Connect with us

Kota Metro

Hadiri Grand Opening Ohana Cafe, Ini Pesan Wali Kota Wahdi

Published

on

Foto: Istimewa for Alteripost.co

 

Alteripost.co, Metro-
Wali Kota Metro Wahdi hadiri grand opening Ohana Kafe dan sekaligus pembukaan Visual Art Exhibition, di Jalan Mr Gele Harun, Metro Pusat, Sabtu, (12/02/2022) malam Minggu.

Dalam hal ini, Wali Kota Metro, Wahdi Siradjuddin, secara langsung membuka yang di tandai dengan pemotongan pita.

Kegiatan Selasart Internasional Visual Art Exhibition 2022, bertemakan “Kemarin, Hari Ini dan Esok”. Event ini diikuti sebanyak 13 Negara, 40 pengrajin dan seniman serta 10 pembicara

Pameran kali ini juga menampilkan karya-karya seni rupa dari berbagai daerah dan juga negara. Dengan harapan bisa membangkitkan kembali semangat para seniman lukis di Kota Metro, untuk berkarya dan meningkatkan kualitas hasil karyanya.

Wali Kota Metro Wahdi Siradjuddin dalam sambutannya, Sangat mendukung inovasi dan kreativitas anak muda di era pandemi ini. Dimana para seniman ini, sangat jarang diberi wadah untuk memamerkan karyanya.

“Saya yakin walaupun di era pandemi ini, tetap ada hal yang positif. Hanya orang kreatif yang dapat survive dalam kehidupan ini. Saya juga bangga kepada para pemuda yang berkembang untuk memajukan Kota Metro,” ungkapnya.

Wahdi juga mengungkapkan rasa senangnya terhadap para pemuda yang terus berkembang. Dengan salah satunya membuka usaha kafe seperti ini.

“Hal seperti ini dapat dijadikan contoh, bahwa Kota Metro tak kalah dengan kota lainnya. Semua ini dilihat dari tempat wisata kuliner yang kekinian dan juga, kita mampu memberikan wadah untuk para seniman. Terlebih lagi saya bangga menjadi bagian dalam kegiatan ini yang digalakkan oleh anak muda. Dengan begitu menyimbolkan semangat, keberagaman dan kerja keras,” tandasnya.

Sementara itu, Cahya Sukma Owner Ohana Kafe & Social Space mengatakan bahwa, konsep cafe ini mengusung dua ruang indoor & outdoor. Dan cafe ini dinamakan sosial space untuk bentuk kegiatan sosial juga.

“Jadi, Ohana Kafe ini bisa dibooking untuk kegiatan seperti event, ulang tahun, pameran dan pertemuan instansi dinas. Dan untuk outdoor kita berikan tempat panggung untuk pagelaran dan akustik,” ucap Cahya usai grand opening kepada wartawan.

Dirinya mengaku, Kota Metro ini saat ini belum mempunyai mall, dan bioskop. Sehingga, kaum muda milenial Kota Metro sangat membutuhkan nuansa hiburan yang berkonsep kekinian.

“Jadi, belakangan ini kafe di Kota Metro sangat lah menjamur bagi pelaku usaha. Tentunya, kaum muda milenial ini sangat membutuhkan hiburan dan suasana yang berbeda. Maka, Ohana kafe hadir di Kota Metro dengan nuansa kekinian untuk perdana di Provinsi Lampung,” ungkapnya.

Cahya menjelaskan, Ohana Kafe dengan mengusung konsep etnik, modern, dan tropical.

“Jadi, memang ada sedikit sentuhan kain etnisnya. Makanya, kita pakai konsep etnis dari kain lampung, kain sumba, dan sisanya tropical. Konsep tropical di kafe ini dengan memberi tanaman pohon. Agar nuansa semakin sejuk di kafe ini,” terangnya.

Lanjutnya, Ohana Kafe sementara ini terdapat menu andalan seperti basic nya di susu, soda dan coklat. Namun, yang menjadi menu utamanya pada basic coklatnya.

“Untuk kafe yang lain yang ada di Kota Metro dengan menyediakan kopi. Namun, kami tidak sedia kopi. Jadi, kafe kami ini dengan menawarkan minuman yang segar-segar atau cari coklat yang premium,” pungkasnya.(*)

Facebook Comments Box
Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Kota Metro

Gubernur Mirza Pastikan Drainase dan Tambal Sulam Jalan Rampung Sebelum Idulfitri

Published

on

Alteripost Metro – Pemerintah Provinsi Lampung lakukan langkah percepatan penanganan kerusakan jalan melalui pemeliharaan jalan provinsi untuk memastikan mobilitas masyarakat tetap lancar.

Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal secara langsung meninjau langsung penanganan reaksi cepat pemeliharaan jalan provinsi di Ruas Jalan Pattimura, Kota Metro, sertaq Ruas Metro–Kota Gajah, Senin (23/2/2026). Pemeliharaan jalan ini dilakukan untuk memastikan kondisi jalan aman dilalui masyarakat.

Langkah tersebut merupakan bagian dari percepatan penanganan kerusakan jalan yang dilakukan Pemerintah Provinsi Lampung melalui Dinas Bina Marga dan Bina Konstruksi (BMBK). Upaya ini ditempuh guna menjaga kelancaran mobilitas masyarakat, terutama selama Ramadhan di tengah intensitas hujan yang masih tinggi.

Seluruh jalan provinsi yang telah masuk dalam daftar pemeliharaan ditargetkan selesai ditangani sebelum Lebaran.

Di Ruas Jalan Pattimura, Gubernur Mirza memastikan perbaikan berupa penutupan lubang dan perataan badan jalan dilaksanakan secara cepat serta sesuai standar teknis. Ia menegaskan, kualitas pekerjaan harus menjadi prioritas agar masyarakat daapt melintasi dengan aman dan nyaman.

Menurutnya, kerusakan jalan tidak hanya disebabkan oleh faktor beban kendaraan, tetapi juga akibat sistem drainase yang tidak berfungsi optimal. Aliran air yang tersumbat bahkan meluap hingga ke badan jalan dinilai menjadi penyebab utama kerusakan.

“Drainase harus dipastikan bersih dan berfungsi dengan baik agar air tidak menggenang dan merusak badan jalan,” ujarnya.

“Untuk sementara ini, kita melakukan pemeliharaan jalan sehingga masyarakat dapat melintasi dengan aman dan nyaman,” tambah Gubernur Mirza.

Seusai lebaran, Ruas Jalan Pattimura sepanjang 1 Km dimaksud akan dilakukan pembangunan infrastruktur jalan menggunakan metode rigid beton dengan anggaran sekitar Rp.10 miliar.

Sementara itu, di Ruas Metro–Kota Gajah, Gubernur Mirza meninjau pengerukan saluran air di bahu jalan. Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan aliran air tetap lancar dan mencegah genangan yang berpotensi mempercepat kerusakan jalan.

Diruas jalan tersebut juga akan dilakukan penutupan lubang dan perataan badan jalan.

Gubernur Mirza menambahkan, pemeliharaan tersebut merupakan langkah respons cepat untuk menjaga kelancaran distribusi barang dan mobilitas warga selama Ramadhan dan menjelang idul fitri.

Pada kesempatan itu, dilakukan Peninjauan di Ruas Bandar Jaya – Simpang Mandala, Lampung Tengah. Dimana pada tahun 2025 sudah dilakukan pembangunan infrastruktur jalan dengan metode rigid beton.

Selain ketiga ruas tersebut, penanganan terpadu juga dilakukan di sejumlah ruas strategis lainnya oleh Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) di masing-masing wilayah, antara lain Ruas Kali Rejo–Bangun Rejo, Ruas Kotabumi–Bandar Abung, serta Ruas Daya Murni–Gunung Batin.

Selain penanganan darurat dan preventif, Pemerintah Provinsi Lampung juga menyiapkan program pembangunan infrastruktur pada 62 ruas jalan provinsi yang akan dilaksanakan setelah Lebaran. Percepatan program ini diharapkan mampu meningkatkan kualitas infrastruktur secara berkelanjutan, mendukung distribusi barang dan jasa, serta memperkuat konektivitas antarwilayah di Lampung.

Sementara itu, Kepala Dinas Bina Marga dan Bina Konstruksi (BMBK) Provinsi Lampung, M. Taufiqullah, menegaskan bahwa penanganan ini bersifat pemeliharaan rutin dan darurat, dengan fokus pada penambalan dan perbaikan titik-titik rusak di ruas jalan provinsi.

“Untuk kepentingan mudik, jalan provinsi harus aman dan nyaman dilalui. Ruas yang masuk pemeliharaan kami tangani sebelum Lebaran, supaya tidak ada lubang yang membahayakan masyarakat,” ujar Taufiqullah.

Ia menegaskan bahwa pekerjaan tersebut berbeda dengan pembangunan 62 ruas jalan tahun 2026. Kegiatan pemeliharaan dilakukan sekarang untuk menjamin keselamatan pengguna jalan, sementara pembangunan 2026 tetap mengikuti tahapan pengadaan dan akan dilaksanakan setelah proses tender selesai pasca Lebaran.

“Jadi perlu kami luruskan, pemeliharaan menjelang Lebaran jalan terus, sedangkan pembangunan 2026 tetap sesuai aturan dan jadwal setelah tender. Ini dua proses yang berbeda dan tidak saling tumpang tindih,” jelasnya.

“Prinsipnya sederhana, jangan biarkan masyarakat mudik di jalan berlubang. Soal pembangunan 2026, itu tetap kami siapkan secara matang agar pekerjaan fisik bisa langsung berjalan setelah seluruh proses administrasi selesai,” tegasnya.

Dengan langkah ini, Pemprov Lampung menegaskan komitmennya menjaga keselamatan dan kenyamanan masyarakat selama arus mudik, sekaligus memastikan program pembangunan jalan tahun 2026 berjalan tertib, jelas, dan sesuai ketentuan.

Melalui langkah tersebut, Pemprov Lampung menegaskan komitmennya menjaga kemantapan dan kelayakan infrastruktur jalan agar tetap berfungsi optimal, sehingga masyarakat dapat melakukan perjalanan dengan aman dan nyaman.(*)

Facebook Comments Box
Continue Reading