Connect with us

Lampung Selatan

Dorong Ekonomi Desa, Anggota DPRD Lampung Selatan Adakan Reses dan Pelatihan

Published

on

Alteripost Lampung Selatan – Dalam rangka menyerap aspirasi masyarakat sekaligus meningkatkan keterampilan ekonomi warga desa, anggota DPRD Kabupaten Lampung Selatan, Derri Kesuma, SE, menggelar kegiatan reses sekaligus pelatihan wirausaha.

Kegiatan yang diputuskan di di Desa Titiwangi Kecamatan Candipuro, di ikuti puluhan peserta dari masing-masing desa di Kecamatan setempat.Sabtu (19/4/2025).

Kegiatan ini bertujuan untuk membekali masyarakat dengan keterampilan berwirausaha, sehingga mampu menciptakan usaha mandiri dan bersaing di pasar lokal maupun regional.

“Reses kali ini tidak hanya menyerap aspirasi, tapi juga kami isi dengan pelatihan wirausaha, agar masyarakat bisa menciptakan usaha sendiri dan meningkatkan kesejahteraan keluarga,”kata Legeslatif dari Fraksi Golkar yang duduk di Komisi III.

“Kegiatan reses ini sangat penting bagi kami agar bisa mengetahui secara langsung apa yang menjadi kebutuhan masyarakat. Semua aspirasi yang disampaikan akan kami catat dan perjuangkan di tingkat dewan,” tambah pengusaha Wongko de Coco ini.

Pelatihan yang diikuti puluhan peserta ini menghadirkan narasumber Dadan Romadona dari pelaku usaha di bidang kuliner Wongko de Coco. Para peserta diberikan materi tentang cara memulai usaha, strategi pemasaran, hingga pengelolaan keuangan sederhana.

Dalam sambutannya, Derri menyampaikan pentingnya pemberdayaan masyarakat desa agar tidak selalu bergantung pada bantuan pemerintah.

“Desa memiliki potensi besar, baik sumber daya alam maupun manusianya. Melalui pelatihan ini, saya berharap masyarakat bisa memanfaatkan potensi tersebut, sehingga tercipta desa yang mandiri dan berdaya saing,” ujarnya.

Kepala Desa Titiwangi, Sumari mengapresiasi langkah yang dilakukan oleh anggota DPRD tersebut. “Kami sangat berterima kasih atas perhatian dan dukungan yang diberikan kepada masyarakat desa. Semoga kegiatan seperti ini bisa rutin dilakukan untuk mendorong perekonomian desa,” ungkapnya.

Kegiatan ini diharapkan menjadi awal yang baik dalam membangun ekosistem wirausaha di tingkat desa, guna menciptakan masyarakat yang sejahtera, mandiri, dan memiliki daya saing di era ekonomi digital.

Kegiatan reses juga dimanfaatkan sebagai ajang silaturahmi antara wakil rakyat dan konstituennya. Warga menyambut baik kegiatan tersebut dan berharap pemerintah daerah dapat segera menindaklanjuti berbagai usulan yang telah disampaikan.(*)

Facebook Comments Box
Continue Reading

Lampung Selatan

Bupati Egi Dorong SPPG Bandar Agung Tak Hanya Penuhi Gizi, tetapi Juga Gerakkan Ekonomi Warga

Published

on

Alteripost Sragi – Senyum dan antusiasme anak-anak mewarnai kehadiran Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) 3T Bandar Agung di Desa Bandar Agung, Kecamatan Sragi, Kabupaten Lampung Selatan.

Bagi mereka, Program Makan Bergizi Gratis (MBG) bukan sekadar menyediakan makanan, tetapi juga membantu memenuhi kebutuhan gizi sekaligus menghemat uang jajan.

Respons positif tersebut terlihat saat Bupati Lampung Selatan, Radityo Egi Pratama, berinteraksi langsung dengan para siswa dalam peresmian SPPG 3T Bandar Agung, Rabu (14/10/2026). Kehadiran fasilitas ini menjadi bagian dari upaya memperluas jangkauan pelayanan gizi, terutama bagi anak-anak di wilayah yang membutuhkan perhatian lebih.

Peresmian di Kabupaten Lampung Selatan ditandai dengan pemotongan pita oleh Bupati Egi bersama Deputi Bidang Penyediaan dan Penyaluran Badan Gizi Nasional (BGN), Zainuri.

Kegiatan tersebut merupakan bagian dari Peresmian Serentak SPPG Tahap II di Wilayah Indonesia Tengah dan Barat, khususnya daerah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T) serta wilayah dengan prevalensi stunting tinggi.

Peresmian yang dipusatkan di Provinsi Aceh itu diikuti 16 provinsi, dengan total 980 SPPG di wilayah 3T Indonesia bagian tengah. Langkah ini menjadi bagian dari perluasan jangkauan Program MBG agar manfaat pemenuhan gizi dapat dirasakan lebih banyak masyarakat.

Saat berdialog dengan para siswa, Egi menanyakan tanggapan mereka terhadap makanan yang disediakan melalui program tersebut.

Anak-anak menyampaikan bahwa mereka senang dengan menu MBG. Selain memperoleh makanan, mereka juga merasakan manfaat karena dapat menghemat uang jajan.

Mendengar jawaban itu, Egi mengajak para siswa menyampaikan rasa terima kasih atas hadirnya program tersebut.

“Kalau senang, kita harus bilang terima kasih kepada Bapak Presiden,” tuturnya.

Bagi Egi, antusiasme anak-anak menjadi gambaran penting tentang bagaimana program pemenuhan gizi diterima oleh penerima manfaat. Namun, ia menegaskan bahwa keberhasilan program tidak cukup diukur dari pelaksanaannya, melainkan juga dari kualitas pelayanan dan manfaat yang benar-benar dirasakan masyarakat.

Karena itu, ia mengapresiasi Badan Gizi Nasional dan seluruh pihak yang telah bersinergi dalam menghadirkan SPPG di Kecamatan Sragi. Menurutnya, koordinasi dan pengawasan perlu terus diperkuat agar pelayanan berjalan optimal dan sesuai dengan tujuan program.

Egi juga mengingatkan pentingnya menjaga kebersihan dan kerapian lingkungan SPPG. Ia mengaitkan hal tersebut dengan program HELAU yang dikembangkan Pemkab Lampung Selatan untuk mewujudkan lingkungan yang hijau, elok, lestari, aman, dan unggul.

“Kita punya program Desa HELAU. Semoga SPPG-nya juga bisa menjadi SPPG HELAU, biar cantik SPPG-nya,” ujar Egi.

Selain mendukung pemenuhan gizi anak, keberadaan SPPG di wilayah Sragi diharapkan membuka peluang kerja sama dengan pelaku usaha setempat. Petani, peternak, dan pemasok bahan pangan lokal berpotensi terlibat dalam rantai pasok kebutuhan SPPG, sehingga manfaat program dapat menjangkau sektor ekonomi masyarakat.

Keterlibatan pelaku usaha lokal tersebut perlu dibangun melalui kemitraan yang saling menguntungkan, dengan tetap memperhatikan kualitas, keamanan, dan ketersediaan bahan pangan. Dengan demikian, perluasan layanan gizi juga berpeluang menciptakan aktivitas ekonomi yang lebih luas di sekitar wilayah pelayanan.

Melalui kehadiran SPPG 3T Bandar Agung, Pemkab Lampung Selatan berharap akses pelayanan pemenuhan gizi semakin luas, khususnya bagi anak-anak di wilayah pelosok.

Di saat yang sama, kolaborasi antara pemerintah, pengelola SPPG, dan pelaku usaha lokal diharapkan dapat memperkuat keberlanjutan program serta menghadirkan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat.(*)

Facebook Comments Box
Continue Reading