Bandar Lampung
HUT Apeksi Ke 22 Kegiatan Gowes Dan Kawasan Wisata UMKM
Alteripost.co Bandar Lampung – Sebagai salah satu rangkaian acara Hari Ulang Tahun (HUT) Asosiasi Pemerintah Kota (Pemkot) Seluruh Indonesia (APEKSI) ke-22 tahun, yang diikuti oleh 58 Walikota seluruh Indonesia, Pemkot Bandar Lampung melaksanakan kegiatan sepeda santai (gowes) yang dimulai dari jalan dr. Soesilo, Jl. P. Diponegoro menuju Bundaran Tugu Adipura.
Peserta melanjutkan perjalanan ke Jalan Jendral Sudirman dan finis di Jalan Gatot Subroto, tepatnya di depan Kantor RRI. Para peserta lalu berjalan kaki mengunjungi Taman UMKM Bung Karno.
Dalam kegiatan Gowes ini tidak hanya para Walikota yang bersepeda melainkan didampingi juga oleh seluruh Jajaran Pejabat Pemerintahan dan Forkopimda Kota Bandar Lampung, turut hadir dalam meramaikan kegiatan ini. Sabtu (28/5/2022).
Sepeda Santai (gowes) sejauh 2,9 Km ini, merupakan acara pendamping dari beragam rangkaian acara yang telah dilaksanakan pada gelaran HUT APEKSI ke-22 tahun yang diawali dengan pengibaran bendera start Gowes oleh Ketua Dewan Pengurus APEKSI Bima Arya Sugiarto.
Dalam Kunjungan di sentra UMKM Taman Bung Karno, Ketua Dewan Pengurus APEKSI Bima Arya Sugiarto, didampingi ibu Walikota Bandar Lampung Eva Dwiana dan Peserta APEKSI lainnya disajikan beragam kuliner khas tradisional dari berbagai daerah.
Selain itu juga terdapat booth UMKM yang menyediakan berbagai hasil kerajinan khas daerah seperti kain Tapis dari Lampung.
Kemudian Walikota se-Indonesia mengunjungi Taman Satwa Lembah Hijau di Jalan Raden Imba Kusuma Ratu No.21 Sukadana Ham, Kecamatan Tanjung Karang Barat Kota Bandar Lampung.
Walikota Bandar Lampung Eva Dwiana mengatakan, lawatan ke tempat wisata ini dalam rangkaian kegiatan HUT ke-22 Apeksi. Juga sebagai langkah memantik geliat wisata di kota setempat. Sebelumnya wisata sempat redup akibat pembatasan sosial kala pandemi Covid-19.
“Bandar Lampung punya banyak tempat wisata. Semoga tempat-tempat wisata kian bersemangat bergeliat pasca pandemi Covid-19 ini”. Ungkap Bunda Eva sapaan akrabnya.
Di tempat yang sama Walikota Cilegon Helldy Agustian menilai, Lembah Hijau menjadi salah satu wisata sangat tepat untuk keluarga. Wisata ini tak jauh dari pusat kota dan memiliki daya tarik, tempat wisata satwa dengan luas puluhan hektare. Ini harus dikembangkan agar dapat menyumbang tinggi pendapatan asli daerah (PAD) di kota Bandar Lampung. (*).
Bandar Lampung
Eva Dwiana Terima Penghargaan Creative Financing, Bandar Lampung Jadi Percontohan
Alteripost Sumatra Selatan – Pemerintah Kota Bandar Lampung kembali menorehkan prestasi di tingkat nasional. Pada Sabtu, 25 April 2026, Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) memberikan apresiasi kepada Bandar Lampung sebagai juara pertama kategori creative financing tingkat kota.
Penghargaan tersebut diserahkan langsung oleh Tito Karnavian kepada Wali Kota Eva Dwiana dalam sebuah seremoni yang digelar di wilayah Sumatra Selatan.
Apresiasi ini menjadi bentuk pengakuan atas kinerja Pemerintah Kota Bandar Lampung dalam memperkuat tata kelola pemerintahan, meningkatkan kualitas pelayanan publik, serta menghadirkan inovasi pembangunan yang berdampak langsung bagi masyarakat.
Penilaian dilakukan melalui berbagai indikator, mulai dari efektivitas program, transparansi pengelolaan anggaran, hingga keberhasilan dalam mendorong pertumbuhan ekonomi daerah. Bandar Lampung dinilai mampu menunjukkan konsistensi dalam menjalankan program pembangunan yang berorientasi pada kesejahteraan masyarakat.
“Terima kasih atas penghargaan yang diberikan kepada Pemerintah Kota Bandar Lampung. Penghargaan ini menjadi motivasi kami untuk terus bekerja demi kesejahteraan masyarakat,” ujar Eva Dwiana.
Dalam sambutannya, Eva Dwiana juga menegaskan bahwa capaian ini merupakan hasil kerja bersama seluruh jajaran pemerintah dan dukungan masyarakat. Ia menyebut, inovasi pembiayaan yang dilakukan tidak hanya bertujuan mempercepat pembangunan, tetapi juga memastikan setiap program benar-benar dirasakan manfaatnya oleh warga.
“Kami akan terus memperkuat inovasi, meningkatkan transparansi, serta memastikan setiap rupiah anggaran digunakan secara tepat sasaran. Pembangunan yang kami lakukan harus menyentuh langsung kebutuhan masyarakat,” tambahnya.
Ia juga mengajak seluruh perangkat daerah untuk tidak berpuas diri atas penghargaan tersebut. Menurutnya, tantangan ke depan akan semakin kompleks sehingga diperlukan kerja keras, kolaborasi, dan komitmen yang kuat.
“Penghargaan ini bukan akhir, tetapi awal untuk bekerja lebih baik lagi. Kami ingin Bandar Lampung menjadi kota yang maju, inklusif, dan berdaya saing,” tegasnya.
Selain itu, keberhasilan ini juga tidak lepas dari sinergi antara pemerintah daerah, masyarakat, dan para pemangku kepentingan. Kolaborasi tersebut dinilai berhasil menciptakan ekosistem pembangunan yang inklusif dan berkelanjutan.
Kemendagri berharap capaian ini dapat menjadi inspirasi bagi pemerintah daerah lain di Indonesia untuk terus meningkatkan kinerja serta pelayanan kepada masyarakat.
Pemerintah Kota Bandar Lampung pun menegaskan komitmennya untuk terus berinovasi dan mempertahankan capaian positif yang telah diraih. Dengan penghargaan ini, Bandar Lampung semakin mengukuhkan posisinya sebagai salah satu daerah progresif yang mampu menjadi contoh dalam mewujudkan pemerintahan yang efektif, transparan, dan berorientasi pada pelayanan publik.(*)

