Lampung
Pemprov Lampung Mengikuti Rakor Pembahasan Evaluasi Capaian Pelaksana Pengukuran dan Intervensi
Alteripost Bandar Lampung – Sekretaris Daerah Provinsi Lampung Fahrizal Darminto mengikuti Rakor Pembahasan Evaluasi Capaian Pelaksana Pengukuran dan Intervensi Serentak Pencegahan Stunting Tahun 2024 secara virtual bertempat di di Ruang Command Center Lt. II Dinas Kominfotik Provinsi Lampung, Jumat (21/06/2024).
Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Muhadjir Effendy dalam kesempatan tersebut menyampaikan bahwa stunting ditandai dengan panjang badan atau tinggi badan anak di bawah standar.
“Kondisi ini jika dibiarkan akan mempengaruhi kecerdasan dan pertumbuhan anak maka penting untuk mencegah stunting dengan mendeteksi anak yang berat badannya tidak pernah naik dan tingginya tidak bertambah agar dapat diberikan intervensi seperti makanan tambahan dan intervensi lainnya,” ungkapnya.
Menko PMK mengungkapkan bahwa saat ini angka stunting di Indonesia telah mengalami penurunan besar 15,7% dalam 10 tahun terakhir.
“Saat ini sedang dilakukan kajian secara menyeluruh melalui kegiatan pengukuran dan intervensi pencegahan stunting. Upaya pengukuran dan intervensi pemerintah ini juga bertujuan untuk merevitalisasi posyandu dengan penyajian peralatan standar dan kader-kader yang terlatih untuk memberikan pelayanan kesehatan yang seoptimal mungkin. Sasaran pada pengukuran ini mencakup calon pengantin, ibu hamil dan anak bawah 5 tahun dengan pengukuran lingkar lengan atas berat badan tinggi badan serta pemberian penyuluhan kesehatan,” lanjutnya.
Menko PMK juga mengungkapkan bahwa Pembahasan Evaluasi Capaian Pelaksana Pengukuran dan Intervensi Serentak Pencegahan Stunting ini juga bertujuan untuk meningkatkan kunjungan dan cakupan sasaran ke posyandu, mendeteksi dini masalah gizi dan memberikan edukasi pencegahan stunting setelah melakukan intervensi sesegera mungkin bagi yang memerlukan.
Melalui Pelaksana Pengukuran dan Intervensi Serentak Pencegahan Stunting berharap cakupan yang akan diukur akan semakin besar sehingga sensus yang akan diukur dapat sesuai menggambarkan kondisi di masyarakat dan dapat menjadi patokan yang bisa digunakan dalam menyusun kebijakan intervensi yang lebih tepat sasaran.
Diakhir, Menko PMK berharap Pemerintah Daerah juga turut serta dalam memantau proses posyandu di daerahnya masing-masing sehingga kegiatannya dapat berjalan dengan lancar.
“Bapak Ibu sekalian supaya betul-betul menurunkan pasukannya, tenaganya untuk untuk melakukan pengamatan pemantauan pada proses pelaksanaan posyandu agar betul-betul tiga hal tadi itu dilaksanakan mulai dari ketersediaan alat, keahlian dari para pengukur dan penimbang kemudian termasuk konsultan yang yang memberikan konsultasi kemudian jumlah cakupan, mohon betul-betul dipercepat,” pungkasnya.
Sementara itu, Plt. Deputi III Menko PMK Budiono Subambang menyampaikan bahwa kegiatan ini bertujuan untuk bersama-sama mengidentifikasi capaian pengukuran dan intervensi serentak yang telah dilakukan di seluruh posyandu.
Sampai saat ini, Plt. Deputi III Menko PMK Budiono Subambang menyampaikan bahwa Capaian nasional sudah mencapai 55,96% balita yang sudah diukur sehingga diperlukan diskusi terkait dengan kendala-kendala yang dihadapi di lapangan serta mencari solusi yang tepat untuk meningkatkan capaian pengukuran dan intervensi serentak.
“Pengukuran dan intervensi serentak pencegahan stunting ini telah dilaksanakan di 304.623 posyandu di seluruh Indonesia dan memiliki tujuan khusus 100% ibu hamil balita dan calon pengantin bisa datang ke posyandu dan melakukan pemeriksaan maupun pendampingan,” lanjutnya.
Plt. Deputi III Menko PMK Budiono Subambang juga mengungkapkan bahwa kegiatan latar belakang dari kegiatan pengukuran dan intervensi serentak ini untuk memastikan bahwa seluruh ibu hamil balita dan calon pengantin mendapatkan pelayanan kesehatan yang diperlukan berupa deteksi ini edukasi serta intervensi bagi yang bermasalah gizi.
“Dengan demikian diharapkan seluruh sasaran dapat digerakkan dan mendapatkan pengukuran serta intervensi yang sesuai standar. Semoga melalui ini kita dapat menemukan solusi yang tepat efektif untuk mempercepat penurunan angka di stunting Indonesia sehingga generasi Indonesia dapat tumbuh sehat kuat,” harapnya. (*)
Lampung
Ambil Berkas Formulir Pendaftaran Ketua PWI Lampung, Wira Optimis Kembali Terpilih
Alteripost.co, Bandarlampung-
Wirahadikusumah dan Adi Kurniawan mengambil formulir pendaftaran Calon Ketua PWI Lampung dan Calon Ketua Dewan Kehormatan (DK).
Keduanya tiba di Balai Wartawan Hi Solfian Akhmad sekitar pukul 13.42 WIB yang diterima Tim Penjaringan dan Pendaftaran (TPP) Bakal Calon Ketua PWI Lampung, Senin (19/10/2026).
Wirahadikusumah yang merupakan calon petahana menyatakan kesiapannya untuk kembali maju dalam kontestasi pemilihan Ketua Provinsi Lampung periode 2026-2031.
Langkah itu diambil sebagai bentuk komitmen untuk melanjutkan pengabdian serta mengevaluasi dan menyempurnakan kerja-kerja organisasi yang sebelumnya telah berjalan.
Wira mengungkapkan, dengan modal kepengurusan pada periode sebelumnya akan menjadi bahan evaluasi penting demi membesarkan organisasi. Tentunya hal tersebut membuat dirinya optimis untuk kembali melanjutkan program kerja di periode selanjutnya.
Menurut dia, keberlanjutan kepengurusan sangat diperlukan untuk menguatkan marwah organisasi sekaligus mempersiapkan para anggota dalam menghadapi tantangan kemajuan zaman, khususnya di era kecerdasan buatan (AI).
“Saya memastikan pengabdian dan pengawalan ini menjadi calon ketua Provinsi Lampung periode 2026-2031 untuk tetap melanjutkan sebuah pengabdian dan meneruskan kerja-kerja dari organisasi yang tentu belum sempurna dan masih banyak yang harus terus dimajukan serta diperbaiki ke depannya,” kata Wira.
Terkait pertanggungjawaban kinerja periode 2021-2026, ia menegaskan akan menyampaikannya secara transparan pada forum Konferensi Provinsi (Konferprov).
Berdasarkan informasi dari Steering Committee (SC), agenda Konferprov tersebut rencananya akan disusun dan digelar tanggal 30 November hingga 2 Desember mendatang.
“Semua itu akan kami pertanggungjawabkan di Konferensi Provinsi nanti. Momen tersebut juga akan kita jadikan evaluasi bersama untuk melangkah ke depan,” jelasnya.
Selain fokus pada suksesi kepemimpinan daerah, dia juga menyoroti agenda besar nasional yang sudah di depan mata, yakni Musyawarah Kerja Nasional (Mukernas) yang dijadwalkan pada bulan April mendatang.
Dia menekankan, status Lampung sebagai tuan rumah merupakan tanggung jawab kolektif seluruh anggota, bukan perseorangan.
“Ini kerja seluruh anggota untuk bisa menyukseskan Mukernas tersebut, agar kita bisa menjadi tuan rumah yang sukses dan baik. Masyarakat Lampung itu gemar memuliakan dan menerima tamu dengan baik. Kita juga menargetkan untuk bisa meraih prestasi di ajang Mukernas nantinya,” tutupnya.
Sementara, Bakal Calon Ketua DK Periode 2026-2031 Adi Kurniawan juga menyatakan kesiapannya untuk melanjutkan programnya.
Dia memastikan akan membawa amanah dan PWI Lampung menjadi lebih baik lagi.
“Pada intinya sama dengan yang telah disampaikan Wira. Melalui pemilihan ini, saya dan Wira siap membawa PWI Lampung lebih baik lagi ke depannya,” kata Adi.
Ketua TPP Bakal Calon Ketua PWI Lampung Lukmansyah mengatakan, hingga pukul 15.30 WIB belum ada kandidat lain yang mengambil formulir.
“Sampai dengan pendaftaran hari pertama ditutup hanya satu kandidat Ketua PWI Lampung dan Ketua DK yang mengambil formulir,” jelasnya. (Rls)

