Lampung Selatan
Bupati Nanang : Kepala Desa Harus Aktif Dan Inovatif
Alteripost.co Tanjung Bintang – Bupati Lampung Selatan H. Nanang Ermanto membuka Musyawarah Rencana Pembangunan (Musrenbang) tingkat Kecamatan Tanjung Bintang yang berlangsung di Lapangan Desa Sindang Sari, pada Kamis (09/02/2023).
Kegiatan rutin tahunan untuk membahas dan menyepakati usulan Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Tahun 2024 turut dihadiri Sekretaris Daerah Kabupaten Thamrin beserta para pejabat utama di lingkungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lampung Selatan.
Dalam sambutannya, Nanang menyampaikan mengenai keterpurukan kondisi perekonomian dunia yang semakin parah dengan terjadinya inflasi di beberapa negara. Setelah sebelumnya, juga sempat merosot akibat pandemi Covid-19.
Sebab itu, Nanang meminta kepada camat dan kepala desa agar lebih aktif dan inovatif membangun desa. Terutama, dalam menggali potensi Sumber Daya Alam (SDA) dan Sumber Daya Manusia (SDM) guna mendorong pertumbuhan perekonomian daerah.
“Tingkatkan PBB nya. Karena PBB ini berpengaruh juga terhadap pembangunan di desa. Maka saat ini marilah bagaimana kita menggali potensi-potensi yang ada di sekitar kita. Kolaborasikan dengan kecamatan dengan pemerintah daerah,” kata Nanang.
Nanang mengatakan, untuk membuat inovasi pengembangan potensi desa di sektor pariwisata tidak harus memiliki pantai dan gunung. Menurutnya, yang terpenting adalah bagaimana lokasi itu memilki daya tarik besar guna menarik minat wisatawan untuk berkunjung.
“Kita tidak harus punya laut, pemandangan gunung atau harus punya air terjun. Kita tidak perlu punya ada air panas, tetapi kita bisa mendesain untuk menghasilkan tempat destinasi wisata. Bagaimana agar orang hadir di desa, ini yang harus kita ciptakan,” imbuhnya.
Sementara, Camat Tanjung Bintang Hendry Hatta, S. Ag, dalam paparannya menyampaikan berbagai program usulan KecamatanTanjung Bintang untuk RKPD Tahun 2024.
Beberapa diantaranya, yaitu rekonstruksi jalan Desa Jati Baru, Desa Suka Negara serta Desa Budi Lestari. Kemudian, jalan Desa Sindang Sari yang merupakan jalan penghubung bagi masyarakat untuk menuju Pasar Tanjung Bintang.
Hendry Hatta menjelaskan, apabila jalan tersebut dapat segera diperbaiki, akan berdampak terhadap peningkatan perputaran uang ditengah masyarakat. Mengingat, pentingnya fungsi pasar sebagai sarana distribusi penyaluran barang atau jasa dari produsen ke konsumen.
“Sektor pajak bumi dan bangunan Kecamatan Tanjung Bintang per tanggal 31 Desember 2022 dengan persentase 81,60 persen. Untuk usulan tahun 2024 pembangunan jalan Desa Sindang Sari ini jalannya juga sudah lama juga dari zaman dulu. Jalan untuk sampai ke pasar, harapan kami kepada Bupati kalau bisa tahun ini dibangun,” ujar Hendry. (*).
Lampung Selatan
Pemkab Lampung Selatan Gandeng DAMRI, Rute Kalianda-Jakarta Kembali Dibuka
Alteripost Kalianda – Kabar baik bagi masyarakat Lampung Selatan yang membutuhkan akses transportasi langsung menuju Jakarta.
Rute DAMRI Kalianda-Jakarta via Lintas Sumatra kembali beroperasi mulai 21 Agustus 2026, dengan tarif perjalanan mulai Rp215.000.
Layanan transportasi darat tersebut menjadi alternatif bagi masyarakat yang hendak bepergian dari Lampung menuju sejumlah wilayah di Banten, Tangerang hingga Jakarta.
Selain melayani keberangkatan dari Kalianda, rute ini juga terhubung dengan Stasiun KA Tanjung Karang serta sejumlah titik strategis di sepanjang perjalanan.
Adapun rute perjalanan Lampung-Jakarta meliputi Stasiun KA Tanjung Karang, Kalianda, Rumah Makan Siang Malam, Desa Hatta, Loket DAMRI Serang, Terminal Poris, Terminal BSD, hingga Stasiun KA Gambir.
Untuk keberangkatan dari Stasiun KA Tanjung Karang menuju Serang, Poris, BSD maupun Gambir, bus dijadwalkan berangkat pukul 09.00 WIB. Sementara itu, keberangkatan dari Kalianda tersedia pada pukul 10.30 WIB.
Khusus masyarakat yang berangkat dari Kalianda, titik layanan penumpang berada di loket DAMRI kawasan Taman Edukasi, tepatnya di samping Kantor Polisi Militer Lampung Selatan.
Dengan tersedianya titik keberangkatan tersebut, masyarakat dapat memilih lokasi dan tujuan perjalanan sesuai kebutuhan.
Dari sisi tarif, perjalanan dari Stasiun KA Tanjung Karang, Hatta, maupun Kalianda menuju Gambir ditetapkan sebesar Rp255.000. Sementara perjalanan menuju Serang, Poris, atau BSD dikenakan tarif mulai Rp215.000.
Tak hanya menawarkan akses perjalanan antarkota, layanan tersebut juga dilengkapi fasilitas yang menunjang kenyamanan penumpang selama perjalanan jarak jauh. Bus menggunakan konfigurasi kursi Seat 2-2 Reclining, serta dilengkapi pendingin udara (AC), toilet, colokan pengisi daya, dan kamera pengawas (CCTV).
Penumpang juga memperoleh snack dan air mineral selama perjalanan. Fasilitas tersebut diharapkan dapat memberikan kenyamanan lebih bagi masyarakat yang menempuh perjalanan darat dari Lampung menuju wilayah Banten, Tangerang dan Jakarta.
Sekretaris Daerah Kabupaten Lampung Selatan, Supriyanto, mengatakan pengoperasian kembali rute tersebut merupakan bagian dari upaya Pemerintah Kabupaten Lampung Selatan bersama DAMRI dalam meningkatkan pelayanan transportasi bagi masyarakat.
Menurutnya, kehadiran kembali layanan DAMRI dari Jakarta hingga Lampung melalui Kalianda memberikan pilihan transportasi darat yang lebih luas, khususnya bagi masyarakat Kabupaten Lampung Selatan.
“Pemerintah Kabupaten Lampung Selatan bersama DAMRI terus melakukan upaya peningkatan pelayanan kepada masyarakat. Karena itu, rute dari Jakarta sampai ke Lampung melalui Kalianda ini kembali dibuka,” ujar Supriyanto, Rabu (19/8/2026).
Ia menambahkan, keberadaan rute tersebut tidak hanya memberikan alternatif mobilitas masyarakat, tetapi juga memperkuat konektivitas antara Lampung Selatan dengan sejumlah wilayah penting di Pulau Jawa.
Supriyanto berharap kolaborasi antara Pemerintah Kabupaten Lampung Selatan dan DAMRI tersebut dapat memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat.
Selain memudahkan mobilitas, peningkatan konektivitas diharapkan ikut membuka peluang bagi pengembangan pariwisata dan aktivitas ekonomi daerah.
“Harapannya, layanan ini dapat meningkatkan konektivitas wilayah, mendukung pengembangan sektor pariwisata, sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi di Kabupaten Lampung Selatan,” tutur Supriyanto.
Dengan kembali beroperasinya rute Kalianda-Jakarta, masyarakat Lampung Selatan kini memiliki pilihan perjalanan darat yang menghubungkan langsung kawasan Kalianda dan Tanjung Karang dengan sejumlah pusat aktivitas di Banten, Tangerang dan Jakarta, sekaligus menawarkan tarif yang relatif terjangkau dan fasilitas perjalanan yang memadai.(*)

