan lokal, kurikulum muatan lokal untuk SMA dan SMK yang sudah diinstruksikan supaya diajarkan,” kata Setyo.

Menurut Setyo, penerapan Pendidikan Antikorupsi sebagai muatan lokal di Lampung dapat menjadi langkah awal sekaligus contoh yang dapat dikembangkan oleh daerah lain dalam memperkuat pendidikan antikorupsi.

“Meskipun ini sifatnya muatan lokal, tapi setidaknya itu bisa dijadikan sebagai pilot project. Sebagai awal untuk melakukan yang terbaik,” ujarnya.

Setyo berharap praktik baik yang telah dilakukan Provinsi Lampung dapat ditularkan kepada daerah lainnya. Menurutnya, daerah yang telah memiliki praktik baik dalam penguatan integritas pendidikan dapat menjadi contoh bagi kepala daerah lainnya untuk bersama-sama meningkatkan mutu dan kualitas pendidikan.

“Harapannya ini menyebar ke semuanya. Kepala daerah, gubernur, semuanya ikut dengan apa yang sudah dilakukan oleh pemerintah daerah yang lain yang sudah bagus,” katanya.

Ia juga menekankan pentingnya menjadikan pendidikan antikorupsi sebagai kebiasaan atau gaya hidup, sehingga nilai-nilai integritas dapat tumbuh sejak peserta didik berada di lingkungan pendidikan.

Peluncuran Indeks Integritas Pendidikan Tahun 2026 menjadi bagian dari upaya KPK memetakan kondisi integritas pendidikan di Indonesia melalui Survei Penilaian Integritas (SPI) Pendidikan.

SPI Pendidikan mencakup aspek karakter peserta didik, ekosistem pendidikan serta tata kelola pendidikan. Hasil pemetaan tersebut menjadi dasar bagi KPK dalam menyusun rekomendasi penguatan pendidikan karakter dan budaya antikorupsi.

SPI Pendidikan telah dilaksanakan sejak 2021. Pada tahap awal, Lampung menjadi salah satu dari tiga provinsi yang menjadi lokasi uji coba instrumen SPI Pendidikan bersama DKI Jakarta dan Jawa Barat.

Penghargaan ini menjadi apresiasi atas upaya Provinsi Lampung dalam memperkuat pendidikan antikorupsi melalui muatan lokal sekaligus mendorong tumbuhnya budaya integritas sejak lingkungan pendidikan. (Rls)

Facebook Comments Box
Continue Reading