Connect with us

Ekonomi dan Bisnis

Sosok Dr. Mira Rozanna, Komisaris Independen Bank Lampung

Published

on

Alteripost Lampung – Pekerja keras, pekerja cerdas bisa disematkan pada diri Dr. Mira Rozanna, SE, MM, CFP, CWM. Bermotivasi tinggi untuk menggapai cita terus dilakukan. Kariernya cemerlang. Pernah berkarier di Group Astra, Bank Mandiri dan kini dipercaya sebagai Komisaris Independen Bank Lampung.

Dilahirkan di Palembang pada 25 Oktober 1966, beliau memulai pada tahun 1991 sebagai Management Trainee di PT Cipta Piranti Teknik (Astra International Group). Sebelum melangkah lebih jauh ke sektor perbankan yang penuh dinamika.

Selama lebih dari tiga dekade, Dr. Mira mencatatkan kontribusi penting di Bank Mandiri, menjabat berbagai posisi strategis seperti Group Head Corporate & Branch Transformation di Bank Syariah Mandiri dan SVP Human Capital & Corporate Transformation di Bank Mandiri.

Saat ini, ia mengemban peran sebagai Komisaris Independen di Bank Pembangunan Daerah Lampung, memimpin dengan wawasan strategis untuk menghadapi tantangan era digital.

Keberhasilan akademis Dr. Mira sejalan dengan dedikasinya terhadap dunia pendidikan. Setelah menyelesaikan studi di Indonesia Banking School Jakarta, ia meraih gelar doktor dari Universitas Lampung, meraih penghargaan sebagai Lulusan Terbaik di Fakultas Ekonomi dan Bisnis serta di tingkat universitas pada Januari 2025.

Penelitian beliau memusatkan perhatian pada strategi manajemen dan digitalisasi, memperkaya literatur akademis terkait daya saing perbankan dan manajemen sumber daya manusia.

Dalam riset yang berfokus pada daya saing perbankan daerah, Dr. Mira menegaskan bahwa pengembangan SDM yang berkualitas adalah kunci keberhasilan transformasi digital di sektor perbankan.

Ia menyampaikan; Kualitas SDM bukan hanya tentang keahlian teknis, tetapi juga mencakup kemampuan beradaptasi, berpikir strategis, dan memiliki etika profesional yang kuat. Transformasi yang berhasil memerlukan SDM yang mampu memanfaatkan teknologi secara optimal sekaligus memahami kebutuhan nasabah dalam konteks yang terus berubah.

Menyoroti pentingnya pendekatan strategis dalam manajemen SDM, Dr. Mira berpendapat bahwa; “pembangunan SDM yang berkelanjutan harus didasarkan pada investasi dalam pelatihan berbasis keterampilan masa depan, seperti kecerdasan buatan, analitik data, dan manajemen risiko digital. Bank yang ingin bertahan dan berkembang di era disrupsi harus memandang SDM sebagai aset strategis utama yang mampu mendorong inovasi dan efisiensi.”

Pandangan Dr. Mira tentang pentingnya pendidikan menjadi sumber inspirasi. Menurutnya, ilmu pengetahuan adalah investasi berharga yang harus diwariskan, dan ia memiliki hasrat besar untuk mengajar demi membangun generasi yang mampu menghadapi tantangan global. Sebagai Ketua Bidang Organisasi FKDK BPD SI, ia terus memperkuat tata kelola perusahaan dan pengembangan SDM, guna menjembatani praktik bisnis dengan penelitian akademis.

Mengakhiri visinya dengan penuh optimisme, Dr. Mira menyatakan, “Saya bermimpi menjadikan SDM di sektor perbankan Indonesia tidak hanya terampil dan tangguh, tetapi juga unggul secara global. SDM kita harus mampu bersaing dengan pemain internasional, memimpin inovasi, dan berkontribusi aktif dalam membangun perbankan yang inklusif, berkelanjutan, dan relevan di masa depan.”

Visi dan dedikasi Dr. Mira mendorong semangat belajar sepanjang hayat. Ia menekankan bahwa pendidikan adalah perjalanan yang selalu bisa dilanjutkan, terlepas dari usia. Komitmennya terhadap inovasi dan kontribusi positif bagi masyarakat menjadikannya simbol inspiratif bagi kalangan profesional maupun generasi muda yang bertekad mengukir prestasi serupa.(*)

Facebook Comments Box
Continue Reading

Ekonomi dan Bisnis

Bank Lampung dan Pemprov Lampung Bersinergi Majukan Pertanian Mesuji

Published

on

Alteripost Mesuji – Bank Lampung terus menunjukkan komitmennya dalam mendorong pertumbuhan ekonomi daerah melalui perluasan akses permodalan bagi pelaku usaha dan sektor pertanian. Dalam rangka mendukung program prioritas Pemerintah Provinsi Lampung, Desaku Maju, Bank Lampung menyalurkan kredit alat dan mesin pertanian (Alsintan) dengan total nilai lebih dari Rp1 miliar di Kabupaten Mesuji.

Pada Rabu (24/6/2026), Bank Lampung Sub Branch Unit Simpang Pematang menyalurkan kredit Alsintan sebesar Rp512 juta, sementara Bank Lampung Sub Branch Unit Rawajitu Selatan menyalurkan kredit Alsintan sebesar Rp562 juta.

Penyerahan kredit dilakukan secara simbolis dalam rangkaian kunjungan kerja program Desaku Maju yang dihadiri Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal, Bupati Mesuji Hj. Elfianah Khamami, Direktur Utama Bank Lampung Indra Merviana, serta sejumlah pejabat dan tamu undangan lainnya.

Dalam kegiatan tersebut, Gubernur Rahmat Mirzani Djausal bersama Bupati Mesuji Hj. Elfianah Khamami juga melakukan pelepasan sebanyak 33.000 bibit ikan di kawasan Jembatan Pasar KTM, Kecamatan Mesuji Timur.

Program restocking perikanan tersebut merupakan bentuk sinergi antara Pemerintah Provinsi Lampung dan Pemerintah Kabupaten Mesuji. Pemprov Lampung menyalurkan 20.000 bibit ikan yang terdiri dari 5.000 ekor benih nila, 13.000 ekor benih ikan mas, 1.000 ekor benih baung, dan 1.000 ekor benih bawal. Sementara itu, Pemkab Mesuji turut melepas 13.000 bibit ikan yang terdiri dari 10.000 ekor benih lele dan 3.000 ekor benih nila.

Gubernur Rahmat Mirzani Djausal menjelaskan bahwa program restocking tersebut bertujuan mengembalikan fungsi dan peran perairan umum sebagai penyangga ketahanan pangan lokal sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat yang menggantungkan hidup dari sektor perikanan.

Selain itu, pada sektor hilir pertanian, Pemerintah Provinsi Lampung meluncurkan teknologi bed dryer di 500 desa sebagai solusi untuk mengatasi persoalan pengeringan gabah yang selama ini menyebabkan turunnya kualitas dan harga jual hasil panen. Upaya penguatan sektor agribisnis juga didukung melalui kerja sama permodalan dengan Bank Lampung melalui skema Kredit Usaha Alsintan.

Dalam kesempatan yang sama, Gubernur dan Bupati Mesuji turut meninjau proses pembuatan pupuk hayati cair serta menyaksikan simulasi penyemprotan lahan persawahan menggunakan teknologi pesawat tanpa awak (drone) di Desa Pangkal Mas, Kecamatan Mesuji Timur.

Direktur Utama Bank Lampung, Indra Merviana, menegaskan bahwa pihaknya berkomitmen untuk terus memberdayakan sektor usaha produktif dan UMKM di Provinsi Lampung melalui berbagai program pembiayaan dan pendampingan.

“Penyaluran kredit hari ini merupakan salah satu wujud komitmen Bank Lampung dalam mendorong perekonomian masyarakat, khususnya para pelaku usaha, sehingga ke depan mereka dapat memperluas dan mengembangkan usahanya,” ujar Indra Merviana.

Melalui dukungan permodalan yang berkelanjutan, Bank Lampung berharap dapat berkontribusi dalam memperkuat sektor pertanian, meningkatkan produktivitas masyarakat, serta mendukung keberhasilan program pembangunan daerah di Provinsi Lampung.(*)

Facebook Comments Box
Continue Reading