Pesisir Barat
Rakornas TPAKD 2026 Jadi Momentum Pesisir Barat Perluas Akses Pembiayaan UMKM
Alteripost Jakarta – Bupati Pesisir Barat, Dedi Irawan, menghadiri Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPAKD) Tahun 2026 yang digelar di Grand Ballroom Jakarta International Expo (JIExpo), Kemayoran, Jakarta, Kamis (22/10/2026).
Dalam kegiatan tersebut, Bupati Dedi Irawan didampingi Kepala Dinas Pemuda, Olahraga, Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Rena Novasari, S.H., M.M.; Kepala Dinas Koperasi, UKM dan Perdagangan, M. Ma’ruf, S.P.; Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian, Irvan Leonardo Abdullah, S.P., M.Si.; serta Kepala Bagian Protokol dan Komunikasi Pimpinan, Rozi Zulfikli, S.H.
Rakornas TPAKD 2026 mengusung tema “Percepatan Akses Keuangan Berkelanjutan untuk Kesejahteraan Rakyat Indonesia”. Forum ini menjadi wadah bagi pemerintah pusat dan daerah untuk menyelaraskan program kerja sekaligus merumuskan strategi percepatan akses keuangan daerah pada 2027.
Kegiatan tersebut diselenggarakan melalui sinergi Kementerian Dalam Negeri, Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Melalui Rakornas ini, pemerintah daerah didorong untuk memperkuat peran TPAKD dalam memperluas akses masyarakat terhadap layanan keuangan yang inklusif dan berkelanjutan.
Perluasan akses keuangan dinilai menjadi salah satu faktor penting dalam mendorong pertumbuhan ekonomi daerah. Kemudahan memperoleh layanan keuangan formal diharapkan dapat membuka peluang bagi masyarakat untuk mengembangkan usaha, mendapatkan pembiayaan, serta meningkatkan produktivitas ekonomi.
Bagi Kabupaten Pesisir Barat, upaya tersebut memiliki keterkaitan erat dengan pengembangan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), sektor perdagangan, pertanian, serta berbagai potensi ekonomi lokal yang perlu terus dikembangkan.
Melalui penguatan program TPAKD, akses masyarakat terhadap layanan perbankan dan pembiayaan diharapkan semakin terbuka. Peningkatan literasi dan inklusi keuangan juga menjadi aspek penting agar masyarakat mampu memanfaatkan layanan keuangan secara bijak sesuai kebutuhan.
Rakornas TPAKD 2026 juga dijadwalkan menghadirkan Presiden Republik Indonesia untuk memberikan arahan kepada para kepala daerah selaku pengarah TPAKD. Dalam rangkaian kegiatan tersebut, turut diagendakan penyerahan TPAKD Award 2026 sebagai bentuk apresiasi kepada pemerintah daerah yang dinilai berhasil mendorong percepatan akses keuangan melalui program kerja sepanjang 2025.
Keikutsertaan Bupati Pesisir Barat bersama jajaran perangkat daerah terkait merupakan bagian dari upaya memperkuat koordinasi dengan pemerintah pusat dan lembaga terkait dalam mendukung pembangunan ekonomi daerah.
Pemerintah Kabupaten Pesisir Barat diharapkan dapat terus mengoptimalkan program percepatan akses keuangan sesuai dengan potensi dan kebutuhan masyarakat. Dengan akses keuangan yang semakin luas, pelaku usaha diharapkan memiliki kesempatan lebih besar untuk mengembangkan usahanya, menciptakan peluang ekonomi, dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Upaya tersebut diharapkan mampu mendukung pertumbuhan ekonomi Kabupaten Pesisir Barat yang lebih inklusif, produktif, dan berkelanjutan.(*)
Pesisir Barat
Buka Wawasan Karier Generasi Muda, Pemkab Pesisir Barat Gelar Penyuluhan Kerja
Alteripost Pesisir Barat – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pesisir Barat terus mendorong peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM), khususnya generasi muda, melalui kegiatan Penyuluhan dan Bimbingan Jabatan bagi Pencari Kerja dengan materi Peluang Kerja Luar Negeri dan Migrasi Aman.
Kegiatan yang diikuti siswa-siswi SMK se-Kabupaten Pesisir Barat tersebut dibuka secara resmi oleh Bupati Pesisir Barat, Dedi Irawan, yang diwakili Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Sekretariat Daerah Kabupaten Pesisir Barat, Ir. Armand Achyuni, di Lamban Juang, Pekon Rawas, Kecamatan Pesisir Tengah, Rabu (21/10/2026).
Hadir dalam kegiatan tersebut Kepala Dinas Transmigrasi, Tenaga Kerja dan Perindustrian Pesisir Barat, Murliana, S.Sos., M.Sc., Sekretaris Dinas Transmigrasi, Tenaga Kerja dan Perindustrian, Dian Hardiyanti, S.ST., M.M., Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Pesisir Barat, Marnentinus, S.IP., serta Sekretaris Dinas Komunikasi, Informatika, Statistik dan Persandian Kabupaten Pesisir Barat, Hamidi, S.Si., M.Ak.
Turut hadir narasumber dari Balai Pelayanan Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (BP3MI) Lampung, Ahmad Robby, S.I.Kom., perwakilan organisasi perangkat daerah (OPD), guru pendamping, serta para siswa dari sejumlah SMK di Kabupaten Pesisir Barat.
Dalam sambutan Bupati Pesisir Barat yang disampaikan Asisten I, Armand Achyuni menegaskan bahwa pembangunan daerah tidak hanya bergantung pada ketersediaan infrastruktur dan sumber daya alam, tetapi juga ditentukan oleh kualitas sumber daya manusia.
“Generasi muda yang terampil, produktif, berkarakter, dan memiliki daya saing merupakan modal penting bagi kemajuan Kabupaten Pesisir Barat,” ujarnya.
Menurutnya, lulusan SMK merupakan bagian penting dari angkatan kerja yang akan memasuki dunia usaha dan dunia industri. Karena itu, mereka perlu dibekali tidak hanya dengan pengetahuan akademik dan keterampilan sesuai bidang keahlian, tetapi juga informasi mengenai peluang kerja, pemahaman terhadap kebutuhan pasar kerja, serta kemampuan menentukan pilihan karier secara tepat.
Melalui kegiatan penyuluhan dan bimbingan jabatan tersebut, para siswa diharapkan mampu mengenali potensi diri, memahami minat dan bakat, serta menyusun perencanaan masa depan secara lebih matang.
“Setelah lulus sekolah, terdapat berbagai pilihan yang dapat ditempuh, baik bekerja di dalam maupun luar negeri, melanjutkan pendidikan, mengikuti pelatihan vokasi, maupun membangun usaha secara mandiri. Kita ingin anak-anak Pesisir Barat memiliki cita-cita yang tinggi, keberanian untuk berkembang, dan kesiapan untuk mengambil peluang di mana pun kesempatan itu tersedia,” ungkapnya.
Armand juga berharap sekolah-sekolah di Kabupaten Pesisir Barat terus memperkuat keterkaitan antara dunia pendidikan dan kebutuhan dunia kerja. Dengan demikian, para lulusan tidak hanya memperoleh ijazah, tetapi juga memiliki keterampilan yang relevan dan mampu bersaing di pasar kerja.
Selain memperluas wawasan mengenai peluang kerja di luar negeri, Pemkab Pesisir Barat turut menekankan pentingnya keselamatan dan perlindungan bagi Pekerja Migran Indonesia (PMI).
Para siswa diingatkan agar memahami prosedur penempatan kerja yang benar serta mewaspadai informasi lowongan kerja yang tidak jelas dan berpotensi merugikan.
“Kepada seluruh siswa agar selalu berhati-hati dalam menerima informasi lowongan kerja. Jangan mudah tergiur dengan janji gaji besar tanpa kejelasan pekerjaan dan prosedur. Jangan mudah percaya kepada pihak yang menjanjikan keberangkatan cepat tanpa persyaratan yang jelas,” pesannya.
Ia menegaskan, peluang kerja di luar negeri harus disikapi dengan persiapan yang matang, informasi yang benar, serta pemahaman terhadap prosedur yang berlaku. Hal tersebut penting agar calon pekerja dapat terhindar dari praktik perekrutan yang berisiko dan memperoleh perlindungan sesuai ketentuan.
Pada akhir sambutannya, Armand menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh panitia, narasumber, pihak sekolah, serta semua pihak yang telah mendukung terselenggaranya kegiatan tersebut.
Melalui kegiatan ini, Pemkab Pesisir Barat berharap generasi muda semakin siap menghadapi dunia kerja, mampu menentukan pilihan karier secara tepat, serta memahami pentingnya migrasi aman apabila memutuskan untuk bekerja di luar negeri.(*)

