Lampung
Gubernur Arinal Bersama Ribuan Masyarakat Hadiri Pengajian Akbar Pemprov Lampung di Kabupaten Tuba
Alteripost.co Tulang Bawang – Gubernur Lampung Arinal Djunaidi bersama ribuan masyarakat menghadiri Pengajian Akbar Pemerintah Provinsi Lampung, yang diselenggarakan di Halaman Kantor Pemerintah Kabupaten Tulang Bawang, Selasa (14/11/2023).
Dalam sambutannya, Gubernur Arinal menyampaikan bahwa Pengajian yang dilaksanakan hari ini dalam rangka untuk lebih mengingat dan meningkatkan ketaqwaan kepada Allah SWT dan meningkatkan kesadaran masyarakat dalam menjalankan syariat dan syiar Islam dalam kehidupan sehari-hari.
“Selain itu, pengajian ini dilaksanakan juga dengan tujuan untuk menjalin silaturahmi dan mendekatkan diri antara Pemerintah Provinsi Lampung dengan Pemerintah Kabupaten Tulang Bawang dan masyarakat,” ujarnya.
Kabupaten Tulang Bawang, sebagai salah satu Kabupaten yang maju dan berkembang di Provinsi Lampung, selain menyimpan potensi wisata yang luar biasa juga memiliki warisan agama yang kaya.
“Saya sangat bangga, sangat senang dengan masyarakat Tulang Bawang dengan keberagaman agama dan keyakinan yang kuat yang menjadi bagian integral dari kehidupan masyarakat,” jelasnya.
Gubernur Arinal sangat menaruh perhatian serius dan menjadikan program peningkatan keagamaan sebagai program unggulan. Hal tersebut tertuang pada program kerja Rakyat Lampung Berjaya, yakni menciptakan kehidupan yang religius (agamis), berbudaya, aman dan damai, melalui berbagai program keagamaan.
Program tersebut antara lain, pemberian insentif khusus kepada guru mengaji, ustadz dan ustadzah pondok pesantren, penjaga masjid dan rumah ibadah lainnya, muazin, khatib, imam masjid, pendeta dan para pemimpin berbagai agama.
Gubernur Arinal juga mengucapkan terimakasih kepada Pemerintah Kabupaten Tulang Bawang, tokoh agama dan seluruh lapisan masyarakat yang telah mendukung dan berperan aktif bersinergi dalam penyelenggaraan pembangunan di Provinsi Lampung.
“Harapan saya, kiranya dukungan dan kebersamaan diantara kita tidak hanya sampai di sini, tetapi dapat berlangsung abadi sepanjang hayat, artinya tak lekang kena panas dan tak lapuk kena hujan,” ujarnya.
Pada kesempatan tersebut juga, Gubenur Arinal memberikan santunan kepada 10 anak yatim piatu, bantuan 40 paket sembako dan kursi roda.
Selain itu diberikan juga bantuan kepada Masjid Sabilil Muttaqin sebesar Rp15 juta, Masjid Jama’atul Muslimin sebesar Rp 30 juta, Pondok Pesantren Al-Munfarijah sebesar Rp 25 juta, Pondok Pesantren Riyadussholihin sebesar Rp 25 juta, Pondok Pesantren Nurul Qodiri2 sebesar Rp 25 juta, TPQ As Sabki sebesar Rp 10 juta, dan TPA Al Barokah sebesar Rp 10 juta.
Adapun pengajian akbar tersebut diisi tausyiah oleh Ustadz Solmed. (*)
Lampung
BPBD Lampung Bakal Kirim Relawan ke NTT, Warga Pesisir Diimbau Waspadai Ancaman Bencana
Alteripost.co, Bandarlampung-
Pemerintah Provinsi (Pemprov) Lampung melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) menyatakan siap memberikan bantuan untuk masyarakat terdampak gempa bumi di Nusa Tenggara Timur (NTT).
Kepala BPBD Provinsi Lampung Rudy Syawal mengatakan, pihaknya masih menunggu arahan dari pemerintah pusat terkait bentuk bantuan yang akan diberikan kepada daerah terdampak.
“Pemprov Lampung siap memberikan bantuan. Namun, saat ini kami masih menunggu arahan dari pusat. Nanti akan kami koordinasikan, termasuk dengan provinsi lain, terkait bantuan apa yang dibutuhkan,” kata Rudy, Minggu (16/8/2026).
Menurut Rudy, Lampung memiliki posisi strategis dalam penanganan kebencanaan karena menjadi salah satu provinsi di Sumatera yang masuk dalam 10 besar daerah yang memiliki kapasitas dan jejaring penanggulangan bencana.
Kondisi tersebut, kata dia, memungkinkan BPBD Lampung untuk berkoordinasi dengan daerah lain apabila sewaktu-waktu diperlukan dalam penanganan bencana di wilayah NTT.
“Pada intinya BPBD Lampung siap jika nanti dibutuhkan untuk mengirimkan relawan ke NTT. Tentu semuanya akan kami laporkan terlebih dahulu kepada Pak Gubernur,” ujarnya.
Rudy menilai bencana gempa bumi yang terjadi di NTT menjadi pengingat bagi seluruh daerah, termasuk Lampung, untuk tidak lengah terhadap potensi bencana.
Lampung sendiri memiliki wilayah pesisir yang cukup luas dan berada di kawasan yang memiliki potensi aktivitas kegempaan serta ancaman tsunami. Karena itu, kesiapsiagaan masyarakat menjadi salah satu kunci dalam menghadapi kemungkinan bencana.
“Gempa yang terjadi di NTT merupakan bagian dari dinamika atau siklus aktivitas di laut. Lampung juga memiliki wilayah pesisir. Kita juga memiliki potensi bencana, termasuk aktivitas Gunung Anak Krakatau dan ancaman tsunami,” jelasnya.
Rudy meminta masyarakat, khususnya yang tinggal di wilayah pesisir Lampung, untuk meningkatkan kewaspadaan dan memahami langkah-langkah evakuasi apabila terjadi gempa kuat maupun peringatan tsunami.
Menurutnya, upaya mitigasi tidak cukup hanya mengandalkan pemerintah. Masyarakat harus memiliki pengetahuan dan kesiapan menghadapi bencana sebelum bantuan datang.
“Alhamdulillah, kita sudah memberikan pelatihan kepada masyarakat. Harapannya, masyarakat tetap tangguh dan mampu menghadapi musibah kapan pun datang,” katanya.
Rudy juga menyebut keberadaan sistem peringatan dini atau Early Warning System (EWS), termasuk dukungan informasi dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), menjadi bagian penting dalam memperkuat kesiapsiagaan masyarakat.
Menurutnya, informasi peringatan dini harus segera direspons dengan tindakan nyata, terutama bagi masyarakat yang berada di kawasan rawan bencana.
“EWS dan informasi dari BMKG sangat membantu. Tetapi yang paling penting adalah masyarakat memahami apa yang harus dilakukan ketika peringatan dini dikeluarkan,” ujarnya.
Di tengah musibah yang melanda NTT, Rudy menyampaikan belasungkawa kepada seluruh korban dan keluarga yang terdampak.
“Atas nama BPBD dan Pemerintah Provinsi Lampung, kami turut berbelasungkawa atas musibah yang terjadi kepada saudara-saudara kita di NTT. Semoga para korban yang berada di lokasi segera mendapatkan bantuan, baik makanan maupun pengobatan dari pemerintah dan pihak terkait,” tuturnya.
Ia juga mendoakan masyarakat yang meninggal dunia akibat bencana tersebut agar mendapatkan tempat terbaik di sisi Tuhan Yang Maha Esa.
“Semoga korban yang meninggal dunia mendapat tempat terbaik dan husnul khatimah. Semoga masyarakat yang terdampak diberikan kekuatan dan seluruh proses penanganan bencana dapat berjalan dengan baik,” pungkas Rudy. (Rls)

