Connect with us

Tulang Bawang

Wakil Bupati Hankam Hasan Hadiri Rakor Bersama Masyarakat Wilayah Menggala

Published

on

Alteripost Tulang Bawang – Wakil Bupati Tulangbawang, Hankam Hasan menghadiri Rapat Koordinasi Pemerintah Kabupaten Tulang Bawang di wilayah Kecamatan Menggala, tepatnya di Kelurahan Ujung Gunung, Selasa (14/7/2026).

Hadir juga pada kesempatan itu, sejumlah anggota DPRD Kabupaten Tulangbawang, di antaranya Desi Andriansyah selaku Ketua Komisi II, Aprina Sari, KS selaku Wakil Ketua Komisi IV, dan Sukma Yohanas selaku Anggota Komisi III. Kehadiran mereka untuk menyerap aspirasi masyarakat secara langsung.

Selain itu, sejumlah unsur Forkopimcam dan pejabat daerah juga turut hadir, di antaranya, Camat, Lurah, Tokoh Adat, Tokoh Agama, dan Tokoh Masyarakat wilayah setempat.

Wakil Bupati Tulangbawang Hankam Hasan saat sambutannya mengajak kepada seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama membangun Kabupaten Tulangbawang.

“Sebagaimana kita ketahui bersama, Kabupaten Tulangbawang memiliki sebuah brand, yaitu Udang Manis. Selama ini pemerintah daerah terus berupaya mewujudkannya melalui berbagai program yang telah digulirkan,” ungkapnya.

Namun demikian, dirinya menuturkan untuk mewujudkan hal itu semua pemerintah tidak bisa bekerja sendirian. Dibutuhkan dukungan dari seluruh pihak, termasuk masyarakat.

Salah satu upaya yang dapat dilakukan masyarakat bersama adalah dengan menjaga Kamtibmas.

Dalam momen rakor itu, Wakil Bupati bersama sejumlah anggota DPRD juga ikut menampung dan menerima sejumlah aspirasi yang diberikan masyarakat wilayah kecamatan Menggala. (Can)

Facebook Comments Box
Continue Reading

Tulang Bawang

Sekda Tuba Ferli Yuledi Raih Gelar Doktor, Hasilkan Model Tipologi Implementasi Kebijakan P4GN Berbasis Kearifan Lokal

Published

on

Alteripost Tulang Bawang – Sekretaris Daerah Kabupaten Tulangbawang, Ferli Yuledi, berhasil mempertahankan disertasinya dalam Ujian Promosi Doktor Program Studi Doktor Studi Pembangunan, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Lampung, Rabu (15/7/2026).

Dalam sidang terbuka tersebut, Ferli Yuledi mengangkat disertasi berjudul Tipologi dan Model Implementasi Kebijakan Pencegahan, Pemberantasan, Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkotika (P4GN) Berbasis Kearifan Lokal di Provinsi Lampung.

Sidang promosi dipimpin oleh Rektor Universitas Lampung, Prof. Dr. Ir. Lusmeilia Afriani, D.E.A., I.P.M. selaku Ketua Tim Penguji. Penguji eksterna adalah Dr. Drs. Agus Fatoni, M.Si., GRCE, Direktur Jenderal Bina Keuangan Daerah Kementerian Dalam Negeri. Tim penguji juga terdiri atas Dr. Arif Sugiono, S.Sos., M.Si., Prof. Intan Fitri Meutia, S.A.N., M.A., Ph.D., Dr. Suripto, S.Sos., M.AB., Dr. Robi Cahyadi Kurniawan, S.I.P., M.A., dan Dr. Dra. Dian Keagungan, M.H. Disertasi ini dibimbing oleh Prof. Dr. Anna Gustina Zainal, S.Sos., M.Si. sebagai promotor dan Prof. Dr. Noverman Duadji, M.Si. sebagai ko-promotor.

Ujian promosi turut dihadiri Bupati Tulangbawang beserta jajaran Pemerintah Kabupaten Tulangbawang sebagai bentuk dukungan terhadap pengembangan kapasitas sumber daya manusia aparatur pemerintah.

Kontribusi utama disertasi ini adalah menghasilkan tipologi implementasi kebijakan P4GN yang menjelaskan bahwa keberhasilan implementasi kebijakan tidak hanya ditentukan oleh regulasi dan penegakan hukum, tetapi juga oleh tingkat integrasi antara pemerintah, aparat penegak hukum, masyarakat, dan kearifan lokal.

Penelitian ini merumuskan model implementasi kebijakan P4GN berbasis kearifan lokal yang menempatkan nilai-nilai budaya, tokoh adat, tokoh agama, tokoh masyarakat, keluarga, lembaga pendidikan, serta organisasi sosial sebagai bagian integral dari sistem pencegahan narkotika. Model tersebut memperkuat pendekatan kolaboratif (collaborative governance), sehingga kebijakan P4GN tidak lagi bersifat sektoral, tetapi menjadi gerakan bersama seluruh elemen masyarakat.

Secara akademik, disertasi ini memberikan kontribusi berupa pengembangan teori implementasi kebijakan melalui penyusunan tipologi implementasi yang mempertimbangkan karakteristik sosial, budaya, dan kelembagaan daerah. Sementara secara praktis, model yang dihasilkan dapat menjadi referensi bagi pemerintah pusat, pemerintah daerah, Badan Narkotika Nasional (BNN), serta para pemangku kepentingan dalam merancang kebijakan P4GN yang lebih efektif, adaptif, dan berkelanjutan.

Disertasi ini juga menjadi salah satu kajian doktoral yang secara khusus membahas implementasi kebijakan P4GN berbasis kearifan lokal di Provinsi Lampung, sehingga diharapkan mampu memperkaya khazanah ilmu kebijakan publik sekaligus menjadi rujukan dalam penyusunan strategi penanggulangan narkotika di Indonesia. (Can)

Facebook Comments Box
Continue Reading