Connect with us

Nasional

Masyarakat Bandarlampung Antusias Mengikuti Penyelenggaraan Donor Darah dari Bank Mandiri

Published

on

Foto: potongan kegiatan donor dari yang diselenggarakan Bank Mandiri di Bandarlampung (istimewa)

Alteripost.co, Bandarlampung-
Dalam rangka menyambut Hari Ulang Tahun (HUT) ke-28 yang akan diperingati pada Oktober 2026 mendatang, Bank Mandiri kembali menggelar kegiatan Mandiri Donor Darah secara serentak di 12 Region Bank Mandiri di berbagai wilayah Indonesia, Kamis (2/7/2026).

Melanjutkan semangat dengan mengusung tema “Satu Langkah Darimu, Sejuta Harapan Untuknya”. Aksi kemanusiaan ini menjadi bagian dari program sosial berkelanjutan Bank Mandiri yang rutin digelar setiap tanggal 2 sebagai bentuk komitmen perusahaan dalam menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat.

Sejak pertama kali digelar pada April 2026, program ini telah memasuki penyelenggaraan ketiga dan berhasil menghimpun lebih dari 7.000 kantong darah dari ribuan peserta yang mengikuti dan sebagai wujud komitmen Bank Mandiri dalam memperluas manfaat, serta menghadirkan harapan bagi masyarakat yang membutuhkan.

Khusus di wilayah Bandarlampung, kegiatan ini melibatkan lebih dari 500 pendonor yang terdiri atas top management serta pegawai Bank Mandiri, nasabah, hingga masyarakat umum. Berkolaborasi dengan fasilitas kesehatan dan Palang Merah Indonesia (PMI), kegiatan ini diharapkan dapat membantu memenuhi kebutuhan darah sekaligus memperkuat semangat kepedulian dan gotong royong di tengah masyarakat.

SEVP Commercial Bank Mandiri Eryawan Nurhariadi mengatakan, penyelenggaraan Mandiri Donor Darah secara rutin merupakan wujud nyata komitmen Bank Mandiri untuk terus menghadirkan manfaat bagi masyarakat. Melalui kegiatan ini, Bank Mandiri ingin memperkuat semangat berbagi sekaligus mengajak lebih banyak pihak berpartisipasi dalam aksi kemanusiaan sebagai bagian dari rangkaian HUT ke-28 perusahaan.

“Program Mandiri Donor Darah kami hadirkan secara berkelanjutan agar manfaatnya dapat dirasakan lebih luas. Di wilayah Bandarlampung, kami berharap kegiatan ini menjadi wadah bagi Mandirian, nasabah, dan masyarakat untuk bersama-sama berkontribusi melalui aksi kemanusiaan yang sederhana namun berdampak besar,” ujar Eryawan Nurhariadi dalam keterangan resminya, Kamis (2/7).

Lebih lanjut, Eryawan Nurhariadi menyampaikan bahwa di tengah pertumbuhan bisnis yang terus berkelanjutan, Bank Mandiri berkomitmen menjaga keseimbangan antara penciptaan nilai ekonomi dan kontribusi sosial bagi masyarakat.

Menurutnya, pertumbuhan yang dicapai perusahaan perlu diiringi dengan berbagai inisiatif yang memberikan manfaat nyata dan menjangkau lebih banyak lapisan masyarakat.

“Karena itu, kami terus mendorong berbagai program keberlanjutan yang tidak hanya memperkuat kinerja perusahaan, tetapi juga menciptakan dampak sosial yang positif bagi masyarakat di wilayah Bandarlampung,” tambah Eryawan Nurhariadi.

Dalam pelaksanaannya, setiap calon pendonor terlebih dahulu mengikuti proses registrasi, verifikasi identitas, serta pemeriksaan kesehatan oleh tenaga medis guna memastikan kondisi tubuh yang prima sebelum donor dilakukan.

Untuk mendukung kenyamanan peserta, Bank Mandiri juga menyediakan berbagai fasilitas penunjang di lokasi kegiatan. Selain menjadi aksi kemanusiaan, kegiatan ini turut memperkuat budaya kepedulian sosial di lingkungan perusahaan dan mendorong keterlibatan aktif masyarakat dalam membantu sesama. Bank Mandiri optimistis sinergi yang terbangun melalui program ini dapat memberikan dampak positif yang berkelanjutan bagi masyarakat luas.

Langkah ini sejalan dengan komitmen perusahaan untuk terus menghadirkan program sosial yang relevan, inklusif, dan berdampak positif di berbagai wilayah operasional.

“Bank Mandiri akan terus memperkuat peran sebagai agen pembangunan yang hadir tidak hanya melalui layanan keuangan, tetapi juga lewat berbagai inisiatif sosial yang memberikan manfaat berkelanjutan bagi masyarakat,” pungkas Eryawan Nurhariadi. (Rls)

Facebook Comments Box
Continue Reading

Lampung Selatan

HUT ke-26 Apkasi, Bupati Lampung Selatan Dorong Inovasi Kemandirian Fiskal

Published

on

Alteripost Deli Serdang – Komitmen Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lampung Selatan dalam memperkuat kemandirian fiskal daerah terus diwujudkan melalui berbagai forum strategis tingkat nasional.

Salah satunya ditunjukkan Bupati Lampung Selatan, Radityo Egi Pratama, saat mengikuti Dialog Otonomi Daerah dalam rangka Hari Ulang Tahun (HUT) ke-26 Asosiasi Pemerintah Kabupaten Seluruh Indonesia (Apkasi), sebagai upaya memperkuat kapasitas daerah dalam mengoptimalkan sumber-sumber pendapatan daerah.

Dialog yang berlangsung di Convention Hall, Kabupaten Deli Serdang, Provinsi Sumatra Utara, Kamis (2/7/2026), tersebut dibuka secara resmi oleh Wakil Menteri Dalam Negeri Republik Indonesia, Bima Arya Sugiarto.

Forum dialog tersebut menjadi salah satu agenda utama dalam rangkaian HUT ke-26 Apkasi yang mempertemukan para bupati dari seluruh Indonesia.

Selain mempererat sinergi antarpemerintah kabupaten, kegiatan itu juga menjadi ruang diskusi mengenai berbagai strategi penguatan otonomi daerah, peningkatan daya saing, hingga kolaborasi dalam menghadapi tantangan pembangunan yang semakin kompleks.

Dalam forum tersebut mengemuka bahwa pemerintah daerah dituntut semakin adaptif dan inovatif di tengah semakin terbatasnya ruang fiskal akibat kebijakan efisiensi anggaran.

Kondisi tersebut mendorong setiap daerah untuk mampu mengoptimalkan potensi pendapatan asli daerah (PAD), meningkatkan efektivitas belanja, serta membangun berbagai bentuk kolaborasi antardaerah.

Bupati Radityo Egi Pratama, mengatakan Dialog Otonomi Daerah memiliki peran penting sebagai wadah bertukar gagasan sekaligus memperkuat sinergi antarpemerintah kabupaten dalam merumuskan solusi atas berbagai tantangan pembangunan.

“Apkasi menjadi ruang kolaborasi bagi pemerintah kabupaten untuk saling belajar, berbagi pengalaman, dan memperkuat sinergi. Berbagai inovasi yang lahir dari forum ini diharapkan dapat menjadi referensi dalam meningkatkan kualitas pelayanan publik serta mempercepat pembangunan di Kabupaten Lampung Selatan,” ujar Bupati Egi.

Menurut Egi, penguatan jejaring antardaerah menjadi modal penting dalam mendorong lahirnya berbagai inovasi, khususnya dalam meningkatkan kemandirian fiskal melalui optimalisasi potensi dan pengelolaan sumber pendapatan daerah yang berkelanjutan.

Selama 26 tahun, Apkasi terus berperan sebagai wadah strategis bagi pemerintah kabupaten di seluruh Indonesia dalam memperjuangkan aspirasi daerah, memperkuat kerja sama antardaerah, serta mendorong terwujudnya tata kelola pemerintahan yang semakin efektif, adaptif, dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat.

Melalui keikutsertaannya dalam forum nasional tersebut, Pemkab Lampung Selatan berharap dapat memperluas jejaring kerja sama sekaligus mengadopsi berbagai praktik terbaik dari daerah lain guna mendorong pembangunan yang inovatif, berdaya saing, dan berorientasi pada peningkatan kesejahteraan masyarakat. (*)

Facebook Comments Box
Continue Reading