Lampung Selatan
Gerak Cepat Bupati Lamsel, Kunjungi Rumah Warganya Yang Rusak
JATI AGUNG Alteripost.co – Bupati Lampung Selatan H. Nanang Ermanto kembali tunjukan kepedulian kepada warganya yang rumahnya rusak akibat hujan lebat dan angin kencang, Selasa (24/05/2022).
Warga yang mengalami kerusakan rumah akibat hujan lebat dan angin kencang adalah Kateman warga Dusun Tri Mukti Desa Karang Rejo Kecamatan Jati Agung.
Kateman mengatakan kejadian tersebut terjadi pada hari senin 23 Mei 2022 pada waktu sore hari saat dirinya sedang berada di kebun.
“Kejadian angin kencang itu sore pak kemarin sekitar jam 4 kebetulan saya dan keluarga sedang tidak ada dirumah,” katanya.
Bupati Lampung Selatan hadir bersama pejabat Struktural di lingkungan Pemerintahan Kabupaten Lampung Selatan dan juga aparatur Kecamatan Jati Agung.
Pada kesempatan itu, Nanang menyerahkan bantuan dan juga santunan kepada Kateman dan Keluarga.
Nanang juga mengatakan ini adalah suatu tanggung jawab yang harus dilakukannya sebagai Pemimpin Daerah untuk memberikan perhatian dan bantuan kepada masyarakat yang membutuhkan.
Dirinya tetap bersyukur karena tidak ada korban jiwa karena pada saat kejadian rumah sedang dalam keadaan kosong.
Menurutnya, Gotong royong dari Pemerintah Daerah dan Kecamatan adalah kunci untuk bergerak cepat dalam mengatasi musibah seperti ini.
“Ini merupakan inovasi gerak cepat kerjasama antara Pemerintah Daerah dan Kecamatan dalam membantu masyarakat agar rumah dari warga yang tertimpa musibah ini cepat dibenahi agar layak huni,” tutup Nanang. (*).
Lampung Selatan
Bersama Bima Arya, Bupati Egi Tekankan Pentingnya Kepemimpinan dan Penguatan SDM
Alteripost Kalianda – Seminar Nasional Bedah Buku Babad Alas karya Wakil Menteri Dalam Negeri RI, Bima Arya Sugiarto, menjadi ruang berbagi pengalaman kepemimpinan sekaligus penguatan sumber daya manusia menuju Indonesia Emas 2045.
Kegiatan yang berlangsung di Aula Krakatau, Kantor Bupati Lampung Selatan, Jumat (19/6/2026), dihadiri Bupati Lampung Selatan Radityo Egi Pratama bersama Wakil Menteri Dalam Negeri RI Bima Arya Sugiarto, akademisi, mahasiswa, serta unsur Forkopimda.
Seminar tersebut mengupas isi buku Babad Alas yang memuat refleksi perjalanan Bima Arya selama satu dekade memimpin Kota Bogor. Melalui pendekatan ideologi, strategi, dan taktik pemerintahan, buku tersebut menawarkan berbagai pembelajaran mengenai kepemimpinan, tata kelola pemerintahan, hingga pelayanan publik.
Turut hadir sebagai pengulas buku Feni Rosalia, Rektor Universitas Indonesia Mandiri, perwakilan Universitas Muhammadiyah Kalianda, Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) Yayasan Pembangunan Kalianda, Universitas An-Nur, serta para mahasiswa dan akademisi.
Kegiatan dimoderatori Asisten Bidang Ekonomi dan Pembangunan Sekretariat Daerah Kabupaten Lampung Selatan, Tri Umaryani.
Dalam sambutannya, Bupati Lampung Selatan Radityo Egi Pratama menegaskan bahwa keberhasilan mewujudkan Indonesia Emas 2045 sangat ditentukan oleh kualitas sumber daya manusia yang dimiliki bangsa.
Menurut Egi, negara maju tidak hanya mengandalkan kekayaan sumber daya alam, tetapi juga kemampuan masyarakatnya dalam mengelola dan mengoptimalkan seluruh potensi yang ada.
Ia menilai, buku Babad Alas menyajikan banyak pelajaran berharga mengenai tantangan, dinamika, dan proses pengambilan keputusan yang dihadapi seorang pemimpin dalam menjalankan pemerintahan.
“Pengalaman yang tertuang dalam buku Babad Alas memberikan pelajaran bahwa perubahan tidak lahir dari kenyamanan, melainkan dari keberanian mengambil langkah, membangun kolaborasi, dan bekerja secara konsisten untuk mencapai tujuan yang lebih besar,” ujar Egi.
Lebih lanjut, Egi mengajak mahasiswa dan civitas akademika untuk terus meningkatkan kapasitas diri, memperluas wawasan, serta mempersiapkan diri menjadi pemimpin yang berintegritas, adaptif, dan memiliki kepedulian terhadap masyarakat.
Sementara itu, Wakil Menteri Dalam Negeri RI Bima Arya Sugiarto menjelaskan bahwa Babad Alas merupakan catatan perjalanan kepemimpinannya selama 10 tahun memimpin Kota Bogor yang berangkat dari semangat pemerintahan yang bersih dan melayani masyarakat.
Menurut Bima, ideologi kepemimpinan harus diterjemahkan ke dalam strategi yang tepat agar mampu menghasilkan perubahan nyata yang dirasakan masyarakat.
“Pemimpin adalah agen harapan. Ideologi tanpa strategi tidak akan efektif. Harapan itu harus dicicil melalui kerja-kerja nyata dan dibangun bersama tim yang loyal, solid, militan, dan kompeten,” kata Bima.
Dalam kesempatan tersebut, Bima Arya juga mengapresiasi berbagai terobosan yang dilakukan Pemerintah Kabupaten Lampung Selatan di bawah kepemimpinan Bupati Radityo Egi Pratama, terutama dalam pembenahan sektor pendidikan, pembangunan infrastruktur, serta upaya memperkuat identitas daerah.
Melalui seminar nasional ini, diharapkan lahir berbagai gagasan, inspirasi, dan pembelajaran yang dapat menjadi bekal bagi generasi muda untuk membangun kepemimpinan yang adaptif, kolaboratif, dan berorientasi pada pelayanan masyarakat demi menyongsong Indonesia Emas 2045.(*)

