Politik
Siap Nyaleg di Dapil V, Khoir Beri Sinyal Berharap Dibantu Gubernur?
Alteripost.co, Bandarlampung-
Ketua Bawaslu Lampung dua periode 2012-2017 – 2017-2022, Fatikhatul Khoiriyah, menyatakan siap ditugaskan di mana saja pada Pileg 2024 mendatang.
Diketahui, Khoir sapaan akrabnya Fatikhatul Khoiriyah, memantapkan diri maju sebagai Caleg dari Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) dan siap untuk ditempatkan khususnya di Dapil V (Waykanan dan Lampung Utara) pada Pemilu 2024 mendatang.
Saat diwawancarai di DPW PKB Lampung, Khoir mengatakan bahwa setelah menjadi penyelenggara Pemilu selama 10 tahun, langkah selanjutnya adalah mencalonkan diri sebagai Caleg.
Sebagai Caleg perempuan, Khoir menyebut masih banyak problem di Lampung, seperti naiknya harga sembako di pasaran, juga harga minyak, itu tentu yang akan merasakan dampaknya adalah perempuan.
“Maka dari itu, saya akan bantu lewat jalur Legislatif sebagai penyambung lidah rakyat,” terangnya.
Selain itu, alasan dirinya memilih PKB sebagai perahu pencalonannya, karena yang paling dekat kulturnya dengan NU adalah PKB. Karena basis dia adalah warga NU.
Terkait Khoir memilih Dapil V yakni Lampung Utara dan Waykanan, Ia menjelaskan bahwa sebagai kader yang baru, harus siap ditempatkan di mana saja. Karena menjadi DPR bukan dari mana berasal, tapi bagaimana kedekatan dengan masyarakat.
“Kan selama jadi Ketua Bawaslu, saya keliling 15 kabupaten/kota. Jadi gak ada masalah. Siap, mau ditempatkan di mana saja,” tegasnya.
Khoir pun sempat memberikan sinyal yang terkesan berharap dan diiringi dengan canda tawa. Kata dia, kalau di Dapil V kan siapa tahu dapat dibantu sama Gubernur.
“Terus kenapa Dapil V, kan itu wilayahnya Gubernur Lampung, siapa tahu bisa dibantu oleh beliau,” ucapnya sembari bercanda.
Perlu diketahui, Gubernur Lampung Arinal Djunaidi merupakan putra asli daerah Waykanan. Kampung halaman Mantan Sekdaprov Lampung itu berada di Kecamatan Negara Batin, Kabupaten Waykanan. (*/Gus)
Politik
Belum Ada SK, Rycko Menoza Dorong Pelantikan Pengurus Golkar Bandar Lampung
Alteripost Bandar Lampung – Pelantikan kepengurusan DPD II Partai Golkar Kota Bandar Lampung masih menjadi tanda tanya setelah pelaksanaan Musyawarah Daerah (Musda) XI yang digelar pada Senin (21/9/2026).
Persoalan tersebut mencuat setelah adanya perbedaan informasi mengenai proses penyusunan kepengurusan pasca-Musda. Ketua terpilih Rycko Menoza kemudian menggelar konferensi pers pada Selasa (22/9/2026) untuk memberikan penjelasan terkait kondisi tersebut.
Rycko Menoza mengatakan, setelah dirinya ditetapkan sebagai ketua terpilih, proses penyusunan kepengurusan seharusnya dilakukan melalui tim formatur yang telah dibentuk dalam Musda.
Menurutnya, tim formatur memiliki peran penting dalam membahas dan menyepakati komposisi kepengurusan sebelum ditetapkan secara resmi.
Namun, Rycko mengaku mendapatkan informasi bahwa tim formatur belum melakukan rapat untuk membahas susunan kepengurusan secara bersama-sama. Di sisi lain, secara tiba-tiba muncul susunan kepengurusan yang beredar.
“Dari tim formatur sendiri menyampaikan bahwa mereka belum mengadakan rapat apa pun. Tetapi tiba-tiba sudah ada susunan kepengurusan. Ini yang kemudian menjadi pertanyaan bagi kami,” ujar Rycko Menoza dalam konferensi pers, Selasa (22/9/2026).
Menurut Rycko, kondisi tersebut perlu segera diperjelas agar tidak menimbulkan kebingungan di internal Partai Golkar Kota Bandar Lampung.
Ia menilai, setelah Musda selesai, tahapan berikutnya seharusnya dapat berjalan secara terarah sehingga kepengurusan baru segera terbentuk dan dapat menjalankan roda organisasi.
Ingin Segera Bekerja
Rycko menegaskan, pihaknya tidak ingin persoalan mengenai susunan kepengurusan berlarut-larut. Menurutnya, hal terpenting saat ini adalah adanya kejelasan mengenai struktur kepengurusan sehingga roda organisasi dapat segera berjalan.
Ia mengatakan, dirinya bersama jajaran yang nantinya menjadi bagian dari kepengurusan pada dasarnya telah siap bekerja menjalankan program-program Partai Golkar di Kota Bandar Lampung.
“Kami mau bekerja, tetapi apa daya SK kami belum ada. Jadi harapan kami pelantikan ini segera dilaksanakan dengan kepengurusan yang jelas. Kami ingin segera bekerja dan menjalankan apa yang menjadi tanggung jawab kami,” katanya.
Rycko menyebut, kejelasan kepengurusan menjadi penting karena setelah proses Musda, organisasi membutuhkan kepastian mengenai siapa saja yang akan menjalankan tugas dan fungsi di jajaran DPD II Partai Golkar Kota Bandar Lampung.
Dengan adanya kepengurusan yang telah ditetapkan secara resmi, berbagai agenda organisasi diharapkan dapat segera dijalankan tanpa terkendala persoalan administratif maupun ketidakjelasan struktur.
Tim Formatur Akan Gelar Rapat Lanjutan
Sementara itu, dari sisi tim formatur, munculnya susunan kepengurusan yang telah beredar menjadi bagian dari persoalan yang akan dibahas lebih lanjut.
Tim formatur menyatakan akan kembali menggelar rapat lanjutan untuk membahas penyusunan kepengurusan DPD II Partai Golkar Kota Bandar Lampung.
Rapat tersebut nantinya menjadi forum untuk membahas komposisi kepengurusan serta memastikan struktur organisasi yang akan diajukan secara resmi.
Tim formatur juga menegaskan bahwa proses penyusunan kepengurusan masih perlu dibahas bersama agar terdapat kesepahaman di antara pihak-pihak yang memiliki mandat dalam tim formatur.
Dengan adanya rencana rapat lanjutan tersebut, proses penyusunan kepengurusan diharapkan dapat segera menemukan titik terang sehingga tidak lagi menimbulkan simpang siur di internal partai.
Rycko berharap hasil rapat formatur nantinya dapat menjadi dasar untuk segera menyelesaikan tahapan administrasi kepengurusan hingga penerbitan Surat Keputusan (SK) dan pelantikan.
Dorong Penyelesaian Secara Internal
Rycko juga menekankan pentingnya penyelesaian persoalan tersebut melalui mekanisme organisasi.
Menurutnya, seluruh pihak yang terlibat dalam proses pembentukan kepengurusan memiliki kepentingan yang sama, yakni memastikan Partai Golkar Kota Bandar Lampung dapat segera menjalankan agenda organisasi.
Ia berharap proses pembahasan di tingkat formatur dapat berlangsung secara terbuka dan menghasilkan keputusan yang dapat diterima bersama.
“Intinya kami berharap semuanya segera jelas. Kalau kepengurusan sudah jelas, SK sudah ada, kemudian dilantik, kami bisa langsung bekerja. Jangan sampai karena persoalan administrasi dan kepengurusan ini, kerja-kerja organisasi justru tertunda,” pungkas Rycko Menoza.
Dengan demikian, tahapan pasca-Musda XI saat ini masih menunggu hasil pembahasan tim formatur. Kepengurusan yang sebelumnya beredar juga masih menjadi bagian dari persoalan yang perlu diklarifikasi dan disesuaikan dengan hasil rapat formatur.
Sementara itu, hingga Selasa (22/9/2026), waktu pelantikan kepengurusan DPD II Partai Golkar Kota Bandar Lampung periode 2026–2031 belum ditetapkan secara pasti.
Rapat lanjutan tim formatur diharapkan menjadi langkah untuk memperjelas komposisi kepengurusan sekaligus mempercepat proses penerbitan SK dan pelantikan pengurus baru. (Radian)

