Bandar Lampung
Pemkot Bandar Lampung Tambah 300 Tapping Box Untuk Optimalkan PAD 2026
Alteripost Bandar Lampung – Pemerintah Kota (Pemkot) Bandar Lampung menambah 300 alat rekam transaksi (tapping box) pada tahun 2026 guna memaksimalkan pendapatan asli daerah (PAD).
Kepala Badan Pengelola Pendapatan Daerah (Bapenda) Bandar Lampung, Yusnadi Ferianto, mengatakan penambahan tersebut dilakukan melalui kerja sama dengan Bank Lampung dan akan dipasang di berbagai lokasi usaha di Kota Tapis Berseri.
“Tahun ini Pemkot menambah 300 alat rekam transaksi bekerja sama dengan Bank Lampung di lokasi usaha di Bandar Lampung,” ujarnya, Rabu (21/1/2026).
Ia menjelaskan, penambahan tapping box merupakan langkah meningkatkan pengawasan serta optimalisasi penerimaan pajak daerah dari para wajib pajak.
Saat ini, kata dia, Pemkot telah memasang sekitar 600 unit tapping box di berbagai tempat usaha. Dengan tambahan 300 unit tahun ini, total perangkat yang terpasang diperkirakan mendekati 1.000 unit.
Menurutnya, tapping box berfungsi sebagai perangkat pembanding terhadap laporan omzet yang dilaporkan wajib pajak secara daring. “Kami harap wajib pajak sadar dan selalu mengaktifkan alat rekam transaksi, karena yang kami ambil itu juga uang masyarakat yang dipungut oleh mereka,” katanya.
Selain penambahan perangkat, pemerintah juga merencanakan penguatan sistem pengawasan pajak berbasis digital, khususnya pada sektor-sektor usaha yang menjadi objek pajak daerah.
Dalam pelaksanaannya, Pemkot tidak hanya menggandeng Bank Lampung sebagai penyedia sistem, tetapi juga menjalin kerja sama dengan Kejaksaan Negeri Bandar Lampung sejak tahun lalu untuk mendukung optimalisasi PAD.(*)
Bandar Lampung
Jalan Wala Kuba Kembali Mulus, Eva Dwiana Cek Langsung Hasil Perbaikan
Alteripost Bandar Lampung – Wali Kota Bandar Lampung, Eva Dwiana, meninjau langsung hasil perbaikan Jalan Wala Kuba di Kelurahan Way Laga, Kecamatan Sukabumi, Senin (3/8/2026).
Kunjungan tersebut dilakukan untuk memastikan seluruh pekerjaan pemeliharaan jalan telah selesai dan dapat kembali dimanfaatkan masyarakat dengan aman dan nyaman.
Dalam peninjauan itu, Eva Dwiana menyampaikan bahwa perbaikan difokuskan pada pemeliharaan ruas jalan yang mengalami kerusakan melalui metode penambalan atau patching, sehingga kondisi jalan menjadi lebih layak dilalui.
“Perbaikan yang dilakukan di ruas Jalan Wala Kuba difokuskan pada pemeliharaan melalui penambalan (patching) pada bagian jalan yang mengalami kerusakan,” ujar Eva Dwiana.
Di kawasan Sawit, Way Laga, tim melaksanakan perbaikan jalan beton sepanjang kurang lebih 300 meter menggunakan metode patching. Sementara itu, pada ruas jalan beraspal, perbaikan dilakukan secara parsial atau pada titik-titik yang mengalami kerusakan sesuai hasil evaluasi di lapangan.
Perbaikan jalan beraspal tersebut tersebar di dua lokasi utama, yakni kawasan Wala Suci dan Wala Jaya. Langkah ini dinilai lebih efektif untuk menangani kerusakan tanpa harus melakukan pengaspalan ulang di seluruh ruas jalan.
Selain memperbaiki badan jalan, Pemerintah Kota Bandar Lampung juga melakukan pemeliharaan pagar pengaman (railing) jembatan di sepanjang ruas Jalan Wala Kuba. Perbaikan fasilitas pendukung tersebut bertujuan meningkatkan keselamatan pengguna jalan, terutama saat melintasi area jembatan.
Dengan rampungnya seluruh pekerjaan pemeliharaan, kondisi Jalan Wala Kuba diharapkan semakin mendukung kelancaran mobilitas masyarakat, khususnya warga Kelurahan Way Laga dan sekitarnya, sekaligus memberikan kenyamanan serta keamanan yang lebih baik bagi para pengguna jalan.(*)

